Hai Senja !!
Dengarkan aku baik-baik. . .!!
Detik ini, kali ini, aku mneyetubuhi hangat warna jinggamu yang memudar
Kutaklukan kau Sore!
Dengan menelusuri jalanan yang telah sekian lama tak kunikmati
Terlena aku menjilati indah kilaumu yang telah di ufuk barat
Hai Senja !!
Lihat aku baik-baik !!
Adakah separuh kulitku telah buruk?
Mengelupas lantaran tergesek oleh sang waktu yang dikuasai oleh sepi
Dan kemudian aku menyadari sepoi yang kau kirim
Menggelatukkan tulang-tulang ku,
Menyisakan sekelumit getaran pada rasa yang tertinggal
Hai Senja!
Lakukan sesuatu padaku!
Apakah kau cemburu, kuhirup deru sang bayu
Dan membius jiwa yang kosong, hingga hampa sementara menjadi mati
Hai Senja !!
Pergilah, aku puas mendaki soremu.
Menatap jinggamu tenggelam dilahap oleh malam
Hingga kaki bersetapak di kabin rumah,
Kuletakkan dukaku yang berkepanjangan di ujung daun yang berembun
Jumat, 16 Juli 2010 – 17.15
Perlahan, aku tampil di atas restu bumi
Telah kubunuh kau sepi. . . !!
1 komentar:
keren. gaya bahasa yang simple. just menarik
Posting Komentar