Malam gempita dalam kesunyian ini
Aku terkapar merasakan ketegangan menyertai seluruh organku. . .
Perjalanan waktu tak kuasa ku hentikan,
Setelah tersadar, rasa berbicara.. airmata bersuara..
Maafkan Bunda. . . Sayang,
Maaf. . .
Dan pagipun bersolek, sinar cahayanya berpendar di setiap penjuru dunia
Sisa airmata tak juga berhenti,
Aku adalah seonggok hati yang tercabik.
Aku telah melukai bagian dari nyawaku
Semua kulakukan tidak sejalan dengan nuraniku
Sayang..
Selain Ayahmu, kamu adalah makhluk baru dalam hidup ini yang berhak untuk Bunda kasihi.
Bukan Bunda tak sayang, bukannya Ayah tak mencintai. Bukannya kami tak bahagia
Mempunyai kamu,
Tapi kamu tau ?
Kenapa hadirmu belum bisa membuat Ayahmu dan Bundamu tersenyum senang..
Jika kamu dapat melihat ke dua wajah kami,
Wajah kami mencerminkan separoh kebahagiaan yang tertahan kedukaan yang teramat dalam.
Pasti kamu marah kepada kami dan tak lagi mau mendapat elusan lembut dari Bunda
Sayang, dengarkan Bunda baik-baik…
Kamu adalah titipan Tuhan buat Bunda,
dimana DIA memilih Bunda dan Ayah sebagai orangtuamu, karena percaya pada kami
oleh karena itu, kamu harus percaya pada kami, kalau kami memang menyayangimu.
Kamu adalah hasil pertama kalinya untuk dapat membuktikan bahwa
Bunda adalah wanita yang utuh yang bisa menjadi seorang ibu
Kamu tidak tahu, bagaimana sesungguhnya hati kecil kami sangat bahagia atas hadirmu,
Kamu dibuat dengan cinta,
Kamu dirancang dengan kasih,
Dan kamu dibangun serta dibentuk dengan rasa sayang
Kamu itu adalah buah kasih kami. . .
Sayang, usap airmatamu,
Bunda tau kamu kecewa, Bunda paham kamu sedih.
Karena jauh-jauh kamu berlari dan berdiam disini adalah lantaran kamu ingin memiliki orangtua.
Sayang, kamu hanya membisu dan merunduk, seolah kamu telah mengerti kedukaan kami,
Padahal hatimu telah terluka pada Bunda dan Ayah yang belum bisa menerimamu.
My lovely baby, I love u so much. . .
I am so sorry hunny. . .
Trenyumlah, dalam kebisuanmu sedari tadi.
Barangkali telah tersimpan amarahmu…
Bukan salahmu, kalau kamu hadir dalam hidup Ayah dan Bunda
Tapi, masalahnya..
Kamu hanya terlalu cepat, sayang, untuk berada dalam perut Bunda..
Kamu terlalu awal, hingga kami belum menyiapkan apa-apa
untuk melakukan yang terbaik untukmu.
Tunggu, sayang. .. tunggu,
Jangan palingkan muka begitu pada kami,
Semua yang terjadi ini, bukan salahmu. .
Bukan pula dosamu,
Ini adalah dosa kami, dan kamu seutuhnya suci, Nak. . .
Tapi, cobalah mengerti,
Kami menjadikanmu dengan nuansa cinta, dengan cinta kasih selamanya.
Jadi, tidak mungkin kami membencimu..
Cukup, Nak.. jangan berontak emosi,
Itu hanya akan menyakitimu dan membuat Bunda tersiksa
Jika kamu masih belum mau keluar dan menjadi gagal,
Jika kamu masih tetap memiliki kami sebagai orangatuamu,
Menurutlah kata-kata Bunda…
Menurutlah kata-kata Ayah…
Seandainya saja kamu mau untuk bersabar sebentar,
setidaknya menunggu Bunda dan Ayah berikrar di depan saksi,
kamu akan menjadi makhluk kecil yang pertama membuat Ayah dan Bunda
sangat bahagia dan lega .
sekarang kamu mengertikan?
Kenapa Bunda berupaya melukaimu, dan pula kenapa Ayah 1000x pusing dan pening…
Anak baik dan pintar selalu paham.
Diam sajalah, Nak…
Jangan berisik, suaramu akan terdengar oranglain.
Jangan sampai eyang-eyangmu, Tante, Om, Pakde, Bude mengetahui adanya kamu yang telah sembunyi di balik kulit perut Bunda.
Janganlah rewel, hingga waktu yang telah ditentukan kelak.
Doakan ya sayang, Ayah dan Bunda segera resmi menjadi orangtuamu..
Anak sholeh, harus mengerti kepelikan orangtuanya, jangan berkembang pesat nanti orang-orang curiga dan Bunda tidak mau kamu menjadi umpatan dan bahan omong orang-orang
Nanti setelah Ayah dan Bundai bersatu…
Kamu akan mendapat perawatan khusus yang lebih baik.
Kamu akan merasakan pelukan Ayah setiap malam, dan kamu akan mendengar Ayahmu memnaggilmu ‘Sayang’
Dia akan selalu membelaimu diluar kulit dan daging perut Bunda. . .
Karena Ayahmu, Bundamu sangat sayang kamu !!
Air mataku, terhapus derai angin…
Aku kalut, gundah melanda..
Jika kerumitan ini hanya bisa tuntas dengan kuberantas segumpal darah ini. ..
Sesekali kulirik fisik,
Ya! Benar, dia ankku yang malang.
Seketika aku membuka hasil keberadannya dengan suatu alat. Kulihat, begitu dalam..
Dua garis merah muda, membuatku jadi terimaji oleh wajah my lovely baby yang tersenyum padaku tanpa dosa…
‘Bunda, tolong jangan obatin aku lagi, aku kesakitan..’ seolah dia merintih demikian
Aku mengusap lembut dirinya melalui perutku.
“Nak, jika benar kamu berada disini karena titipan Tuhan, apakah ada pesan untuk Bunda ?”
… “Bunda, aku ada karena perbuatan Ayah dan Bunda dengan segenap cinta, aku disini karena memang aku anak kalian. Tuhan berkata padaku, bahwa aku turun menjadi diperut Bunda karena Bunda adalah malaikat penjagaku, yang akan melindungiku. Bunda dan Ayah adalah bagian dari kromosom-kromosom yang bercampur dan menjadikan aku ada..
Tuhan berpesan, tidak usah kawatir, kalau Ayah dan Bunda tidak mampu. Karena Tuhan akan membantu dan memberi jalan pada kalian untuk mempertanggungjawabkan semuanya. Begitulah yang harus aku sampekan. . .”
Aku terperanjat, kubuka mata. Aku bermimpi, Ahhhhh..
Aku menjadi tidak ingat apapun, kecuali dikuasai oleh ingatan tentang haru dan rasa sayangku
Untuk Ayah.. .
Dan untuk my lovely baby.. .
inspiration : by women - young mom (pregnant before marriage)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar