satu harapan di hancurkan dua kali ku bermimpi di bunuhnya.
aku berdiri di muka jendela ruangan yang tak pernah habis di mengerti
di detik, di menit memukul waktu di jam dan hari
beberapa saat aku mulai menyentuh jemu dalam jenuh
aku bertolak dari beranda jendela itu
beranjak pergi menjauh..
dan berjalan melangkah semakin ke depan, mencoba tak menilik kebelakang yang telah sarat dengan kemunafikan.
sesaat angin mendesirkan sesuara melengking memanggilku,
menawarkan aku dalam peluknya, dekapnya, walau aku masih terus bersetapak di jejak ku
aku berhenti, kemudian terlena pada alunan suara itu.
dan ketika aku berayun mundur dengan hati yang bungah, jendela itu di tutupnya kembali..
ah, hanya ilusi rupanya..
beberapa saat aku kembali berhenti, menanti ruang itu terbuka meski celahnya takkan mungkin dapat ku salami
suara itu, menggelitik dinding kalbu menembus pagar jiwa yang sekokoh karang lautan.
hatiku luluh!!
jendelanya kembali masih tertutup
di balik itu, getaran suaranya menggema
hanya ventilasi kecil seolah di jadikan mengintaiku, apakah hadirku telah lenyap?
dan aku kembali jemu, seretan kaki ku tanpa bersuara
gerak yang ku ambil seribu langkah menyerbu rasa penat..
kini,, aku telah jauh. tak ingin berharap se titikpun di hancur leburkan, oleh denting suara di balik jendela dalam misteri
sesaat ku lihat kebelakang...
masih di balik jendela itu, suaranya nyaring terkikik bergelak tawa menatap hal bodoh yang kulakukan pada perencanaanya...
teramat sempurnaaaaaa!!!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar