“Kamu sayang aku ga?”
“iya tentu sayang..”
“kalo gitu,bilang sekali donk..”
“Aku sayang banget sama kamu..”
Pemandangan didepan betul-betul membuat milda iri.Syifa sahabatanya,sedang ketemuan diseberang cafe dekat asrama putri lily putih. Dengan pacarnya.dan milda selalu saja menemaninya,,
“eh milda,,keburu pengen pulang yah?”
“iya nih,,kamu?kalo masih mau disini ya sudah tidak apa-apa,aku pulang sendiri aja deh”
“jangan mil,kita bareng aja..”
“oke deh honey..sampe besok ya,,makasih buat hari ini udah mau datang..aku sayang kamu..”syifa berpamitan
“iya,,aku juga sayang kamu.hati-hati ya dijalan..”
mereka berpisah saling berciuman,,entah mungkin bukan berpisahan yang sangat lama,karena besok pasti mereka mengadakan janjian ketemuan lagi di tempat seperti biasa..
dyas adalah sosok yang romantis bagi setiap perempuan,,perawakannya yang macho dan cool membuat para gadis penasaran,,tapi aku salut karena meskipun begitu dia ga semudah itu merayu-rayu gadis.kecuali Syifa,satu-satunya perempuan yang dipacarinya satu setengah tahun yang lalu..
mereka pasangan yang sangat bahagia..meskipun telah lama menjalin cinta,tapi tak kudapati mereka saling ingin berucap putus..jangankan putus,,kulihat hubungan mereka gersang saja tidak..
setiap hari selalu penuh tawa dan cinta.membuatnya kian iri saja..
“ini sudah jam berapa Mil?”tanya syifa setengah mengajak berlari dan itu membuat aku tersentak dari lamunanku.
“eh,,eum..jam 9 kurang 10 menit”
what....................kurang 10 menit gerbang asrama ditutup..
“ayo mil,lari..udah mau tutup loh!!!”
kita lari terhuyung-huyung.Asrama putri Lily putih,berada ditengah jantung kota daerah semarang,disini selalu ada peraturan ketat oleh penanggung jawabnya.dari kejauhan terlihat seperti gedung bertingkat 3 dengan cat berwarna merah jambu,yang mampu menampung beratus para pelajar dan mahasiswi yang berjenis kelamin sama semua..perempuan! cukup sangat terlihat jelas bila dipandang dari kejauhan cafe dimana tempat ketemuannya Syifa dan dyas.
Dan tempat ini sangat sangat tertutup buat laki-laki.bahkan jika ada saudara laki-laki menengok penghuni salah satu asrama tersebut,selalu diinterogasi panjang dan lebar.bahkan ga cuma itu,tapi juga diperbolehkan hanya bertemu diruang tamu,atau teras khusus penjenguk yang berjenis kelamin laki-laki.
Pontang panting kami lari tapi..hasilnya,,,
“payah nih..jam segini udah tutup,padahl kan malam masih muda,aku masih pingin jalan-jalan..hhuuhh..”
“hahahahhahahah,dasar kamu syif,kalo udah berduaan aja selalu g pernah ingat waktu deh..”
“eh,mil gimana pacarmu?ada perkembangan ga?”
Deeg..
“fiuh enak kali ya syif jadi kamu,punya pacar yang masih bisa mesra sama pasangannya padahal hubungan kalian udah cukup lama,tapi kayak masih pacaran pertama kali.”
tatapanku sayu..sepertinya syifa mampu mendapati apa yang sedang aku pikirkan.
“kamu sedang berantem ya mil?”
“nggak sih,tapi aku selalu merasa gelisah,entah kenapa sebabnya..mungkin karena dia ga pernah mengatakan sayang padaku,atau kalimat-kalimat cinta lainnya.membuat aku jadi tersadar dan berpikir,apakah tama juga mencintaiku”
“hah,eum,,kita minum teh ditaman belakang yuk mil,jam segini masih buka kok.sambil kita nunggu bu Dita tidur terus kita loncat pagar deh.heheh”
aku mengangguk,,kupikir ide bagus juga..
aku juga penat ada dikamar terus.lumayan tidak tahan harus satu kamar dengan sibibir banyak asmi,
tukang gosip dan selalu bikin onar di kawasan lantai 1.
entah selalu ada saja yang dia gunjingkan,,gadis egois yang kurang disayang teman-temanya.
Aku juga tidak tau kenapa bu Dita dan miss biuty(orang penanggung jawab lantai 1 dan kami kerap memanggilnya miss biuty karena orangnya mirip boneka,cantik dan sangat santun)membuat peraturan baru untuk si Asmi agar di satu kamarkan dengan aku,alya,dan Nayami,gadis berdarah indo keturunan jepang dan sunda.kami sekamar ada 4 orang,tapi aku tak habis pikir kenapa bu Dita dan miss biuty menyatukan orang-orang pendiam seperti kami dengan si asmi yang tak beraturan mulutnya??
“gimana ceritanya tuh mil,kok kamu sampe begitu-begitu amat?”
mildan cuma menggeleng,tanpa kepastian..mukanya kecut,tatapannya sayu,suaranya lirih dan sangat berat.
Milda terdiam sambil menyeruput teh hangatnya pelan-pelan.
Aku ingat jelas waktu itu..pikir milda mencoba mengingat kejadian beberapa hari yang lalu...
saat masih menunggu Tama di depan gedung bioskop seperti kencannya waktu itu.
“eh lama ya nunggu,tadi ada rapat dulu di kampus,,”sapa tama setelah hampir satu jam milda nungguin dia
“em ,,lumayan sih Ma..kamu mau jalan-jalan kemana ?”
“terserah kamu,tapi jangan lama-lama ya..soalnya banyak urusan nih hari ini sama dosen dilaborat”
“Ooo,,ya sudah deh ga papa kok!gimana kalo kita,,cari baju aja yuk,,buat intan teman baru kita diclub berkebun.dia anak baru loh.baru pindahan 1 minggu ini.yaah itung-itung sebagai salam kenal aja.gimana Ma,menurutmu?”
“oke lah....Ga apa2 kok!”
kita berdua jalan menyusyuri counter-counter baju.melihat-lihat tempat yang lumayan bagus dan gak terlalu mahal.secara doku kami cuma doku para mahasiswa yang masih mengandalkan uang jajan orang tua..
masih belum terlalu lama setelah kami membeli satu stel long dres buat intan......
“Eh pulang yuk,,ini sudah jam setengah 9,bukannya nanti gerbang asrama kamu bisa ditutup?,
ku antar kamu pulang ya..”
"Haaaahhhh,,padahalkan baru sebentar……………….."
Milda teriak lepas,,seketkia itu ia tersadar sedang mengingat kejadian tempo hari..dan Syifa sontak kaget..mendengarnya,,dia kira temannya itu udah agak-agak ngantuk,jadinya agak sableng teriak sendiri.
“kenapa sih kamu?ngagetin saja!!ngantuk ya kamu?”Tanya syifa dengan sorotan mata yang begitu tajam
“bukan begitu syif..aku,,kemarin sebel sama tama,dia kan aku ajak jalan-jalan gitu.terus belum ada beberapa menit dia ngajak pulang,terus aku dianterin..payah banget ga tuh..padahal kan malam minggu gitu syif!”beber milda bertubi-tubi
“kao dipikr-pikir lagi sih emang dia ga pernah bilang sayang sama aku,karena dulupun yang nembak juga aku,yang ngajak kencan selalunya juga aku.”tambah milda dengan perasan mulai gelisah
“wah gawat tuh mil,kenapa kamu bisa pertahanin cowok kayak dia sih..atau gini aja,,kamu harus pancing dia agar kamu tau perasaan dia padamu.kalau berani menyatakan perasaan kamu ke dia berarti g susah juga bua tanyain ke dia hal ini kan?coba Tanya ke dia di kencan kali ini ya….
♥♥♥♥♥
Sore itu...aku beranikan diri menunggunya didepan kampus tama.ada Adit temannya seangkatan tapi di fakultas yang berbeda.kulihat adit mendekatiku,aku menyapa nya ramah pula
“Milda ya?sedang apa kamu mil disini?”
“eh nggak kok,aku lagi nunggu seseorang..”jawabku malu-malu
“kenapa nggak dikantin aja sih nunggunya?malah disini,,panas kale mil..ntar item loh.sayangkan kulit puithmu jadi gosong.pasti lagi nunggu tama ya?
Setia sekali sih kamu.hehehehe.padahal tu anak masih sibuk banget sama jadwal-jadwalnya.”
“Oooh dia lum kelar ya urusannya?”
“belum deh kayaknya..ya udah coba aja tungguin dikantin,taukan tempatnya?atau mau ku antar ,soalnya aku juga mau diruangan teman.kebetulan ada disamping kantin.gimana?”
“Makasih deh dit,aku kesana sendiri aja yah..”
“oke deh,,aku duluan ya mil.daaaa”
Adit meninggalkna milda.semakin lama makin menghilang sosoknya dibalik pohon-pohon yang menjulang di lapangan basket kampusnya tama.
Milda,lalu menuruti adit,lebih baik nunggu dikantin.pikir milda,selain ga capek,juga ga malu nih,dilihatin banyak orang.
Beberapa menit udah nyampe dikantin,,tapi beberapa menit pula, dia mulai jengah nungguin tama ga juga datang!milda mulai jengah..
Kayaknya aku juga mesti latihan nih,,bagaimana mungkin aku bisa menanyakan hal ini?ini lebih susah dari pernyataan cinta..karena maknanya lebih dalam.
Bagaimana kalo dia bilang aku tidak pernah menyukaimu,,atau kalo tidak pembicaraan kami melantur kemana-kemana…padahal aku sayang banget sama dia……..
Aku takut,,takut sekali..tapi aku tetap harus Tanya hal ini,,kalo tidak aku takkan bisa jalan lebih jauh lagi
DEGH….!!!!
“Tama…….”
Milda melihat tama dari kejauhan.pria itu berjalan sante membawa setumpuk berkas-berkas dengan dibantu seorang wanita dibelakangnya.siapa ya dia?aku mulai memikirkan hal itu,membuat aku lupa pada semua latihan-latihanku tadi..
Tidak,,aku harus tetap berpikir yang positif,,siapapun dia..pasti ga lebih dari seorang teman biasa!
Tama berhenti diruangan dosen,,lalu masuk untuk beberapa menitnya.aku memperhatikannya lagi,,kulihat dia keluar ruangan,lalu mendekatiku perlahan.sepertinya dia sangat capek sekali,,tapi tetap mencoba tersenyum untuk menemuiku..
“maap yah,,udah dari tadi?”tanyanya sambil menarik kursi disebelahku.
“lumayan Ma,,lumayan untuk jadi pajangan kantin kamu ini..hihihh”jawabku seolah mencairkan suasana..
Tama tersenyum simpul saja,g lebih..
“ada yang mau aku tanyain kok,,tapi aku takut kamu marah..”
“Tanya apa?terus kenapa membuat aku bisa marah? Ya sudah tnya aja gpp kok!”
Tenang milda……..atur nafasmu,,
“tama,menurut pendapatmu tentang aku bagaimana?”Tanya milda terbata-bata..
Takut..takut sekali…apa jawaban tama ya……………..
Bilang sayang dong..ayooo,,,,
“Maksudmu?”jawab tama kaget g mengerti dengan maksud milda
Dheg…..Sssrrrr,,,,,,
Aku Cuma memandangi kedua bola mata tama,,tapi tak berani berucap apa-apa lagi.aku ga tahu mesti bicara apa lagi,,pikiranku mulai kacau.
“memangnya kau butuh jawaban,,tentang bagaimana kamu?”
“hah”
Mata tama saling bertemu mata milda.
“Ohh,begitu ya,, a…aku ini apamu tama?”
Milda mulai menahan sesuatu yang menyakitkan di tengah tenggorokan….
Air matanya mulai keluar,,tapi dia tidak mau memperlihatkan pada tama
“ya sudah….aku permisi pulang dulu ya..maap mengganggu kamu selama ini”kata milda pelan hampir tak terdengar,lalu pergi beranjak meninggalkan tama yang duduk sendirian
“loh,,mil..mil..tunggu mil…”tama berteriak-teriak membuat orang-orang disekitar pada melihat kearahnya..
Milda seolah tak mendengar apa-apa…ia terus lari..lari g tau mau kemana,,ada rasa perih dihatinya.tapi ia merasa menyesali,,kenpa ia tak pernah sadari ini.
Bodoh banget selama ini aku,,pikirnya
Aku mau kemana ini yah….kenapa aku bisa ga sadar begini sih,,harusnya aku tau kalo dia tuh emang g pernah sayang sama aku……
Airmata milda mulai meruntuh,,kakinya entah akan kemana..tanpa sadar ia sudah ada ditaman belakangkantor pos setempat,sendirian.
“hai cewek….,,kok sendirian aja sih?”
Milda kaget setengah mati ada orang yang menyapa dia dari belakang.orangnya tinggi,gondrong seperti orang seniman.tapi wajahnya cukup dewasa dan berkharisma.
.iiih mengerikan sekali..spontan dia langsung menyingkir selangkah menjauhi orang asing tersebut.
“ka,,kamu siapa ya?”Tanya milda setengah ketakutan
“jangan takut manis…aku Cuma pengen ngobrol sama kamu saja,,kamu kok sendirian?ada masalh?kenapa menangis?cantik-cantik kok nangis,tar jadi jelek loh!!” jawab orang itu sambil duduk perlahan dari sisi milda.
milda perlahan mulai tidak takut,ia Cuma tersenyum dikulum bibir..
“kenapa menangis neng?”
“gapapa kok bang,,Cuma sedang ada masalah..”
“pasti sama cownya ya?ya udah g usah terlalu dimasukan kehati..kadang cara piker cewek g sama dengan cowok.tenang aja ya,,,kan masih ada aku…hehehhe”
Aneh sekali ya orang ini,pikir milda.kenapa dia mau sih dengerin kelu
Milda cerita sedikit banyaknya tentang masalah yang ia rasakan barusan tadi.
“aku sayang kamu kok,kamu jangan sedih lagi ya?!kan jelek”kata orang asing itu sambil berusaha mengusap air mata milda.
Milda kaget,,tapi berasa sedkit lega..tapi lebih terkesan risi saat dia mengusap pipinya.
Andai saja kata-kata itu keluar dari mulut tama….kalimat sayang yang g pernah di ucapkan tama padaku.kenapa harus orang ini yang berkata demikian.orang itu mendekati milda,sepertinya jurus rayuan-rayuan mulai didendangkan ketelinga Milda
Entah apa maksud orang asing itu Tanya milda dalam hati,,milda hanya diam mencoba tersenyum seperti biasa..
♥♥♥♥♥
Kresek…
Gubraaaaaaaakkkkk………………..
Hah,,,,,,,,,,,,,,,
Tama…….
Kenapa tama ada disini,,dibalik semak-semak berbelukar itu?ada apa ini,,kenapa dia poncang pancing begitu bajunya,kotor dan dekil sekali..kulihat dibibirnya berdarah,dan masih segar mengalir!
Apa yang terjadi ini ya tuhan….
Tama mendekat,dengan tergopoh-gopoh,tatapan matanya sungguh tajam seperati mata kucing siap menyergap..sorot matanya penuh kecemburuan menatap orang asing yang ada disampingku
Aku hanya terdiam berkecamuk tak mampu bergerak,kakiku terasa kaku,lidahku kelu tak mampu berucap satu katapun sekedar buat memanggil namanya dan menanyakan apa yang terjadi pada dia,,
“Kau!!!! Ngapain kamu dekati cewekku,,jangan ganggu dia,,aatau kalo tidak kamu akan berurusan dengan ku..jangan sekali-sekali lagi menampakkan mukamu dihadapanku kalo tak ingin bernasib sama dengan grombolanmu yang ada dibalik sana…”bentak tama dengan nada tinggi membuat aku takut sendiri,,suaranya setengah mengancam orang asing disebelahku.orang tersebut nyaris terkejut!tapi ia menantang dengan sura lantang rupanya
“kamu pikir kamu itu siapa?cowoknya dia?cyuuh!!!”hardik orang asing itu tak kalah menantang..
SREGPH….……………..
Tangan milda tiba ditarik oleh orang bertubuh besar disampingnya itu,,kasar sekali
“auuuhh,,sakit!!!!!lepaskan aku,,”rintih milda.
Sebenarnya ada apa sih ini?
aku benar-benar merasakan sakit pada pergelangan tanganku..dia kasar,,apa hubungannya sama tama ?kenapa dia tiba-tiba juga muncul mengagetkan dengan bentuk yang seperti itu??aku Cuma bisa menahan sakit,air mataku nyaris keluar.kulihat tama begitu emosi saat dia melihat orang asing itu melawannya ,,terlebih saat tanganku dipegang secara mendadak dan tidak sopan oleh orang itu..
Tama makin berani,,sepertinya dia terbakar api cemburu..
tak kusangka dia berani melangkah maju dan akhirnya memukul orang itu sampe terbabat abis nyaris tak bisa bergerak!!!
Orang itu tersungkur ,,aku tak kuasa melihatnya,lalu pergi dari sisiku,,dari sini,,,,lari terbirit entah kemana.Yang aku rasa,aku telah terlepas dari cengkeraman tangan besarnya,,tapi masih menyisakan bekas sakit yang nyeri.aku terdiam,menahan ludahku.tama menatap aku dalam.
“kamu ga papakan?aku khawatir sekali sama kamu”katanya lirih sekali,seakan menahan rasa perih
Pada seluruh tubuhnya…
Aku menggelengkan kepala,,masih tak percaya kejadian yang ada didepan mataku…
Tama terjatuh ketanah,dia kehabiasan tenaga,nafasnya terengah-engah.lalu matanya tertutup perlahan,,aku tak kuasa melihatnya dengan keadaan seperti itu…
“Tamaaaa……….”
“Tama,,,bangun Ma…….jangan tinggalin aku sendiri..”
Milda menjerit sekuatnya,ia sangat terpukul dengan kondisi tama ,orang yang dicintainya lemah tak berdaya..didepannya..
“permisi mbak….mbak tidak apa-apakan? Soalnya masnya ini tadi memberikan informasi,,bahwa mbak sedang diganggu pemuda-pemuda Bengal yang ada disini..mereka emang sering mengganggu gadis-gadis yang ada disini mbak..sebaiknya mbak berhati-hati jika disini sendirian.untung tadi ada mas nya ini..dia dari tadi memperhatikan mbak terus dan sebelum kami memberikan bantuan,,ternyata segerombolan pemuda itu telah dapat diurusnya seorang diri.dia berkelahi sama sejumlah cowok yang mengincar mbak dari balik semak itu.kalo tidak segera datang pasti mbak udah celaka.mereka itu sangat liar dan menakutkan bagi gadis-gadis”
2 orang satpam daerah sini datang tiba-tiba dan membeberkan semuanya.aku jadi tau semuanya..
Air mataku berlinang setelah 2 satpam itu berpamitan pergi meninggalkan aku dan tama..selepas membopong tama dari tersungkurnya ke tanah dipibdah ke kursi taman..
Dan aku sengaja memang mengijinkan mereka pergi.
Anging berhembus menusuk palung-palung ragaku..
Tama….
Bagaimana pendapatmu tentang aku??
Memangnya kamu butuh jawaban???
Tama,,,,kamu melindungi,,ku….aku tak butuh jawaban itu lagi…….
Milda terisak disela ucapannya..
♥♥♥♥♥
Pagi itu..
“jadi dia tetap ga pernah bilang apa-apa mil?waaah,,tama emang harus dipertanyakan tuh mil,masa kamu diam saja sih,,payah banget si tama..g mengerti perasaan cewek,kalo pacarnya itu sangat mendambakan kata-kata demikian!!sudah sepertinya kamu harus lebih berpikir gimana baiknya untuk jalan sendiri-sendiri saja…”syifa mengomel sendiri padaku,,seolah dia justru merasakan kesedihan itu..
Aku Cuma tersenyum..teringat kejadian itu…kini aku sadar,,kalo aku tidak pernah mau berpisah dari dia..
Ternyata perasaan jauh lebih lebih berarti dari pada kata-kata….
Mencintai dan menyayangi tidak haraus diucapkan,,,tapi bukti adalah jawaban paling kuat dari janji dan ucapan…
“aku….malah makin cinta sama dia kok….”senyumku mengembang
“Hah……..”
“bukanlah bagaimana kita mendengarkan melainkan bagaimana kita mengerti,bukanlah apa yang kita lihat melainkan apa yang kita rasakan,,dan bukanlah bagaimana kita melepaskan melainkan bagaimana kita bertahan”jawab milda sekenanya,,seakan pujangga baru lagi berkomentar ..
Milda berlalu pergi meninggalkan syifa di kabin luar..
" #@^**#@!!&% Mil........daaa......."
1 komentar:
Semoga Alya menjadi wanita yg solehah, calon istri yang solehah, selalu dirahmati Allah, diluaskan rizqinya, dipanjangkan umurnya dalam taat kepada Allah, dan dengan calon suami (Hendz) selalu diberi kebahagiaan di dunia dan di akhirat
Alfatihah ila hadrotinnabi Muhammad SAW, Alfatihah.........
www.cupitebet.co.cc
Posting Komentar