Rabu, 02 September 2009

bunga alhieeya lagi dan lagi

sebelum semua di pertanya, aku telah menggali timbunan jawaban yang belum terungkap.

kini, esok takkan pernah ada lagi cerita bunga alhieeya bercumbu dengan bayang-bayang sosok pria dewasa. meski hanya mimpi, bunga alhieeya takkan mampu, takkan berani.

bukan kepada bunga alhieeya pupuk cinta ditebar, bukan dengan bunga alhieeya pula benih rindu ditancap

entah terhadap sesiapa wanita gerangan yang berbahagia berlimpah sanggup menangkap secuil hatinya.

bunga alhieeya melayu sebelum kuncup, dia gugur bersama derasnya kalimat syahdu rindu yang tertahan di pucuk ulu hati.

periiiiihhhh...

lebih baik begini, bunga alhieeya mati di musim kemarau panjang.

gersang!

sesekali tak mengenal arti mencinta, sesekali berhenti dalam harap.

pupusss!

dan di sebrang kencana jingga, bunga alhieeya takkan meratapi sisi kalbunya yang kembali hampa, LARAA..

tanpa sesiapa,

tanpa dia,

tanpa pengantin pria,

dan kembali tanpa rasa...

itulah pesonanya..

bunga alhieeya kembali tanpa nada

Tidak ada komentar:

menemukanmu dalam terlambat

Sudahlah Virgo Aku sudah keliru, Aku tak mau dugaanku menjadi salahpaham, menanggapi ucapanmu yg semestinya hanyalah ilusi untuk ku....