Jumat, 19 Desember 2008

lampau

Kadang aku terhanyut oleh alunan sendu didalam lagu..

aku coba diam berfikir tentang kehidupan-kehidupan yang telah aku lewati ,

bersama dengan asa dan sejenisnya,

aku membuka jendela kamarku,angin semilir telah berhasil mempengaruhi otakku untuk beringsut

pada masa laluku..

lamunanku cukup tidak berlangsung lama,entah.......

yang diotakku sedang mencerna hal apa,,

dan pada saat aku berjalan beberapa meter dari aku berdiri dengan lamunan kecil itu,aku menemukan setumpuk buku-buku yang lebih pantas disebut 'diary'

kupilih cover berbahan mika plastik berwarna coklat tua yang tak bermotiv.cuma kutemukan tulisan “CLASSIC”..didepannya.

Ya,,diaryku ini sudah lama tak kulihat,bahkan tak kuisi

kubuka kertas demi kertas,,kubaca ulang tulisan-tulisan dari tanganku itu.dan terbukti tanggal dari terakhir aku mengisi cukup terlalu lama bila dihitung hingga sekarang.

Aku tersenyum dikulum bibir.kupikir ...rindu juga pgn coret-coret didiary ini,meski entah apa yang ingin aku tuangkan ..

kurasa,,aku sedikit kaku melakukannya,karena sudah lama aku biarkan diary ini tertata rapi di rak kamarku...

mataku melirik box kecil tempat pen-pen dan penggaris.sepertinya,, aku mulai tertarik

pada kebiasaan lamaku! Lalu..

aku mulai menari-nari diatas carikan putih ini,,,,


malam ini mendung,,bahkan turun hujan..

malam ini dingin,,hingga rusukku seakan bergelatuk

saat aku membutuhkan..lelakiku selalu ada

dia selalu melakukan suatu hal buat aku bahagia

kesalahan dia adalah lampau,,dan dampaknya

masih menyisakan rasa-rasa yang terlarang itu..

sesuatu yang ga pernah termiliki adalah tampak begitu berarti .

.dari apa yang sudah kita miliki,,

aku berhenti sejenak,

berbalik arah bahkan berlari tak peduli dengan

semua teriakan hati atau bahkan tanpa sadar mulutku berteriak..

dan aku sungguh tak ingin peduli

dosa itu adalah terpupuk bertahun-tahun..saat aku..

memasukannya dalam kehidupanku,

terlebih menyentuh rasa itu kala kehidupanku masih porak,,

bersama lelakiku..

siapa dia...

untuk apa dia..

ah,,,,,,,,,, semuanya kacau..bersama kidung-kidung lirih disanubari

aku biarkan rasa itu pergi sendiri...

biarkan waktu sebentar mati,

dengan mengalunkan lirik-lirik syahdu dari hati

kututup mataku tak ingin melihat ..

kusumpal telingaku tak berharap mendengar..

bagamana sosoknya bergerak

lelakiku adalah kata yang tak bisa mengerti arti tatapan mataku terhadap

siapa dia.........

masa yang terlewatkan...

pekiknya,,,,,,,

aku tersenyum..dibalik punggungnya berbalik arah melirik sebuah

kisi mendayu biru dengan gerakan bola mata tajam

masih dengan dibalik punggung lelakiku,,,

senyumku tersemai dikulum bibir ..

kamukah yang akan menjadi hantu-hantu indah disepanjang

hayatku???

lantunan suara kecil dari hati berkata demikian..

dan,,tetap dibalik punggung lelakiku dengan binaran kepercayaan

mataku sendu ..pelupuk mataku berair,,

senyumku berubah kecut,sampe kapan

kisah klasik itu???

yang cuma dapat meninggalkan pada diaryku bertuliskan “CLASSIC” tanpa ada sisa yang lain ??

sampe kapan aku tak mengerti.......


aku tutup buku setebal 5 cm kira-kira..

aku menangis ternyata..

sejak kapan aku menjadi cengeng begini,tanya ku dalam hati..

mungkin sejak aku terlahir dan diciptakan bahwa aku adalah perempuan.

Tak kusadari mataku tertutup,,lelah

tanpa isak tangis...

tanpa sesunggukkan..

mungkin aku telah benar-benar lelah....

dan terlelap....terlelap......

fiiuuh...




Tidak ada komentar:

menemukanmu dalam terlambat

Sudahlah Virgo Aku sudah keliru, Aku tak mau dugaanku menjadi salahpaham, menanggapi ucapanmu yg semestinya hanyalah ilusi untuk ku....