siang yang panas. begitu memasuki ruangan kerjaku, fiuuhh AC menyejukkan sekujur permukaan kulitku yang sudah bermandikan keirngat dan bau matahari.
pengen pipis..... lari kebelakang, fiiuuuhh sedikit lega.
beberapa menit duduk kembali di kursiku, rasanya pegnen pipis lagi...
heran, panas-panas nggak kedinginan kok hasrat pipis melulu. payah! beser ini...
pokoknya eneg banget perutnya sedikit ada rasa mual. ah, cobain beli testpack aja di apotik deket sini.
dengan diantar si Ana, aku ke apotik membeli sensitif, sampai di tempat kerjaku lekas-lekas aku ke toilet, maksain buat pipis lagi, padahal tadi udah berulang kali dikeluarin. keluar juga, sedikit sih .. tapi sudah cukup kalau untuk membenamkan garis max yang tertera di batang kecil alat uji kehamilan itu.
beberapa detik belum keliatan ada berapa garis merah yang tampak. aku deg degan, takut kalau ternyata masih satu garis merah saja yang keliatan, seperti 2 minggu yang lalu. aku tersenyum kecil ketika mendapati hasilnya cuma 1 garis merah. pandangan suamiku tak percaya, tatapan kami menyatu. kecewa...
sreet.. sreeett
tanda satu garis merah telah tampak, lalu atasnya timbul lagi. 2 garis merah benar-benar keliatan jelas kali ini. mataku susah berkedip, senyumku mengembang..
aku menciumi batang kecil alat uji tersebut, nggak peduli ujungnya bekas air pipisku. mataku berkaca-kaca, aku menangis mengucap syukur. alhamdulillahh.........
"kenapa? aku tau hasilnya kalau melihat dari wajah kamu sedang tersenyum begitu.." seru salah satu temanku ketika aku sudah kembali di meja kerjaku.
aku tak menghiraukan,,,
ini adalah bingkisan kado terindah dari Allah yang sangat berharga di lebaran taun ini. sempurna!
sungguh aku masih belum percaya, ini adalah bukti cinta dari kasih yang kami rajut. menunjukan bahwa kami pantas menjadi orang tua.
Subhanalloh, maha suciNya, alangkah baik sekali Allah memberikan amanat ini kepadaku.
Alhamdulillah, segala puji untukNya, tentu DIA tau mana yang terbaik untukku. jika kado ini telah terkirim untukku, syukur dan syukur kupanjatkan. bahkan kalimat syuku dan hamdalah belum cukup puas menunjukan haru ku
Allahuakbar, maha besar, segalanya tidak bisa terjadi tanpa kuasanya. dan DIA adalah maha melihat yang tak terlihat, dan tau segala sesuatu yang tidak pernah aku tau atau belum aku tau..
dzikir itu menggetarkan kalbu, menggemetarkan belahan bibirku. haruku menciptakan tangis bahagia.
Lindungi kami yaAllah. . . .
semoga jalanMU ini adalah bagian dari kebaikanku.
mengenal arti kecil sesosok Penyair adalah orang yang tidak bahagia,karena betapa pun tinggi jiwa mereka,mereka tetap diselubungi airmata.dan mengemukakan sebuah puisi sendu dalam alunan bunga bakung.Ia adalah lagu yang muncul daripada luka yang berdarah atau mulut yang tersenyum.
Jumat, 26 Agustus 2011
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
menemukanmu dalam terlambat
Sudahlah Virgo Aku sudah keliru, Aku tak mau dugaanku menjadi salahpaham, menanggapi ucapanmu yg semestinya hanyalah ilusi untuk ku....
-
Setelah sekian banyak ngeposting artikel-artikel psikologi , saya hampir kelupaan menuliskan apa itu psikologi, ilmu apa sih psikologi? Ap...
-
Bila cintaku memilihmu Aku tau itu bukan pilihanku Tapi pilihan-Nya Bila cintaku memilihmu Itu bukan karena cintaku padamu Tapi karen...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar