Sabtu, 18 April 2009

cita-cita

Aku menatap formulir putih yang hendak diserahkan.

Formulir itu masih tergeletak di atas kasurku.aku menatapnya penuh kesyukuran

Aku tak menyangka, sebentar lagi aku bakal menjadi mahasiswa.

Keinginan yang sudah lama aku idamkan untuk mencapai cita2ku. Tapi selalu tertunda beberapa tahun

Untuk persiapannya.

……………………………………………………………………………………………..

Aku ingat,,10 tahun yang lalu, 7 tahun yang lalu, Mereka orang tuaku, kakak perempuanku,kakak laki2ku selalu berkata bahwa aku harus menyelesaikan sekolah ku dengan hasil yang baik.dari SD, SMP, SMA, dan bisa meneruskan keperguruan tinggi. Mereka bilang aku harus bisa,aku harus berhasil. aku adalah anak terakhir dari 4 bersaudara, paling kecil .usiaku berjarak jauh dengan kakak ku nomer 3. Mereka ga mau melihat aku ga meneruskan ke universitas karena Mereka ingin melihat aku yang paling tinggi kedudukannya kelak.

Aku berontak, aku tak ingin itu. Aku hanya ingin mencari kerja yang berpenghasilan besar.Dan ga perlu kuliah.Aku murung dan uring2an,saat itu. bahkan aku pake aksi mogok makan.Umurku sekitar 11an,tapi sudah di beri ultimatum begitu untuk kehidupan setelah aku meninggalkan SMA.Aku bersikukuh dengan pendirian tidak ingin masuk Kuliah.pendirianku sekuat pendirian mereka pula,bahkan mereka lebih kuat dari aku

Beberapa tahun kemudian aku telah menyelesaikan SMP.Pikiranku telah menerawang jauh kemasa depan.Aku ingin masuk SLTA yang aku ingingkan.Dan aku mampu memasukinya, Aku mengarungi hari2ku penuh dengan keceriaan,seiring dengan perkembangan kedewasaanku, aku mengharapkan kemajuan prestasiku. Aku ingin melanjutkan sekolah lebh tinggi, mengingat cita2ku juga tinggi.Aku terbuai oleh angan masa depanku, hingga aku lupa atas kekeras kepalaanku 10 tahun yang lalu. Yang ngeyel untuk tak ingin masuk keperguruan tinggi setelah aku selesai SMA,seperti yang di katakan keluargaku.

Kupikir,, semua itu pasti kan bisa berubah dari cara pikir seseorang seiring perkembangan diri.. Mungkin dulu aku tak melihat,atau mungkin belum mampu melihat betapa berharganya sebuah pendidikan.Aku menjadi yakin untuk memasuki universitas.mengarungi cita2 dan masa depan.berharap akan menjadi seorang yang berguna.dan menjadi sebuah kebanggaan mereka.Waktu berjalan perlahan, dan waktu pula yang akhirnya memberikan jawaban.bahwa aku tak diberi kesempatan untuk melanjutkan sekolah tinggiku.

Orang tuaku lambat perlahan terkena musibah!!

Usahanya berhenti karena tertipu orang2 yang tak menyukai keberhsilan ayahku.Segala bentuk harta benda yng dipunya lambat laun habis dan terkuras ludas karena orang2 yang tak bermoral. Mungkin salah ayahku pula…Saking baiknya,, Ayahku mempercayai omongan2 mereka,,

Ayah selalu mengurusi keuangannya diluar kota.menagih segala bentuk hutang piutang orang pada usaha ayah.Tapi tak pernah berhasil, bahkan malapetaka lain nyaris menerpa ayah karena siasat mereka.Ayah jarang pulang. Semua kakak2ku sudah tidak menempati rumahku dengan orang tuaku.karena mereka telah berkeluarga dan tinggal berada ditempat yang jauh.Dan lagi-lagi akulah yanga selalu menghadapi 2 orang kolektor dari bank yang bertubuh besar-besar dan bersih.Aku selalu kehabisan akal untuk berucap kepada mereka, ada rasa Takut, Malu, Gelisah, Grogi, Bngung, lalu akhirnya Kepalaku jadi pening! dadaku sesak! dan perutku mulas!

45 Juta bukan uang sedikit bila melihat kondisi usaha ayahku yang sudah gulung tikar karena orang2 tak punya otak dan hanya mengandalkan ilmu2 hitam mereka.Ayahku meminjam uang dibank, dan sisanya 45 Juta belum dibayar karena usaha ayahku tiba2 menjadi seret.Semuanya fasilitas keluarga lenyap.Aku menyadari hal itu, aku tak tega meminta, menagih janji mereka yang 10 tahun lalu bersikeras menyuruh aku kuliah.

Aku tak mampu membebani mereka lagi. Aku ingin membantu mereka, mereka semakin renta.Aku tak ingin menyusahkan dengan meminta dibiayai kuliah….Mereka telah menyekolahkan aku 9 tahun sudah kusyukuri.kini saatnya aku melanjutkan dengan usaha sendiri

Aku bekerja dibeberapa tempat.Aku tak jadi kuliah sekarang.Aku berganti formasi…….

Aku ingin bekerja dulu,mengumpulkan dana untuk persiapan sekolah lagi..aku tak mau meminta mereka .karena seharusnya akulah yang memberikan pada mereka. Hingga 2 tahun selang dari kelulusanku.Aku masih belum bisa mempersiapkan kuliah.Uangku belum bisa terkumpul penuh. Aku selalu memikirkan dan mementingkan keluargaku.Aku anak terakhir yang harus menunjukan bahwa aku bisa berhasil, itu keinginan mereka lampau.mungkin sampe sekarang! hanya karena kondisi yang menguji..

Ayahku melihatku, kulihat matanya berkaca menahan sedih.Mamaku selalu tak bisa menahan airmatanya saat aku pernah menanyakan “kenapa aku ga bisa kuliah?” Suaranya berat, menyesalkan keadaan ini Aku berpura2 tak sedih, tak kecewa, aku selalu berkata “pasti aku bisa kok”

Ayahku mebelai rambutku, "kenapa Cuma kamu ya,yang belum sempat menikmati yang ayah punya”lirih ayahku menahan kesedihan beratnya! aku tau hatinya teriris perih melihat aku tak mampu menggapai sekolah lebih tinggi. itu janji mereka, saat aku berontak mereka menjanjikan dan mengharuskan! kini saat aku menyadari bahwa aku perlu kuliah, giliran orang tuaku mendapat musibah. Aku memang belum sempat menikmati segala yang orangtuaku punya saat aku dewasa.Semua kakak2ku telah merasakannya, kecuali aku!!

Mendengar pernyataan mereka hatiku sakit, tadi aku sempat berpura-pura tak kecewa! padahal dari lubuk hatiku paling dalam hatiku sangat kecewa berat!! ? Orang tuaku hanya mampu mendoakan ku agar suatu saat kehidupanku lebih baik, Dan suatu saat akulah yang paling berhasil kelak.Amiiin..

…………………………………………………………………………

Aku tersadar dari lamunanku, aku bangkit dari kasur.Aku masih menatap formulir itu, air mataku tak kusadari meleh lembut mengaliri pipi.Aku melamun ternyata…Mengingat kejadian2 lalu.

Aku masih tak percaya, aku berani mengambil keputusan untuk medaftar menjadi calon mahasiswa S1 Psikologi.Dan yang aku bawa adalah form daftar ulang, tinggal daftar ulang dan nyerahin form itu lalu diakuilah aku menjadi mahasiswanya.karena aku sudah keterima!

Aku bahagia, sekarang aku selangkah lebih maju, dari yang aku impikan kemarin-kemarin.aku selalu berpikir sangat disayangkan mahasiswa2 yagn telah dibiayai orang tuanya, tapi tidak punya niat.sering bolos! Aku yang giliran minat sekali kuliah,tapi ga ada dana! Tapi syukur alhamdulillah,, aku akhirnya dapat meneruskan cita2ku meski tertunda selama beberapa tahun demi persiapannya.

Mama… Ayah…..Doakan aku yah, agar aku dapat membuat kalian bahagia! Bangga! Dan ga akan ada lagi yang menertawakan kita, mengejek kita,mencela kita selagi kita masih dalam kesusahan itu!! Aku akan buktikan meeka Ma, Yah, bahwa aku Tak sejelek yang mereka kira!.............

Love u …dad, mom

Kamis, 16 April 2009

fenomena cinta

Aku lesu ,, menatap segala langkah yang kutapaki

Kadang jiwa ini merintih perih diatas letih

Kadang tubuh ini lelah berbenah

Dan kadang bibir melesat tuk mencibir..

Sungguh sesuatu yang memuakan

Titik jemukah ini yang kutemu ?

Aku tak tahu karena aku memang

Tak pernah merasa tahu

Hingga ini, Luapan-luapan itu dan sejenisnya

Datang pergi silih berganti pada

setiap otak yang siap untuk meledak

Aku kesal, kesal, dan kesal

Diantara kita masih punya otak ,

Diantara kita mungkin masih ada yang punya hati..

Tapi diantara kita apakah masih ada yang punya air?

Aku Haus,,

Pada masa keabadian yang berlalu

Aku rindu,peluk kecup waktu yang masih

Memanjakanku sebagai gadis kuncup

Tapi perjalanan tahun demi tahun

Adalah sebuah waktu yang meminangku

Belajar menjadi wanita dewasa..

Aarggghhh.....

Ajariku ,agar aku mampu menjadi sosok wanita

Yang masih pada bayangan semasa lalu..

Seperti yang kamu mau...........

Jumat, 10 April 2009

malam diam

Malam ini masih terbungkam

Dari detik-detik setiap pekan

Bukan cinta yang kucipta, bukan hati ingin memiliki

Jantung siang menjulang tenggelam

Pada dada malam , Lalu..

Fajar menjemput meninggalkan gelap

Hingga senja melembayung pada sudut cakrawala

Dia adalah bernama Pria dewasa

Dia masih berdiri, berlari, dan berputar menari-nari

Dengan filosof-filosof jiwa yang berkarat erat

Kemudian aku terduduk lunglai pada jiwa

Yang menganga..

Hampa,,

Masih diam menunggu jawaban alam

Masih hening mencari sosok, siapa dia?

Dan apa arti keberadaanya..

Dimuka bumi yang penuh ilusi ini……..

Selasa, 07 April 2009

CanDu RiNdu ***

Kemarin aku adalah seonggok jiwa yang berbunga dari beberapa jam

Menunggu hari esok dengan senyum dikulum

Sekarang, tiba waktu itu

Yang Kutunggu, adalah satu jam berlalu

Berubah menjadi candu untuk merindu..

Sesosok asing bernama Pria penuh misteri

Tanpa kata menanda cinta,

Dan aku tak mengerti pasti..

Mala mini adalah selang beberapa jam

Dari waktu yang kutungu..

Di remang taman penuh bintang,,

Dinginnya menjelma sebuah gebuan rasa

Memaksa untuk memuisikan tentang ini

Apakah Dia orangnya ?

Yang dalam pencarian dan belum kutemu..

Adakah Dia dalam angan ?

Ynag pernah kumiliki, lalu pergi dan kini hadir kembali

Ah.. lagi-lagi aku tak mengerti

Siapa sosok asing bernama Pria itu?

Bahkan Tanya seribu kata tak terjawab hanya dengan termangu

Kini aku bergegas,, menunggu hari esok

Dan tinggallah menahan candu rindu yang mebisu..

menemukanmu dalam terlambat

Sudahlah Virgo Aku sudah keliru, Aku tak mau dugaanku menjadi salahpaham, menanggapi ucapanmu yg semestinya hanyalah ilusi untuk ku....