Malam ini masih terbungkam
Dari detik-detik setiap pekan
Bukan cinta yang kucipta, bukan hati ingin memiliki
Jantung siang menjulang tenggelam
Pada dada malam , Lalu..
Fajar menjemput meninggalkan gelap
Hingga senja melembayung pada sudut cakrawala
Dia adalah bernama Pria dewasa
Dia masih berdiri, berlari, dan berputar menari-nari
Dengan filosof-filosof jiwa yang berkarat erat
Kemudian aku terduduk lunglai pada jiwa
Yang menganga..
Hampa,,
Masih diam menunggu jawaban alam
Masih hening mencari sosok, siapa dia?
Dan apa arti keberadaanya..
Dimuka bumi yang penuh ilusi ini……..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar