Senin, 06 Februari 2012

pilihanku

Dan akhirnya tiba suatu masa titik jemu menjadi biasa
Berdiri tegak menatap hamparan langit luas sekaligus menantang awan yang mendung
Membuatku memilih jalan panjang yang berliku bersamamu

Banyak orang menghabiskan waktu menjadi para pecinta pria di meja pertaruhan.
Banyak orang yang menghabiskan waktu digemerlap malam dengan penuh suka cita
Tapi aku ingin habis waktuku disisimu, sayangku.
 
Bicara tentang sayap-sayap berdarahku yang masih terlewati untuk kau mengerti.
Atau tentang perjalanan hidupmu yang kau geluti dengan tetesan-tetesan peluh.
Di luar sana, beribu orang mati bunuh diri karena patah hati.
Ada banyak anak-anak afrika mati terkapar karena lapar.
Tapi aku ingin mati disampingmu, cintaku.

Mengakhiri hembusan nafas dengan kelelahan yang berkepanjangan ini setelah kita bosan hidup dan selalu bertanya tentang tujuan dan hakikat manusia hidup yang tak satu iblis kerdilpun tau.
Sayangku, adakah kau masih membelaiku semesra malam itu? Ketika kau sentuh, ku mendekat, kau dekap lebih mesra, lebih dekat!
Apakah kau masih menggenggam tanganku sekarang, seerat tempo lalu? Dimana hangatnya mampu meleburku dari lautan emosi.
Sesungguhnya kita berbeda dalam semua, kecuali dalam cinta dan rasa.
Hingga lingkaran jam tak habis bersama waktu, hingga kulit kita berkeriput dan helai demi helai putih mewarnai rambut.
Kita masih sama dalam cinta dan rasa…

menemukanmu dalam terlambat

Sudahlah Virgo Aku sudah keliru, Aku tak mau dugaanku menjadi salahpaham, menanggapi ucapanmu yg semestinya hanyalah ilusi untuk ku....