belum cukup rasa kebungahan telah membuncah di dada..
membayangkan perut membuncit tampak seksi dimata suami, memperkirakan tambah disayang dia. lalu mengelus-elus perut yang membundar dengan manja, menciumi dan membacakan ayat-ayat alquran..
dan tak terlewatkan, terus memeluk, menjaga dari segala aktifitas berlebihan sang bundanya.
usianya belum cukup lama, entah masuk keberapa minggu, sebab saat itu.. rencana untuk memeriksakan bagaimana perkembangannya, telah gagal, berubah menjadi tindakan pemeriksaan keberadaan makhluk segumpal darah itu apakah masih berlanjut untuk hidup atau tidak . .
pagi itu, aku takut, kalau-kalau ada darah segar mengalir. Oh, jangan..
tergopoh, memasuki ruanganku. kakanda berebah terlentang, kudekapnya sesergap kutu loncat. dia terkejut. dan ternyata ketakutanku menjadi ketakutannya. sesaat dia memekik, dan meyakinkan dengan apa yang dia lihat.
"benar, Mi! darah.."
aku terbawa rasa kagetnya, saat kubuktikan sendiri, benar..
darah.
aku lunglai, kakiku melemas, jatuh tepat di dadanya sesaat dia menutup kedua matanya dengan kedua telapak tangannya, menganggap semua yang terjadi masih dipungkiri, dan ternyata memang kecewa!
dia membelaiku, memebenamkan rautku dengan sentuhan lembut dikepalaku, mengecupiku yang tengah tenggelam dalam isakkan kepedihan, sepedih rasa patah hati !!
keesokkannya, kami memeriksakan keahli yang sudah mengerti, Rumah Sakit Bersalin tentunya.
"..ada kehamilan, tapi hamilnya adalah hamil kosong"
apa maksudnya? tanyaku, berharap tak sekedar dokter dan suster yang menjawab dengan detail. namun ingin rasanya dunia menjawab dengan gamblang.
"..Blighted Ovum (BO) atau hamil kosong ini adalah kehamilan yang cuma kantong dan plasentanya saja yang berkembang, namun janinnya tidak turut serta. sehingga ukuran kantong dan janinnya tidak menyamai"
kenapa bisa begitu? apa sebabnya? berbahayakah? tapi akukan benar merasa ada makhluk baru diperutku, bagaimana ini bisa kosong? siapa yang mengambilnya? siapa yang memakannya? apakah masih bisa dipertahankan? atau apakah jikalau tak berhasil diselamatkan, kelak kehamilan berikutnya akan mengalami hal serupa?
saat kami pulang saling membisu, perjalanan seperti semakin jauh, tak satupun diantara kami berbicara. mungkin dia sedang bermain dengan pikirannya sendiri, sebab akupun sedang meraung dengan isi hatiku sendiri. sampai pada akhirnya dimenit kesekian...
"sabar, ya Mi. ikhlaskan, ini belum rejeki kita.."
suamiku menghiburku, menenangkanku, tapi entah, kalimatnya justru semakin membuatku melahirkan butiran-butiran kristal yang memecah di telaga airmata. sesak.
aku melempar tubuhku yang sudah dinyatakan 'tidak hamil' (hanya seperti, hanya terkesan begitu, bagaimana tidak sedangkan hamilku adalah kosong!)
aku menjadi tidak perduli, aku seperti merasa sia-sia.
usai sholat, suamiku menyentuhku. membujukku agar aku bersedia duduk berhadapan untuk saling menguatkan, mengusap arimataku, dan memberikanku ketenangan.
peluknya menguatkanku,
ucapannya menyemangatiku,
belainya menghiburku..
aku berusaha melupakan, namun lebih sering kudapati diriku tenggelam dalam lamunan. apakah aku masih belum pantas untuk menjadi Ibu?
apa aku masih belum layak diberi amanat?
apa aku belum becus untuk merawat malaikat kecil itu untukku?
apakah suamiku kecewa?
apa dia akan mencabut ucapannya, bahwa dia pernah berkata 'semakin sayang' kepadaku, lantaran ternyata aku belum bisa sempurna??
apakah nantinya suamiku akan membenciku?
adakah dia akan berpaling dan tidak menyayangiku, lalu pergi kepada perempuan lain yang lebih bisa memberikannya malaikat kecil?
apakah yang di dalam benaknya adalah aku ini perempuan yang tidak dapat membahagiakannya?
Tuhan.. betapa hancurnya aku..
beberapa minggu berlalu, dalam pengobatan jalan ini tak membuahkan hasil hanya siksa belaka. siksa oleh kandungan yang tak ada. sia-sia. terputuskanlah untuk aku menjalani operasi kuret segera. demi allah, aku tak paham bagaimana rasanya operasi, bahkan obat biusnya tak pernah kurasakan sperempat dosesnya sekalipun. aku resah dengan semuanya. hanya Allah yang kupunya untuk bisa menjagaku dan melindungiku. aku harus berani dan kuat, demi suamiku yg telah membiayaiku dan meminta aku untuk segera sehat, demi calon anakku kelak yang akan merasa sehat berada di kantong yang sudah bersih dan terhindar dari infeksi. jika tidak mengingat untuk itu, mengingat karena suamiku, rasanya aku ingin membatalkan acara dokter mengkuret-kuret perutku, ingin rasanya aku bangkit dari pembaringan itu dan melepas semua alat-alat medis lalu lari dan tak berharap kembali.
pengalaman itu, pertama kalinya aku dapatkan, banyak cerita yang tak sanggup kubahas.
hingga pada akhirnya, aku telah dinyatakan kembali bersih, sehat dan negatif...............
mungkin Allah punya rencana lain dibalik ini, Dia mengerti bagaimana memberikan waktu yang tepat untuk aku berbahagia dengan keluarga kecilku ini. dan saat ini, aku dan suamiku, masih cukup menikmati masa-masa indah pacran yang sudha halal ini dulu, kelak Allah akan memberikan kebahagiaan lebih dari sekedar ini..
mengenal arti kecil sesosok Penyair adalah orang yang tidak bahagia,karena betapa pun tinggi jiwa mereka,mereka tetap diselubungi airmata.dan mengemukakan sebuah puisi sendu dalam alunan bunga bakung.Ia adalah lagu yang muncul daripada luka yang berdarah atau mulut yang tersenyum.
Kamis, 08 September 2011
kehilangan yang belum kumiliki
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
menemukanmu dalam terlambat
Sudahlah Virgo Aku sudah keliru, Aku tak mau dugaanku menjadi salahpaham, menanggapi ucapanmu yg semestinya hanyalah ilusi untuk ku....
-
Setelah sekian banyak ngeposting artikel-artikel psikologi , saya hampir kelupaan menuliskan apa itu psikologi, ilmu apa sih psikologi? Ap...
-
Bila cintaku memilihmu Aku tau itu bukan pilihanku Tapi pilihan-Nya Bila cintaku memilihmu Itu bukan karena cintaku padamu Tapi karen...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar