jemariku menari di atas balok-balok tiap huruf dan angka
satu kenangan silam mengembalikan suara hati lampau bergejolak, perasaan yang ku buang tanpa rencana, tanpa ku tahu ternyata hilang bersamaan hadirnya sosok kukuhnya seraut pria dewasa..
detik-detik kemarin tak ku sisakan walau sekedar mampu ku nikmati kesemuan dari kekosongan yang membelai rasaku.
entah mengapa, tak ku temukan lagi seberkas kisah lalu, aku simpan di tempat tersendiri, kukunci, saat aku kembali menyerukan untuk memberi waktu ku buang, ternyata bongkahan kisahnya lenyap menghilang
aku terkejut!!
berdiri di mulut pintu usang, di sana tak ada serpihannya secuil kukupun!
aku bangkit menjauhi ruang hampa itu, kubakar dengan api yang membara, melumat segala bala-bala yang mulai rapuh tergulung waktu yg lama ku biarkan, ku acuhkan.
sesaat sadarku menggerakkan kerlip mataku, ada butiran kecil bening laksana kristal gelas dari kota lebanon. kelopakku berair penuh haru
seseorang yang ku simpan hingga melapuk, tanpa sempat berakhir dalam peluk. sekejap akan menjadi pengantin pria dengan bunga cinta yang terbang di pelataran hatinya..
nafasku panjang, membuatku yakin bukan aku pengantin wanitanya.
tapi aku bahagia, sesaat menikmati kisah kasih gadis kecil, dengan rona pipi merah jambu sempat bersandar di dada bidang lelaki kecil, kini.. tak kecil lagi
esok dia seketika tampak menjadi dewasa duduk di pelaminan
aku tersenyum dengan sejuta arti yang tak pernah bisa habis dimengerti oleh berbagai sang pengamat, mungkin hanya kata di satu rasa yang mampu terdengar sendu.
'aku tak berhak lagi, walau sekedar ku simpan dan kukucilkan. biar prasasti abu kenangan itu beterbangan ke awan, menyampaikan salam, bahwa kenanganku telah berhenti dan ku biarkan mati'
doaku menyertai senyum bahagiamu, virgo....
Tidak ada komentar:
Posting Komentar