Selasa, 23 Desember 2008

dara..

Kaki menghentak pada malam yang berubah dingin,diakhir bulan desember..

Hingga pagi berembun tak menyelipkan sinar mentari..

Mungkin pagi kelabu,,

Dara terjerembab masa percintaan yang berkaidah asmara tersembunyi

Begitukah selalunya??

Pertanyaan melenguh pada dinding hati memaksa mengoyak seisi ruangannya

Dimana palung jiwa menggetarkan isyarat ingin meledak

Dara berpaling dengan sendu di seonggok hati yang terbungkam tanpa katatanpa nada

Bahkan tanpa intonasi yang berucapkan kalimat ingin mencinta

Tatapannya menatap cakrawala jiwa yang tak ingin mencinta..

mungkin ingin…….

Tapi..bunga bakung di malam temaram tak pernah haturkan wangi pengabdian yang

Mengartikan bahwa,, dara bukan untukmu

Raga itu menjauh hingga perpeluh..

Raga itu memudar dengan tarian-tarian kekejaman gejolak mudanya

Hingga terbelit suatu rasa bahwa dia harus berbalik arah ,pergi,menjauh dan berharap kosong

Atas perasaan dara.

Tanpa kedipan sesaat dara melihat,,begitu terhentak sadar semuanya menjadi hilang..

Titikan air disudut mata seorang dara adalah kalimat yang tak terucap,

Biarkan raga itu sebentar pergi.gumpalan jiwa itu masih diujung jari

Hingga berakhir nafas tersendat,,jiwa itu masih ada dijemari

Tak peduli menjadi beku…….

Dara masih disini,dengan sesuatu yang tak pernah ia mengerti,

Celah hatinya masih menyisa ..

Diujung lelahdisudut malam menjulang

Jiwa dan raga itu tak kan pernah habis dimengerti

Bahkan oleh sebatas hati seorang dara…….

Tidak ada komentar:

menemukanmu dalam terlambat

Sudahlah Virgo Aku sudah keliru, Aku tak mau dugaanku menjadi salahpaham, menanggapi ucapanmu yg semestinya hanyalah ilusi untuk ku....