Selasa, 01 November 2011

aku pernah..


aku pernah merasakan hari-hariku gelap, langkahku berat.
aku pernah mengalami jatuh tersungkur berdiri sendiri dan malam pagiku sepi
aku pernah mendapati diriku terkungkung di pojok lorong yang pekat dan menjadi bunga yang terbuang
aku juga pernah saat tersadar menemukan diriku sedang mengemasi kepingan-kepingan hati yang remuk di sepanjang jalan hidupku kedepan.
Berharap pada sia-sia...

hingga kemudian sesosok anak manusia hadir disaat aku terluka.
dia menahan tanganku untuk mencabik-cabik tubuhku sendiri, dia menahan bibirku untuk mengumpat hidupku, dia merangkai puzzle hatiku yang porakporanda.
aku sama sekali tidak menginginkannya
saat itu aku merasa bahwa kesendirianku jauh lebih baik daripada bersamanya.

hingga suatu saat dia membenahi sayapku yang patah, dan mengusap airmataku yang berdarah.
akal sehatku menyadar, rupanya seseorang yang tak aku harapkan bukan menjadi harapan yang sia-sia. dialah yang bisa membuat aku bahagia sekarang.
dia membuatku belajar bahwa cinta itu bukan menyukai apa yang lebih, tapi menutupi kekurangan dengan kelebihan kita. sebab cinta lembut yang penuh kesabaran melahirkan kasih sayang yang dalam
bagaimanapun aku tak pernah tau jawabnya, sejak kapan aku jatuh cinta kepadanya, malampun tak pernah mampu berbisik, dia sekedar mengucap lirih, bahwa dari aku terdiam diatas kabin ini, bersama doa, sejak itulah cinta terlarut tipis dan berangsur ke dalam kalbu

Tidak ada komentar:

menemukanmu dalam terlambat

Sudahlah Virgo Aku sudah keliru, Aku tak mau dugaanku menjadi salahpaham, menanggapi ucapanmu yg semestinya hanyalah ilusi untuk ku....