Sabtu, 19 Februari 2011

kegundahan

setiap pagi saat embun berkumpul dengan para embun lainnya. ..

kudapati diriku terjaga didalam kesunyian.
saat malam ditengah lelapnya orang2, aku kerap tersentak kaget. seperti dipecuti rasa kerinduan yang menyiksa, tapi kau hanya membisu, itukah yang kau mau? sekedar menatapku dengan bangganya atas derita hatiku yang tersendat?

aku sering bertanya pada tuhan, kenapa aku selalu mekungkung dilorong labirin yang penuh sekat tepatnya terjebak didalam hatimu yang tak pernah bersuara. . sehingga aku meraungpun hatimu tak bergema walau sekilas getaran.

kau tak pernah tau, betapa aku ketakutan ketika malam terjaga, melihat diriku tak bisa menjadi apa dan siapa dalam hatimu. sama takutnya tatkala aku terus menerus berteriak, dan menepis di satu poros kelam tak bercahaya, di tengah gundukan keresahan yang tak berujung. kecuali lorong mengerikan itu, berbelok sedikit adalah tangga palung hatimu terdalam. kau tak menggiringku kesana, tapi aku ketakutan hanya terkungkung disini, sekedar di sisi hatimu yang kurasa hendak kau campakkan.

andai kau tak mengharapkan aku ada didalamnya, beri setitik cahaya, tunjukan jalan keluar agar kau bisa merasa lega tanpa ada lagi sampah bunga alhieya mengering didalam hatimu. . .

atau, inikah yang kau inginkan? tak ingin aku pergi & menahan diriku untuk tetap tinggal, hingga asaku berganti ajal sampai tergeletak aku disini, dihatimu??

menemukanmu dalam terlambat

Sudahlah Virgo Aku sudah keliru, Aku tak mau dugaanku menjadi salahpaham, menanggapi ucapanmu yg semestinya hanyalah ilusi untuk ku....