Sabtu, 17 Juli 2010

Hai Senja

Hai Senja !!

Dengarkan aku baik-baik. . .!!

Detik ini, kali ini, aku mneyetubuhi hangat warna jinggamu yang memudar

Kutaklukan kau Sore!

Dengan menelusuri jalanan yang telah sekian lama tak kunikmati

Terlena aku menjilati indah kilaumu yang telah di ufuk barat


Hai Senja !!

Lihat aku baik-baik !!

Adakah separuh kulitku telah buruk?

Mengelupas lantaran tergesek oleh sang waktu yang dikuasai oleh sepi

Dan kemudian aku menyadari sepoi yang kau kirim

Menggelatukkan tulang-tulang ku,

Menyisakan sekelumit getaran pada rasa yang tertinggal


Hai Senja!

Lakukan sesuatu padaku!

Apakah kau cemburu, kuhirup deru sang bayu

Dan membius jiwa yang kosong, hingga hampa sementara menjadi mati


Hai Senja !!

Pergilah, aku puas mendaki soremu.

Menatap jinggamu tenggelam dilahap oleh malam

Hingga kaki bersetapak di kabin rumah,

Kuletakkan dukaku yang berkepanjangan di ujung daun yang berembun

Jumat, 16 Juli 2010 – 17.15

Perlahan, aku tampil di atas restu bumi

Telah kubunuh kau sepi. . . !!

1 komentar:

Anonim mengatakan...

keren. gaya bahasa yang simple. just menarik

menemukanmu dalam terlambat

Sudahlah Virgo Aku sudah keliru, Aku tak mau dugaanku menjadi salahpaham, menanggapi ucapanmu yg semestinya hanyalah ilusi untuk ku....