Minggu, 13 September 2009

mimpi yang terbunuh

satu harapan di hancurkan dua kali ku bermimpi di bunuhnya.

aku berdiri di muka jendela ruangan yang tak pernah habis di mengerti

di detik, di menit memukul waktu di jam dan hari

beberapa saat aku mulai menyentuh jemu dalam jenuh

aku bertolak dari beranda jendela itu

beranjak pergi menjauh..

dan berjalan melangkah semakin ke depan, mencoba tak menilik kebelakang yang telah sarat dengan kemunafikan.

sesaat angin mendesirkan sesuara melengking memanggilku,

menawarkan aku dalam peluknya, dekapnya, walau aku masih terus bersetapak di jejak ku

aku berhenti, kemudian terlena pada alunan suara itu.

dan ketika aku berayun mundur dengan hati yang bungah, jendela itu di tutupnya kembali..

ah, hanya ilusi rupanya..

beberapa saat aku kembali berhenti, menanti ruang itu terbuka meski celahnya takkan mungkin dapat ku salami

suara itu, menggelitik dinding kalbu menembus pagar jiwa yang sekokoh karang lautan.

hatiku luluh!!

jendelanya kembali masih tertutup

di balik itu, getaran suaranya menggema

hanya ventilasi kecil seolah di jadikan mengintaiku, apakah hadirku telah lenyap?

dan aku kembali jemu, seretan kaki ku tanpa bersuara

gerak yang ku ambil seribu langkah menyerbu rasa penat..

kini,, aku telah jauh. tak ingin berharap se titikpun di hancur leburkan, oleh denting suara di balik jendela dalam misteri

sesaat ku lihat kebelakang...

masih di balik jendela itu, suaranya nyaring terkikik bergelak tawa menatap hal bodoh yang kulakukan pada perencanaanya...

teramat sempurnaaaaaa!!!

Tidak ada komentar:

menemukanmu dalam terlambat

Sudahlah Virgo Aku sudah keliru, Aku tak mau dugaanku menjadi salahpaham, menanggapi ucapanmu yg semestinya hanyalah ilusi untuk ku....