Senin, 21 September 2015

menemukanmu dalam terlambat


Sudahlah Virgo
Aku sudah keliru,
Aku tak mau dugaanku menjadi salahpaham, menanggapi ucapanmu yg semestinya hanyalah ilusi untuk ku.
Kau tidak pernah megnerti, karena kau tidak pernah merasakan apa yang pernah aku rasakan.
Kau tentu hanya menganggap aku patut mendapat bualanmu toh kau tak pernah mempunyai hati padaku.
14 tahun yang lalu, entah kau sadar apa tidak, kita dekat dalam zona pertemanan menurut kacamatamu.

 Kaupun tidak pernah bisa mendengarkan detak jantungku saat kita berdekatan. Karena kau tak pernah memahamiku. Terkadang aku sedikit melakukan pengorbanan untuk kebutuhanmu dulu, namun kau tak pernah tau itu, karena aku melakukan dengan diam, walau kau membalasnya dengan pertunjukanmu bersama wanita lain di hadapanku, tak peduli itu perihku. Kau membuatku tertawa seperti gadis yang tak pernah merasa kesepian, meskipun aku bersama mereka. Entah, aku slalu merasa sepi.
Dan tawamu menyulapku untuk terus tersenyum. Waktu tidak pernah memberitahukan apa yang akan terjadi, hingga aku pergi.

Tentunya membawa setitik ganjalan yang aku tidak pernah tau tentang rasa apa.
Aku pergi tak meninggalkan sepatah kata walau sekedar tentang rasa
Saat kita jauh aku selalu merasa masih ada yang belum terselesaikan, meski kau tak pernah beranggapam bahwa diantara kita tidak ada yang belum terselesaikan karena memulainya saja tidak. ya, kau berpikir begitu sedang aku merasa belum selesai, semua karena perbedaan rasa di hati kita masing-masing.
14 tahun yang lalu masih kubawa hingga kini, kau tidak tau bagaimana aku mencoba mencari jejakmu, tapi aku selalu gagal, hingga pada akhirnya aku menemukan akun dengan nama yang sama, kupikir diirmu.

Sejak 2008 silam pertama kalinya menemukan teman-teman tapi tidak dirimu hingga aku menemukan Virgo yang salah, karena bukan dirimu.
Aku lelah dengan pencarianku, kuakhiri dengan membuang bayangmu. Tapi, apa yang sudah pernah kuingat dan apa yang sudah pernah terukir meninggalkan kenangan yang tak bisa terhapus waktu begitu saja.
Aku membawa beban di 14 tahun yang lalu, kukemas dengan kebisuan.
Lalu masih pantaskah kau memberikan bualan yang tak berarti untuk mengartikan kisahku dengan cinta monyet dulu??

Aku merasa tidak percaya kau bisa memberikan ungkapan yang membuatku bungah, karena aku tak pernah tau sejak dulu apakah rasa itu ada padamu.
Aku tak percaya kau mulai menyukaiku sejak aku meluangkan waktuku untuk panjang lebar menjelaskan ini semua.
Aku tak percaya kau memiliki rasa yang ada, karena cinta tak bisa tumbuh dalam hitungan jam kecuali semua hanya ilusi.

Tapi 14 tahun yang lalu bukanlah waktu yang singkat untuk melebur cinta monyet yang para pecintanya sudah dewasa. Perlu kau tau, sadar atau tidak detik-detik ku ini menjadi berwarna karenamu, meski aku tau warnamu adalah semu.

Ya, aku menemukanmu dalam keadaan yang sudah sangat amat terlambat. Tidak mungkin aku ada diantara kalian, tidak mungkin pula, aku menghadirkanmu dalam hidupku kini.
Dan kau bisa hitung sudah berepa ribu malam keterlambatan itu menyertaiku.
Sekalipun aku mempercayai rasamu kini, semua sudah tak berarti. Aku mengerti takdir tak pernah berpihak padaku, setidaknya aku punya kisah indah yang dalam keheningan tak terkuak, dan meski kau hidup dengan seribu wanitamu, kau masih sama dalam kuberi  arti di sepanjang perjalanan hidupku kedepan, walau aku tak pernah sempat merasa memilikimu..

menemukanmu dalam terlambat

Sudahlah Virgo Aku sudah keliru, Aku tak mau dugaanku menjadi salahpaham, menanggapi ucapanmu yg semestinya hanyalah ilusi untuk ku....