Kamis, 04 Juni 2009

bunga ALHIEEYA

Ragu itu kembali mulai merayap

Menyelinap ujung dinding hati

Aku hanya bisa berdiri dengan tatapan kosong

Pada sekelilingku yang bolong

Yang kurasa, telah mengelabuhiku..

Yang terasa, telah mempermainkanku

Detik-detik itu bukan semu

Detik-detik itu adalah bagian dari menitan

Dimana waktu menelusup hariku dengan harapan

Tak pernah ada yang dapat kubanggakan

Tak pernah ada yang bisa kusanjungkan

Dari sosok kecil seorang dara, gadis, perempuan, atau wanita seperti bunga

Yang bernama ALHIEEYA ini…

ALHIEEYA kembali terbungkam

Saat musim deingin melayukan kuncupnya

Sejenak terdengar teriakan yang bergetar

“cukup, hentikan, lupakan, dan tingalkan”

ALHIEEYA tenggelam kedalam kubangan

Entah itu cinta, atau mungkin hina

Tubuhnya terhempas di pesisir pasir putih

Cahaya matanya berpendar..

Relung hatinya tercabik,

Tertusuk,

Lalu menjerit dalam kebisuan

Bunga ALHIEEYA terlanjur cinta.

Tidak ada komentar:

menemukanmu dalam terlambat

Sudahlah Virgo Aku sudah keliru, Aku tak mau dugaanku menjadi salahpaham, menanggapi ucapanmu yg semestinya hanyalah ilusi untuk ku....