Sudahlah Virgo
Aku sudah
keliru,
Aku tak
mau dugaanku menjadi salahpaham, menanggapi ucapanmu yg semestinya hanyalah
ilusi untuk ku.
Kau tidak
pernah megnerti, karena kau tidak pernah merasakan apa yang pernah aku rasakan.
Kau tentu hanya menganggap aku patut mendapat bualanmu toh kau tak pernah mempunyai hati
padaku.
14
tahun yang lalu, entah kau sadar apa tidak, kita dekat dalam zona pertemanan
menurut kacamatamu.
Kaupun tidak pernah bisa mendengarkan detak
jantungku saat kita berdekatan. Karena kau tak pernah memahamiku. Terkadang aku
sedikit melakukan pengorbanan untuk kebutuhanmu dulu, namun kau tak pernah tau
itu, karena aku melakukan dengan diam, walau kau membalasnya dengan
pertunjukanmu bersama wanita lain di hadapanku, tak peduli itu perihku. Kau membuatku
tertawa seperti gadis yang tak pernah merasa kesepian, meskipun aku bersama
mereka. Entah, aku slalu merasa sepi.
Dan tawamu
menyulapku untuk terus tersenyum. Waktu tidak pernah memberitahukan apa yang
akan terjadi, hingga aku pergi.
Tentunya
membawa setitik ganjalan yang aku tidak pernah tau tentang rasa apa.
Aku pergi
tak meninggalkan sepatah kata walau sekedar tentang rasa
Saat
kita jauh aku selalu merasa masih ada yang belum terselesaikan, meski kau tak
pernah beranggapam bahwa diantara kita tidak ada yang belum terselesaikan
karena memulainya saja tidak. ya, kau berpikir begitu sedang aku merasa belum
selesai, semua karena perbedaan rasa di hati kita masing-masing.
14
tahun yang lalu masih kubawa hingga kini, kau tidak tau bagaimana aku mencoba
mencari jejakmu, tapi aku selalu gagal, hingga pada akhirnya aku menemukan akun
dengan nama yang sama, kupikir diirmu.
Sejak
2008 silam pertama kalinya menemukan teman-teman tapi tidak dirimu hingga aku
menemukan Virgo yang salah, karena bukan dirimu.
Aku lelah
dengan pencarianku, kuakhiri dengan membuang bayangmu. Tapi, apa yang sudah
pernah kuingat dan apa yang sudah pernah terukir meninggalkan kenangan yang tak
bisa terhapus waktu begitu saja.
Aku membawa
beban di 14 tahun yang lalu, kukemas dengan kebisuan.
Lalu
masih pantaskah kau memberikan bualan yang tak berarti untuk mengartikan
kisahku dengan cinta monyet dulu??
Aku merasa
tidak percaya kau bisa memberikan ungkapan yang membuatku bungah, karena aku
tak pernah tau sejak dulu apakah rasa itu ada padamu.
Aku tak
percaya kau mulai menyukaiku sejak aku meluangkan waktuku untuk panjang lebar
menjelaskan ini semua.
Aku tak
percaya kau memiliki rasa yang ada, karena cinta tak bisa tumbuh dalam hitungan
jam kecuali semua hanya ilusi.
Tapi
14 tahun yang lalu bukanlah waktu yang singkat untuk melebur cinta monyet yang
para pecintanya sudah dewasa. Perlu kau tau, sadar atau tidak detik-detik ku
ini menjadi berwarna karenamu, meski aku tau warnamu adalah semu.
Ya,
aku menemukanmu dalam keadaan yang sudah sangat amat terlambat. Tidak mungkin
aku ada diantara kalian, tidak mungkin pula, aku menghadirkanmu dalam hidupku
kini.
Dan kau
bisa hitung sudah berepa ribu malam keterlambatan itu menyertaiku.
Sekalipun
aku mempercayai rasamu kini, semua sudah tak berarti. Aku mengerti takdir tak
pernah berpihak padaku, setidaknya aku punya kisah indah yang dalam keheningan
tak terkuak, dan meski kau hidup dengan seribu wanitamu, kau masih sama dalam
kuberi arti di sepanjang perjalanan
hidupku kedepan, walau aku tak pernah sempat merasa memilikimu..