satu-satunya pengobat laraku adalah membaca alqur'an, satu-satunya peredam amarahku adalah air wudhlu, dan satu-satunya yang bisa membuatku tenang adalah tersedu di depan illahi.
Allah... aku datang masih sama seperti dulu, selalu dengan air mata. kau pasti bosankan ya allah, melihatku mendatangimu dengan sendu sendu melulu.
Allah... sesekali aku datang padamu, dengan senyum bahagia, meski kau tentu tau rasa bahagiaku terlebih dahulu, tapi aku selalu mengingatMu untuk kuceritakan ulang perasaan bahagiaku, dan aku bersyukur setiap saatnya , y Allah..
Allah... bagaimana mungkin bisa aku mencintai orang lain melebihi rasa cintaku kepadaMu, sedangkan aku tau dan merasa, bahwa orang yang kucintai tidak setulus engkau mencintaiku.
Allah... ini seonggok hatiku, apa kau lihat? banyak tambalan-tambalan luka yang berantakan di permukaannya. itu semua karena setiap hatiku berlubang karena tertusuk sembilu, aku sesegera menjahit dan menambalnya dengan alat sederhana, berharap lekas tertutup dan tidak kembali berdarah.
Allah... maafkan aku jika aku selalu mengemis kepadaMu, tapi aku memang sadar tiada tempat yang pantas untuk aku beradu suka dan duka kecuali kepadaMu. dan aku percaya, meskipun kau tak ada di depan mataku, tapi kau berada di dekatku melebihi dekatnya urat nadiku pada tubuhku.
Allah... kenapa kau beri aku perasaan mencintainya yang begitu dalam, sekarang lihatkan, hatiku kerap tercabik dengan perasaanku yang hebat ini. sejak dulu kenapa engkau menjadikanku selalu bertahan ya Allah, kenapa kau dorong aku masuk dalam labirin cintanya? hingga akhirnya didetik ini, ku takkan pernah bisa melepasnya. apa aku salah ya Allah, memintanya untk bisa mencintaiku seperti aku mencintai dia?
pantaskah aku berharap ingin merasa dicintai dan dihargai dia?
Allah... kau kirim dia untukku, kau bisikan padaku melewati doa permohonan petunjukMu, bahwa dia adalah jawaban dari segala raguku. lalu, akankah orang yang kau kirim itu adalah orang yang tak mampu menjagaku, dan tak mampu memberiku rasa ketenangan hati, meksipun dia adalah teman hidupku?
Allah... ijinkan aku mengintip sedikit saja rencanaMu untukku. kenapa kau pilih aku menemani seseorang yang begitu sulit kupeluk. karena meskipun kupeluk sayap-sayap cintanya, aku terasa ngilu tertusuk pedang dibalik bulu halus itu. walau begitu, aku tetap memeluknya. sejak kapan ya Allah aku berubah menjadi wanita sebodoh ini? apakah sejak kau memutuskan aku bahwa aku adalah wanita yang kuat?!
Allah... kekasihku..
aku tidak akan menduakan cintaku kepadamu dengan cintanya. sebab, aku mencintainya adalah karenaMu. kau yang ajarkan aku untuk mencintai pria semata olehMu, ikhlas dengan pemberianMu. tapi allah, hatiku ini adalah hati yang lembut dan masih hidup, bukan hati mati atau terbuat dari batu yang tak mampu berperasaan. jikalau tergores, lukanyapun hingga mampu remukan jantungku.
Allah... akan kupersembahkan dia, menjadi yang baik, menjadi yang layak untuk kau puji, menjadi pantas untuk masuk dalam syurgamu lantaran dia termasuk lelaki sholeh yang mencintai dan melindungi keluarganya dengan kasih dan penuh tanggungjawab.
Allah... jangan hukum dia, jangan jadikan malaikat-malaikatMu membenci dan menghardik dia, aku mohon. sesalah apapun dia, toh itu hanya masalah kesadaran, maka bukakan pintu hati dan pikirannya saja, agar dia bisa menjadi tidak seangkuh itu.
Allah... sekarang sudah tidak bisa lagi kuanggap salah dan sesal, bagaimanapun itu, aku tetap harus berjuang dan bertahan selalu dalam jalanMu.
beri aku kesabaran pada hatiku, beri ketegaran jiwaku, dan beri kekuatan pada langkahku. ikhlasakan diriku ya Allah, serta jagalah hati ini untuk selalu rendah hati padanya.
buat dia mengerti, bahwa keras hatinya yang melalangbuana menjadi angkuh itu mencair dan melembut ya Allah...
aku siap menunggu . . .
Allah... aku datang masih sama seperti dulu, selalu dengan air mata. kau pasti bosankan ya allah, melihatku mendatangimu dengan sendu sendu melulu.
Allah... sesekali aku datang padamu, dengan senyum bahagia, meski kau tentu tau rasa bahagiaku terlebih dahulu, tapi aku selalu mengingatMu untuk kuceritakan ulang perasaan bahagiaku, dan aku bersyukur setiap saatnya , y Allah..
Allah... bagaimana mungkin bisa aku mencintai orang lain melebihi rasa cintaku kepadaMu, sedangkan aku tau dan merasa, bahwa orang yang kucintai tidak setulus engkau mencintaiku.
Allah... ini seonggok hatiku, apa kau lihat? banyak tambalan-tambalan luka yang berantakan di permukaannya. itu semua karena setiap hatiku berlubang karena tertusuk sembilu, aku sesegera menjahit dan menambalnya dengan alat sederhana, berharap lekas tertutup dan tidak kembali berdarah.
Allah... maafkan aku jika aku selalu mengemis kepadaMu, tapi aku memang sadar tiada tempat yang pantas untuk aku beradu suka dan duka kecuali kepadaMu. dan aku percaya, meskipun kau tak ada di depan mataku, tapi kau berada di dekatku melebihi dekatnya urat nadiku pada tubuhku.
Allah... kenapa kau beri aku perasaan mencintainya yang begitu dalam, sekarang lihatkan, hatiku kerap tercabik dengan perasaanku yang hebat ini. sejak dulu kenapa engkau menjadikanku selalu bertahan ya Allah, kenapa kau dorong aku masuk dalam labirin cintanya? hingga akhirnya didetik ini, ku takkan pernah bisa melepasnya. apa aku salah ya Allah, memintanya untk bisa mencintaiku seperti aku mencintai dia?
pantaskah aku berharap ingin merasa dicintai dan dihargai dia?
Allah... kau kirim dia untukku, kau bisikan padaku melewati doa permohonan petunjukMu, bahwa dia adalah jawaban dari segala raguku. lalu, akankah orang yang kau kirim itu adalah orang yang tak mampu menjagaku, dan tak mampu memberiku rasa ketenangan hati, meksipun dia adalah teman hidupku?
Allah... ijinkan aku mengintip sedikit saja rencanaMu untukku. kenapa kau pilih aku menemani seseorang yang begitu sulit kupeluk. karena meskipun kupeluk sayap-sayap cintanya, aku terasa ngilu tertusuk pedang dibalik bulu halus itu. walau begitu, aku tetap memeluknya. sejak kapan ya Allah aku berubah menjadi wanita sebodoh ini? apakah sejak kau memutuskan aku bahwa aku adalah wanita yang kuat?!
Allah... kekasihku..
aku tidak akan menduakan cintaku kepadamu dengan cintanya. sebab, aku mencintainya adalah karenaMu. kau yang ajarkan aku untuk mencintai pria semata olehMu, ikhlas dengan pemberianMu. tapi allah, hatiku ini adalah hati yang lembut dan masih hidup, bukan hati mati atau terbuat dari batu yang tak mampu berperasaan. jikalau tergores, lukanyapun hingga mampu remukan jantungku.
Allah... akan kupersembahkan dia, menjadi yang baik, menjadi yang layak untuk kau puji, menjadi pantas untuk masuk dalam syurgamu lantaran dia termasuk lelaki sholeh yang mencintai dan melindungi keluarganya dengan kasih dan penuh tanggungjawab.
Allah... jangan hukum dia, jangan jadikan malaikat-malaikatMu membenci dan menghardik dia, aku mohon. sesalah apapun dia, toh itu hanya masalah kesadaran, maka bukakan pintu hati dan pikirannya saja, agar dia bisa menjadi tidak seangkuh itu.
Allah... sekarang sudah tidak bisa lagi kuanggap salah dan sesal, bagaimanapun itu, aku tetap harus berjuang dan bertahan selalu dalam jalanMu.
beri aku kesabaran pada hatiku, beri ketegaran jiwaku, dan beri kekuatan pada langkahku. ikhlasakan diriku ya Allah, serta jagalah hati ini untuk selalu rendah hati padanya.
buat dia mengerti, bahwa keras hatinya yang melalangbuana menjadi angkuh itu mencair dan melembut ya Allah...
aku siap menunggu . . .