Kamis, 28 Juni 2012

oh, Tuhan

jika Tuhan telah memutuskan untuk aku berada disisiNya, berarti aku harus siap! tapi Tuhan.. bagaimana dengan dia? aku belum mau membiarkan dia menjadi duda muda tanpa kutinggalkan apa-apa untuk dia. siapa yang akan mengurusinya nanti, Tuhan? siapa yang akan memperhatikannya nanti, Tuhan? siapa yang akan melayani dia nantinya, Tuhan.. jika aku secepat ini akan kau panggil?

akankah dipelukmu terasa lebih tenang dan damai, dibanding kenyamanan apapun di dunia ini?
aku tidak pernah merasa bangga dengan rasa sakitku, aku juga tidak pernah ingin mengumbar serta menceritakan secara detail tetnang luka hati ataupun tubuhku,
semata untuk mendapat belas kasih dari orang lain. jika ada sebuah perlombaan tentang kepintaran seseorang yang mampu menyembunyikan rasa sakitnya secara sempurna, maka itu adalaha aku.

tuhanku yang bijak, aku adalah ciptaanMu, aku adalah product yang engkau punya. jika aku akan engkau tarik, silahkan. jika engkau akan memusnahkan aku, silahkan, jika engkau akan menjadikanku lebih baik, itu juga hakMu. namun, satu hal yang selalu aku tahu, bahwa engkau adalah bijaksana, jadi engkau akan tau mana yang terbaik untukku. jika luka dan kepedihan adalah jalan terbaik untukku, aku ikhlas dengan segala yang kau tetapkan, karena sesungguhnya aku hanya manusia biasa yang tidak pernah mengerti rencanaMu untukku apa..

maafkan aku, jika aku selalu merintih kepadaMu. sebab aku tak tahu lagi, di sini, aku akan bercerita pada siapa? aku akan mengeluh dengan siapa? ? selain engkau ya Allah... kau yang pantas untuk selalu menjadi tempat curahan airmataku, disela doaku, disela isakku.

apa aku salah kalau aku berharap bahagia? apa aku salah, kalau aku harus setia pada satu pria? apa aku salah kalau aku ingin dianggap ada? apa aku salah kalau aku ingin mendapatkan cinta yang sempurna? apa aku salah ingin merasa yakin bahwa cintanya hanya untukku? apa aku salah berharap kasih sayangnya hanya untukku? apa aku salah kalau hatinya sudah tak mampu lagi menginginkan orang lain dan cuma aku yang dia ingat. salah aku juga kalau aku ingin pikirannya tak bisa mencerna lagi tentang perempuan selain aku? apa aku juga slah kalau mengharapkan cintanya sebesar cintaku? salah aku jugakah kalau ingin dia menyayangiku lebih besar dari kasih sayangku terhadap dia?
jika semuanya memang salah aku untuk berharap dan meninginkan dia menjadi seperti itu, maka cabut saja rasa cintaku ini yang dalam untuk dia. bukankah itu semua juga pemberianMu, Tuhan? bukankah ini semua adalah anugerahMu, Tuhan? sebab aku tak pernah mampu bisa menyayangi seseorang sebesar ini, apabila bukan engkau yang mengirimkannya di hatiku
..

saat aku menyusuri malam, sealu kutadahkan doa untuknya, agar segala keberkahan melimpahinya, agar segala kebaikan menyertainya. setulus doaku, setulus cintaku, berharap suatu saat dia sadar...


dulu, aku tak pernah bisa menjadi selembut dan sesabar ini, tapi Tuhan telah merubahku menjadi lebih penyayang. Tuhan membuat perubahan besar untukku. Tuhan dengan mudahnya membuat aku menjadi seperti ini. maka akupun yakin tidak cukup sulit untuk Tuhan merubah dia menjadi tidak berubah lebih baik dari pada inii.


memilihmu karena allah


Bila cintaku memilihmu
Aku tau itu bukan pilihanku
Tapi pilihan-Nya

Bila cintaku memilihmu
Itu bukan karena cintaku padamu
Tapi karena Dia yang mencintai kita

Bila cintaku memilihmu
Biarkan waktu yang menjawab
Siapakah dirimu

Bila cintaku memilihmu
Aku yakin cinta-Nya telah memilihmu untuk menjadi teman bagiku menyempurnakan setengah agama ini....

Bila cintaku memilihmu
Izinkan ku habiskan sisa usiaku untuk ikut bersamamu

Ijinkan aku mencium telapak kakimu dg air mata
Pengabdianku
Jika aku telah halal bagimu,,aku ingin menjadi budak orang shaleh
Yg takut hanya kepada allah
Karena tiada jauh brbada
Dg layaknya dimuliakan di istana raja

Sesungguhnya aku telah diciptakan
Dari tulang rusukmu…….

Senin, 26 Maret 2012

orang belum tepat dahulu sebelum orang terbaik

Jika Tuhan telah menggariskan sebait jiwa bersyahdu dengan jiwa lain, maka bukan sebuah kesalahan walau perjalanannya begitu berliku.

 

Tuhan menetapkan kita bukan kepada orang yang kita inginkan, melainkan orang yang kita butuhkan, meski kita takkan pernah tau dari segi mana kita membutuhkannya. Tapi kita harus yakin bahwa tuhan telah lebih tau siapa kita, maka tuhan takkan salah memilihkan kepada siapa kita akan bersanding.

Tuhan selalu mendatangkan orang yang tidak tepat terlebih dahulu kepada kita sebelum pada akhirnya dipertemukan kepada orang yang terbaik untuk kita. Hanya terkadang, kita salah dalam menanggapi hingga pada akhirnya kita akan berpikir bahwa cinta kita telah habis terkuras pada dalamnya rasa terhadap orang yang belum tepat.

 

Dari sini, mestinya kita harus mulai sadar, waktu kita akan terasa terbuang jika kita mendalami cinta yang belum semestinya tentu menjadi orang terbaik dari pilihan tuhan. Sebab dari mereka-mereka yang belum tepatlah kita harus belajar mengasah pribadi menjadi lebih baik dulu utntuk pada akhirnya akanlah didatangkan orang terbaik buat kita. Namun kita takkan pernah tau apakah orang yang  sedang bersama kita adalah orang terbaik atau orang yang belum tepat untuk kita?

 

Biar menjadi urusan tuhan memilihkan, tugas kita adalah siapapun mereka, berikan cinta sekadarnya, cinta yang tidak lebih besar dari cinta kita terhadap tuhan kita sendiri. Cintailah mereka karena allah maka kita akan terobati dari luka hati. Karena allah tak pernah ingkar janji apalagi menghianati…

Senin, 06 Februari 2012

pilihanku

Dan akhirnya tiba suatu masa titik jemu menjadi biasa
Berdiri tegak menatap hamparan langit luas sekaligus menantang awan yang mendung
Membuatku memilih jalan panjang yang berliku bersamamu

Banyak orang menghabiskan waktu menjadi para pecinta pria di meja pertaruhan.
Banyak orang yang menghabiskan waktu digemerlap malam dengan penuh suka cita
Tapi aku ingin habis waktuku disisimu, sayangku.
 
Bicara tentang sayap-sayap berdarahku yang masih terlewati untuk kau mengerti.
Atau tentang perjalanan hidupmu yang kau geluti dengan tetesan-tetesan peluh.
Di luar sana, beribu orang mati bunuh diri karena patah hati.
Ada banyak anak-anak afrika mati terkapar karena lapar.
Tapi aku ingin mati disampingmu, cintaku.

Mengakhiri hembusan nafas dengan kelelahan yang berkepanjangan ini setelah kita bosan hidup dan selalu bertanya tentang tujuan dan hakikat manusia hidup yang tak satu iblis kerdilpun tau.
Sayangku, adakah kau masih membelaiku semesra malam itu? Ketika kau sentuh, ku mendekat, kau dekap lebih mesra, lebih dekat!
Apakah kau masih menggenggam tanganku sekarang, seerat tempo lalu? Dimana hangatnya mampu meleburku dari lautan emosi.
Sesungguhnya kita berbeda dalam semua, kecuali dalam cinta dan rasa.
Hingga lingkaran jam tak habis bersama waktu, hingga kulit kita berkeriput dan helai demi helai putih mewarnai rambut.
Kita masih sama dalam cinta dan rasa…

menemukanmu dalam terlambat

Sudahlah Virgo Aku sudah keliru, Aku tak mau dugaanku menjadi salahpaham, menanggapi ucapanmu yg semestinya hanyalah ilusi untuk ku....