Ragu itu kembali mulai merayap
Menyelinap ujung dinding hati
Aku hanya bisa berdiri dengan tatapan kosong
Pada sekelilingku yang bolong
Yang kurasa, telah mengelabuhiku..
Yang terasa, telah mempermainkanku
Detik-detik itu bukan semu
Detik-detik itu adalah bagian dari menitan
Dimana waktu menelusup hariku dengan harapan
Tak pernah ada yang dapat kubanggakan
Tak pernah ada yang bisa kusanjungkan
Dari sosok kecil seorang dara, gadis, perempuan, atau wanita seperti bunga
Yang bernama
ALHIEEYA ini…
ALHIEEYA kembali terbungkam
Saat musim deingin melayukan kuncupnya
Sejenak terdengar teriakan yang bergetar
“cukup, hentikan, lupakan, dan tingalkan”
ALHIEEYA tenggelam kedalam kubangan
Entah itu cinta, atau mungkin hina
Tubuhnya terhempas di pesisir pasir putih
Cahaya matanya berpendar..
Relung hatinya tercabik,
Tertusuk,
Lalu menjerit dalam kebisuan
Bunga ALHIEEYA terlanjur cinta….

Tidak ada komentar:
Posting Komentar