..waktu tak pernah mengusik keputusan besar dari sang maha kuasa,
perjalanan panjang melintasi kisah dan masa masing-masing antara kau dan aku...
kala aku bersua denganmu, bukan itu waktu yang ditentukan. Tuhan berbijak, ketika itu kau dan aku belajar meniti hidup
dalam ruang dan waktu yang berbeda, dengan kisah dan cerita yang tak sama..
tahun menjadi tak berarti, jam melambat menghentakkan menitan di sudut detik yang mulai meruntuh, kau dan aku
berjumpa kembali di tengah alunan luka dan tertatih yang tak ayal menggilas perih.
disudut senja bergulir menuju peraduan temaram, dalam doa dan harap, melahirkan tetesan airmata yang kubingkai diatas
sajadah panjang, dan ku ikat dengan benang sisa butiran tasbih. Kau adalah jawaban dari segala raguku.
Masih dibawah warna jingga senja, keyakinanmu mengalahkan keinginanku.
beringsut dikeheningan malam, sesaat kita terhenti serentak memadukan langkah yang tak lagi sama, sebesit kata menjadi
luka, seberkas laku menusuk pilu, dan sebongkah gerak menghimpit rasa sesak.
Terhuyung dipelataran dan rasa membuncah, laksana Bunga teratai yang mekar semerbak ditengah Telaga Biru. aku
merangkak untuk memeluk cinta yang bertadah payung ikrar suci, meski setiap dekap memancing sembilumu menari
dilabirin hati yang siap untuk kau singgahi selama mungkin......
Restu Tuhan berbisik melewati angin semilir di sekelebat hitamnya malam, sesekali kumerebah lelah di hamparan kolong
langit menengadah petunjuk dengan ratapan sendu, sesegera aku bangkit bersiap melawan hari esok dengan penuh kerumitan lagi. hingga pada akhirnya..
Ahad, 19 Juni 2011~~ 07:00 jemarimu mengikat erat pada jemari sang Na'ib, suaramu lantang dan keras. garis mukamu tegas. kau meminangku. . . ..
inilah aku, gadis kecil sudah hak untukmu, inilah aku, gadis mungil yang beranjak dewasa mengarungi bahtera bersamamu, detik detik sakral itu usai, kau dan aku kini menjadi KITA.....
selamanya KITA...
tak akan ada yang berhak memisahkan KITA, kecuali Sang Tuhan memisahkan KITA dengan hembusan nafas yang terakhir.hingga habis masa uzurku, cinta dan pengabdianku selalu tertuju padamu. bahtera KITA adalah ladang ibadah, semata sarana berangkat bersama menuju Jannah...
~ perjuangan Nay bertahan dari segala goda menuju ikrar suci, melindungi niat ibdah dan melindungi suami dengan Laku dan Doa~
mengenal arti kecil sesosok Penyair adalah orang yang tidak bahagia,karena betapa pun tinggi jiwa mereka,mereka tetap diselubungi airmata.dan mengemukakan sebuah puisi sendu dalam alunan bunga bakung.Ia adalah lagu yang muncul daripada luka yang berdarah atau mulut yang tersenyum.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
menemukanmu dalam terlambat
Sudahlah Virgo Aku sudah keliru, Aku tak mau dugaanku menjadi salahpaham, menanggapi ucapanmu yg semestinya hanyalah ilusi untuk ku....
-
Setelah sekian banyak ngeposting artikel-artikel psikologi , saya hampir kelupaan menuliskan apa itu psikologi, ilmu apa sih psikologi? Ap...
-
Bila cintaku memilihmu Aku tau itu bukan pilihanku Tapi pilihan-Nya Bila cintaku memilihmu Itu bukan karena cintaku padamu Tapi karen...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar