jangan kau lukiskan senja soremu pada malam gelapku
aku terlanjur membunuh mimpiku di pagi hari, aku terlanjur tak memberi arti pada warna pelangi senja.
semua luluh kuhancurkan seiring jejak yang kau buang di kisah klasik kita
belai angin pagi berdesir menghantarkan lagu rindu yang mulai kadaluarsa, rindu yang termakan oleh malam-malam temaram
sapa yang mengalun mengiringi irama piano, tak lebih seperti mimpi di pagiku. takkan terjadi!!
ku lihat, kau ingin berkelana menari menuju puncak hati dari seuntai jiwa yang menganga luka!
ku tatap gerak pastimu, semakin ku lekatkan jarak antara pandang dan rasa, maka tertampak kau semakin membesit mengemasi segala bintang yang telah kau tebar.
tebar di sekujur badan langit malamku..
kemudian kembali ku berlari tak ingin mencium aromamu, aroma mewangi yang membiusku dalam sekejap
dan seketika membuat bengis wajahku yang setara menemu kematian, berubah menjadi seulas senyum..
saat senyum itu belum berakhir, kedipku menyadarkan,
senja sore itu telah lenyap, bersamaan hadirnya malamku yang setia pada kelam...
hingga pagi menjemput tak ku temukan sapa itu, bahkan alunan piano itu ----
Tidak ada komentar:
Posting Komentar