Selasa, 28 Juli 2009

akhir-akhir ini kok sering nge-Blo9 ywah??
huuhhft,, Nayami Urada, itulah namanya...
seorang makhluk yang berjenis MildanZ..

*MildanZ iTu raPuh
*MildanZ iTu hancuR
*MildanZ iTu porakporanda
*MildanZ iTu biMban9
*MildanZ iTu BOdoH
*MildanZ iTu ceN9eng
*MildanZ iTu LiAr
*MildanZ iTu pen9eCutd


*MildanZ pen9en Teriak
*MildanZ peNgen laRRiii
*MildanZ pEn9en beBas
*MildanZ peNgeN terban9 ting9ii
*MildanZ penGen 9a ingat ApaPa
*MildanZ pen9En LepaS
*MildanZ Pen9en 9ag diAtur2
*MildanZ peN9en RileX
*MildanZ pen9EN iSa t'Tawa Lepazzzzzzzz

Minggu, 26 Juli 2009

beri aku arti..

pagi ini beda dengan pagi2 biasanya, kalau biasanya aku duduk di depan komputer sembari kerja dan ngisi-ngisi blog atau sekedar main fb.
sekarang aku sedang terkapar di bed serba putih, yang sedikit ternoda bercak darah karena semalam aku kesakitan tertusukan suntikan pengambilan darah dari suster, aku gerak dan akhirnya darahku muncrat.
kepalaku terasa pening sekali, darahku rendah, tapi aku masih mampu buat mengetik-ngetik di tampilan blogku yang lebih pantas ku sebut layaknya diary :D
huuhhff jarum sialan itu sudah terlepas satu, kata dokter aku sudah boleh duduk tapi belum boleh berjalan, huuh memang yang bermasalah kakiku??
laptopku masih full baterainya, jadi lumayan kalau sekedar buat ketik-ketik tak penting di sini.

YaAllah, terimakasih engkau masih memberi aku kesempatan untuk menikmati indahnya pahit dunia, untuk merasakan getirnya wangi kasturi cinta.
di dalam ruangan ini, ruangan yang mengantarkan aku dimana mau tak mau harus berjuang sendirian untuk sekedar menjaga seulas senyum untuk semuanya..
senyum palsukah ini??

aku ingat, semalam aku berbicara tak sopan dengan orang terpenting buat hidupku. Aku sekarang menjadi bingar, tak tau harus berucap maav dari mana. Aku hanya mencoba berbicara dengan kalimat terjujur tanpa kemunafikan. Oh tuhan,,
Maavkan atas kelancanganku, tapi bukankah rasa yang ku alami ini adalah sebuah anugrah dariMu? lalu dengan cara bagaimana lagi aku harus bisa mensyukurinya, kalau aku hanya merasakan seorang diri?!

baru kali ini aku merasa gila karena makhluk tuhan, demi tuhan.. seorang gadis kecil seperti aku hanya bisa melihat kegilaan para lelaki dari model apapun bersimpuh untuk sekedar meminta ijin menjadi pujaannya, tanpa aku pedulikannya!!!
kini, aku seperti mereka-mereka. sama. Oh, begini ya rasanya 'tergila'
hahahhahahha ( test ketawa )

harusnya aku tak cuma nginep di RSU nih, tapi juga di RSJ :P
sejak aku kenal dia, semua hatiku berantakan kecuali daya khayalku tentang dia. Aku sudah belajar untuk menghindari, tapi semakin dihindari semakin aku tak bisa menaha gejolak itu. mungkin kedengarannya busyit buat aku. hehe, cewek dingin yang jutek, jadi lunak juga akhirnya..

suster pernah bilang, aku menyebut namanya saat pulih dari sadar. dari mana suster itu mengetahuinya kalau memang tidak dari mulutku? suster-suster itu menggodaku, mungkin sekaligus mencoba menghiburku. tapi sungguh aku tak mengerti sekali, ijinkan aku untuk menjadi seseorang yang memujanya dan berdiri diantara sederetan panjang orang-orang yang menunggunya. andai bukan kemenangan yang aku dapat, tak apa. karena mengingatnya pun telah menjadi sebuah keindahan yang tak pernah aku rasakan sebelumnya. beri aku arti di sela celah hatinya yang menganga, ya Allah..

Aku pengen cepet pulang nih, dokterrr aku udah sembuh kok! aku dengerin semua saran mu degh,, tapi jangan tusuk aku sesering mungkin setiap hari dengan jarum-jarum jelek itu yah.. dokter tenang saja, aku punya semangat yang kuat untuk hidup! sekuat rasa rindu ini, yang hanya selamanya sekedar berani merindu saja.


kapanpun,,,,

Jumat, 17 Juli 2009

Takkan jera
Aku meminta mu
Tuk tetap di sini

Meski kini
Kaupun telah pergi
Dan meminta aku
Tuk melupakanmu
Tapi ku tak mampu


Aku mohon kepadamu
Kembalilah kepadaku
Karna takkan pernah ada
Yang mampu menggantikanmu


Takkan jera
Aku meminta mu
Tuk tetap di sini
Dia bukan
Orang yang kupilih
Tuk melupakanmu

Tak seindah bersamamu
Tak sehangat pelukanmu
Yang tak akan pernah bisa
Untuk mengganti dirimu

Kamis, 16 Juli 2009

pukul setengah 1 dini hari. Ternyata, aku terbangun dalam sentakan mimpiku..
Astagfirullah.. Ah..

YaAllah, ada apa ini dengan hatiku? Kenapa tiba2 begini sesaknya, seakan ingin meledak! Aku bingung harus bagaimana malam-malam begini terbangun. Aku menangis rupanya, saking sakitnya…

YaAllah berdosakah aku, masih menyimpan rasa rindu ini? Hinakah aku, masih banyak berharap tentangnya? Semua ucapannya yang pernah dia sampaikan, sekarang benar-benar terjadi padaku. Aku tersiksa oleh kerinduan yang tak pernah terjawab itu. Kerinduan sendiri, kerinduan tanpa terbalas. Aku sadar aku bukan sesiapa yang dapat di sanjung dengan segenap hati. Aku mengerti aku hanya gadis kecil yang belum mengerti apa-apa tentang isi dunia ini.
Termasuk cinta,, yah. Kini aku sadar, akan seuntai ucapannya.. cinta tak melulu membuat bahagia, tapi tesiksa..

Tak ada yang tau, bagaimana perjalanan kisah cintaku selama ini. Gadis melankolis yang tak ingin memperlihatkan kisah sebenarnya dalam tangis dan tawanya..

YaAllah, kenapa engkau masih mengijinkan aku untuk memelihara rasa ini? Meski aku tau, terlalu tinggi bila aku banyak bermimpi tentang hadirnya, yang kini sudah pergi.. entah akan bertemu lagi atau tidak di ujung cerita cinta kemarin sore…

Semua yang aku lihat ternyata ilusi, semua yang aku rasakan hanya kosong!

Seandainya aku bisa menukar bahagiaku, dengan kerinduan tak bertepi ini untuk dimengerti dia.. maka aku akan menukarnya, walau aku tau dia tak memiliki rindu itu! Aku akui aku masih mencintanya, tapi tak mungkin bila rasa itu akan menyatu bersamanya. Aku tau diri, siapa dia. Dia adalah sosok seorang yang banyak dikagumi, dia adalah sosok pria dimana orang-orang menginginkannya, menginginkan pribadinya, menginginkan kehadirannya dimanapun-kapanpun

Ah.. Tuhan.. apakah dengan begini, diam dan menekan segala yang ada, segala yang kurasa, akan menjamin rasa itu akan hilang tak berbekas? Apakah dapat menjamin aku tak akan lagi tepesona jika aku berjumpanya? Saat ini, aku hanya mampu menyimpan bayangannya saja, di ruang tersendiri, dimana orang-orang tak akan dapat menemukannya. Dan tak ada yang pernah melewati ruangan itu.

Dia tak pernah tau, bagaimana rasanya jadi aku. Meski bukan yang pertama, tapi aku berusaha menjadikannya yang utama. Dan ironisnya itu tak pernah di hargai. Semua kata yang dia ucap, hanya manis ditelinga, Bahwa aku yang terbaik untuknya. Secepat itu berubah, dia pergi begitu saja Padahal aku selalu mencoba ada untuk dia..
Sekarang, aku dan dia menjauh.. menjauh.. dan menjauhi satu titik yang sempat dia goreskan. Mungkin salahku melewatkan semua ini dengan tak memperlihatkan kesungguhanku,

Kini semua telah berlalu, dan menjadi terlambat, tapi aku akui pasti.. dia tetap yang terhebat!!! Di sini, diruang hatiku dan di ujung pandangan mataku,,, walaupun aku tak tau, bisakah terulang kembali…….

Rabu, 15 Juli 2009

telaga jiwa sunyi

Menyibak tirai dari seuntai ilusi

Berisi prahara terpendam pada kisah klasik

Gemuruh hati kian meronta

Kian berteriak dalam diam telaga jiwa sunyi

Ini taman langit,

Memberi asa membuang nestapa

Bukan ilusi tak berarti

Menyendiri dalam ramai--- dan..

Berteriak berjingkrak dalam sepi,

Hanya bertahta pada romansa bulan purnama

Membiarkan bergulir dengan waktu

Lalu bisu…..

Terendam masih mekungkungkan sukma

Di persada jiwa menyelubung kidung bernada ngilu

Lalu bergerak….

Penat ingin melihat, bosan dengan diam

Ketidaksadaran mengubah setapak di jejak malam kelam

Dan beringsut pada tepian pantai..

Masih berdiri mencari makna cinta—

Tak berarti, ditengah bayang-bayang misteri!!

kereta senja

Kereta senja itu telah semakin jauh

Dan menjauhi sosok tubuh dengan roda perlahan

Kian lama kian tak terlihat, cahaya-cahaya lampu

Yang menelusuri sepanjang jalan kota besar itu

Aku kau tinggalkan…

Bersama selipat kenangan sesaat pada rasa yang tertinggal

Kau itu adalah rindu di setiap detik hidupku,

Cintamu adalah semangat di setiap detak jantugku,

Rindumu adalah kobaran cinta di setiap kerlip mataku,

Senyummu adalah rasa pada jiwa yang bergetar di setiap langkahku..

Dan … tatapan matamu adalah jendela hatimu dimana aku mampu menebar benih itu,

Semuanya pergi, takkan lagi dapat ku temui di setiap waktuku..

Hilang,, tapi aku yakin kita dapat bersama

Lagi kelak…

Pada jejak-jejak kehidupan yang pasti..

Karena aku datang untukmu

Dan kau pergi untuk mendatangiku..

Selasa, 14 Juli 2009


Terlambatkah tepati janji
Saat kau melangkah 'tuk pergi
Yakinkah ini semua, yang telah kita bina
Terjaga oleh kelam
Dan terimbas dengan seram


Kau kemasi kasih sayangmu
Bergegas ambil langkah sendu
Yakinlah ini semua, yang harus kita rasa
Terjaga oleh kelam
Dan terimbas dengan seram


Haruskah kau 'kan pergi
Bila semua 'kan sepi
Haruskah kau kembali
Saat kau baca lirik ini.......

Rabu, 08 Juli 2009

saat pagi sudah tak terbit lagi

maka aku sudah berada di jauh kegelapan

dan berusaha naik ke permukaan..

CLARRA IS LARA...

Hari ini masih siang, belum malam.

Tapi clarra tersedu sedan, sangat ngiluuuuu

arrrrgggggggggghhhhhhhhh!!!!!!!!!!!

bangzatttttt !!!!! brengzex !!!!!

semua barang-barang terlempar. Kecuali pot bunga berisi lily putih..

kemudian dia tersungkur kelantai dengan nafas terengah-engah, mukanya pucat pasi, dengan sorot mata yang tajam pada sebuah bola basket dikamarnya, dia mengambil lalu melemparnya kencang pada cermin yang setiap hari dibuat mengaca atas wajah manisnya itu.

Pyyyyyyyyaaaaaaaaaaarrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrr

Astaghfirullahaladzim....

clarra tersadar, dia sedang emosi. Mengumpat dengan bahasa menjijikan seperti tadi.

Matanya mengeluarkan air bening deras...

kemudian bangkit kekamar mandi dan mengambil air wudzlu...

lalu sholat zhuhur dan terisak dalam doa!!



_________________________________***********__________________________________



memang benar, jiwa cowok dengan jiwa cewek berbeda!” lirih Clarra yang nangkring di jendela kamarnya malam hari. Ada bulan di langit. Dan langitnya tampak bersih, indah! Tapi justru sangat kontras dengan hati Clarra.

Buat Clarra, bersahabat dengan cowok lebih nyaman dari pada bersahabat dengan perempuan!!

bukan sekarang saja Clarra menyadari akan hal itu, tapi sejak SMP Clarra trauma bersahabat dengan sosok yang bernama wanita. Mulutnya lebih berbahaya, hatinya lebih mengerikan daripada pria!

Clarra kan cewek.... aduuh gimana sieh??


itu dia masalahnya, Clarra itu tipe cewek yang selallu melakukan apapun untuk orang terdekatnya, termasuk sahabat!! dia bisa baik kalo orang lain baik sama dia, bahkan kebaikan Clarra bisa melebihi orang yang sudah baik itu! Begitupun sebaliknya, dia bisa jahat melebihi penjahat, kalo orang lain punya niat jahat dengan dia! Siapapun yang berurusan dengan dia, yang menyakitkan, jangan salah! Cengkeramannya itu berbisa !!


Clarra tak menyangka, hatinya akan lara seperti ini. Clarra menggigil mengingat semuanya! Dia gemeteran seperti tidak makan dalam 3hari.

Clarra memandang bulan. Bulan yang indah itu, bulan yang terang itu, dimata Clarra seolah menjadi hitam pekat, dengan dikerumuni burung hantu yang menyeramkan! Bulan itu tak lagi indah, Clarra muntah- muntah memandangi bulan itu terlalu lama,,,,


ada bulan, kamu lihat gak? Coba deh liat. Maka,, pandangan kita akan bertemu disana. Karena saat ini aku sedang menatap bulan! Kamu juga harus melihatnya. Sekarang kamu diarah mana posisi?”


aku diarah timur, aku tadi sudah melihat bulan kok!”


kamu boong, bulannya g disebelah timur kok, berarti kamu gak sedang melihat bulan! Pandangan kamu g mau ya bertemu dengan aku?”


___________________________________************______________________________


Clarra menjatuhkan badan di kasur empuknya, tapi sekarang kasur itu mendadak terasa tak empuk lagi. Kasur yang biasanya dibuatnya berkhayal tentang keindahan imajinasi tentang seseorang...

tapi kasur itulah malam ini yang menjadikan tempat isaknya dalam khayalannya itu sendiri.

Pacar khayalannya telah merenggut bunga-bunga yang telah tumbuh dihatinya! Dia babat habis taman itu. Dia rusak sendiri bunga yang ia tebar benihnya!! sekarang yang tersisa, sayatan-sayatan kecil. Cabikan-cabikan halus sisa rasa mencabut tanaman itu. PERIH!!!

Clarra mebaca ulang surat kaleng yang beberapa hari lalu dia dapati terlempar lewat jendela kamarnya, ya.. itu dari pacar khayalannya.

…. Tentulah cerita itu tidak serta merta berakhir dengan kebahagiaan lelaki dapat merengkuh wanita yang dimpikan. Sungguh, akhir itu bukannya tak diharapkan. Karena cinta bagi lelaki itu berarti memiliki. Tapi ada yang lebih tinggi dari pada itu, sang lelaki itu ingin turut membantu susahnya. Bagaimanapun, lelaki itu bisa turut menitikan air mata ketika membaca kata demi kata dalam sayap-sayap berdarah. Kedukaannya, lelaki itu yakin bisa membawa wanita itu terbang, menembus segala rintangan yang selama ini tampak gelap, terus melintasi awan, dan memandang langit tak bertepi. Lelaki itu percaya bisa membawa kekasihnya terbang tinggi. Bukankan cint punya sepasang sayap yang siap membawa pasangan itu pergi kemanapun? Kapanpun? Maka lelaki itu melihat sayap cinta itu sekali lagi hingga dia mendapati..terbang dengan satu sayap tentu tak mungkin. Tak pernah dia melihat orang berlari hanya satu kaki. Tidak mungkin kita sampai di lautan sedangkan kaki kita masih di pantai. Tak bisalah kita mempertahankan satu hal dan mendapat yang lain. Akhirnya lelaki itu tak harus menuntut cinta dengan dua sayap, berlari dengan dua kaki, melepas yang lama dan mengambil yang baru. Cinta telah membimbing lelaki itu pada satu hal yang membuat dia harus meredam segala rindu mendengar suara . menatap paras, menyentuh ujung jarinya… atau sekedar mengagumi wanita yang dikasihinya bisa duduk didekatnya. Lelaki itu harus menekan segala rasa sehingga seperti tak ada apa-apa, menganggap semua fatamorgana.. atau mungkin harus dirupakan sebagai angan-angan ditengah musim kemarau panjang.kini menjadi tau bahwa cinta tak melulu membuatnya bahagia, tapi tersiksa….


dia meremas surat kaleng itu. Pikirannya telah kosong, dia telah membuang jauh harapan apapun tentang pacar khayalannya.

Clarra teringat sesuatu, dalam sebuah khayalan di mimpinya, seseorang pernah bilang.


kamu, mau menghentikan kereta yang sudah terlanjur melaju kencang?”

pernahkah kamu berlari dari rasa yang sudah terlanjur ada? Pernahkah kamu sembunyi dari labirin kerinduan?”

kemudian kau sunyi, menjelma menjadi sepi. Membuyarkan lamunan yang kurajut dengan benang harapan dan tinta kerinduan”

aku tak semudah yang kau kira, untuk menjatuhkan pilihanku. Aku sudah 5 tahun menjadi pelatih piano, tapi aku tak pernah sedikitpun punya hubungan dengan anak yanga sedang kursus padaku”

aku bisa saja membantumu, menyelesaikan masalahmu, tapi aku kesulitan untuk melakukannya”

lebih indah, serupa dengan matahari senja, atau embun pagi yang menetes di ujung dedaunan hijau”

keinginanku melihatmu adalah mimpi bagiku, apakah kau memang mimpi untukku?”

ah, kau hanya mempermainkanku, Clarra... setelah aku jatuh hati padamu.. kau akan meninggalkan dengan keadaan luka!!”

Clarra, jangan lupa makan siang, dengerin lagunya naff>> bila nanti kau milikku..temani aku hingga tutup usiaku”

..perasaan ingin mendengar suaramu, perasaan ingin melihatmu, perasaan tiba2 takut kehilangan dan mengkhawatirkanmu”

..mestinya kamu memberiku semangat. Karena aku memang membutuhkannya darimu!!!!”

banyak hal, yang membuatku senang dekat denganmu..”

kau bukan saingannya, karena menempati pikiran berbeda, kau istimewa bagiku. Tak ada yang bisa menggantikanmu diatiku”

( kurang lebih begitu, karena sudah tak lagi Clarra simpan surat kaleng itu. Hanya saja Clarra mengingatnya)


Dan........


aku selalu punya kesulitan untuk meyakinkanmu”

toh aku tak peduli dengan mereka, disisi lain Kadang aku lelah meyakinkanmu!!!!!!!”


Clarra mencoba tersenyum, berat. Meski lumpuh sudah hatinya



______________________________**************______________________


Malam itu sudah pukul setengah 12. recordernya sedang mengalunkan musik lirih.

Clarra hendak mencoba menutup mata, terlelap. Tapi tak mampu! Terlalu sesak! Terlalu sakit! Tak pernah dia merasakan semacam ini...

Dia bangkit, ingin mematikan suara musik itu.

Tiba-tiba.... tangannya terhenti. Ia urungkan niat itu. Kemudian Clarra perlahan duduk di sofa kecil, dekat dengan recordernya. Ia membesarkan volume sedikit.

Na...na...na.....na....bila kuberjumpa, kau buatku terpesona,,

Hati ku berkata seperti kau yang ku damba

Benak hati tak bisa menahan lagi

Meski ada yang memiliki

aku tak bisa melihat kau bersamanya

tapi tak seharusnya dengan dia kau bercinta

jika kau merasa apa yang tlah aku rasa

kau bilanglah saja kau tak lagi cinta dia

benak hati tak bisa menahan lagi pasti engkau akan kunanti


badan Clarra condong dimeja,telinganya dengan seksama mendengarkan lagu itu.

Tangannya memegang kaleng berisi surat. Otaknya berputar hebat flash back kebeberapa abad yang lalu. Mengingat saat itu dia dan pacar khayalannya telah terbang tinggi dinegeri awan bebas. Memandang langit yang tak bertepi dengan sayap-sayap mengepak. Lalu berjalan dari pantai, menuju lautan. Tanpa meninggalkan kaki dipantai


matanya masih sembab, sekarang..aku tak ada yang pedulikan lagi. Seseorang yang telah memiliki aku tlah memilih untuk berhenti peduli. Sekarang saat aku berharap semua pada kamboja..dia mengoyak hati, sedu Clarra dalam hati, dalam isak tangis kecilnya.

Kamboja mencabik-cabik hati setangkai lily. Sandaran hati pergi, biarkan aku berkelana seorang diri.


Memilih untuk tak dipilih..


dan akhirnya dipilih untuk tak bisa memilih....


__________________________________*******************_________________________



Clarra tertidur, diatas meja, kepala dan tangannya disandarkan. Ruangannya hening.tanpa isak tangis lagi seorang Clarra. Sepertiga malam menunjukan pukul setengah 3. Ia terbangun, sadar kalau dirinya tertidur diatas meja saat mendengarkan dentingan musik KOTAK. Astaga,,surat kaleng tadi tertindih kepala Clarra rupanya waktu tertidur, sekarang surat kaleng itu menjadi basah karena banjir air matanya yang deras!! deras!! huffth..

surat kaleng itu nyaris tidak bisa dibaca lagi, hampir setengah kertasnya lembek karena air mata dukanya. Clarra tak peduli lagi, ia biarkan kertas itu diatas mejanya. Tergeletak begitu saja, toh sudah tak berarti bukan?


Ooh, surat kaleng yang begitu berarti selama ini, mendadak tak berarti lagi buat Clarra. Kamboja telah menyuruh untuk tak meminta lagi Clarra mengkhayalkannya. Kamboja tak menginginkan Clarra untuk dekat dengannya lagi. Kamboja meminta bantuan makhluk lain, untuk membujuk Clarra tak berimajinasi tentangnya ..


Arrgghhh....


Andai kamboja tau susah sekali, mencuri waktu untuk bermain dengan khayalannya,mencoba mencari dinegeri awan dan mengajaknya menari-nari diangkasa sana..tapi sekarang kemboja dengan sekenanya mencoba lenyap dengan tiba-tiba tanpa lagi peduli hati Clarra penuh dengan bunga, tanpa melihat pengorbanan dari seorang Clarra, yang berusaha menjadikannya yang utama..


ibarat kata, orang sakit perut, mulas, macam orang pengen beol. Betapa nikmatnya nongkrong diatas jamban, dan mengejan. Setelah hampir keluar, hansip menggedor-gedor pintu untuk menyuruh keluar karena didalam ada BOM!! Gilla rasanya gimana tuh??


Enak-enaknya menikmati, berkhayal dan bermimpi dengan kamboja..

tiba-tiba dia sendiri yang memerintah Clarra untuk berhenti memikirkan dia, berhenti melamunkannya, dan seolah-olah Clarra harus mengusir dari pikirannya, yang jelas-jelas sudah banyak Clarra sulam semua Indahnya harapan tentangnya..


TEGAAA”


beuuhh sudahlah,, kuharap ini adalah kebodohanku, yang benar-benar bodoh!!

Clarra mulai nglantur tak beraturan, itu tandanya dia sedang maraaah besar!

Kalo marahnya diam, buat dia itu wajar. Itulah dia, tapi kalau sudah bersuara, marahnya itu adalah setan!!

setan aja ampe tutup telinga,,,


wakakakkakka ( Mode On >>> mencoba untuk TERTAWA
!!! )











menemukanmu dalam terlambat

Sudahlah Virgo Aku sudah keliru, Aku tak mau dugaanku menjadi salahpaham, menanggapi ucapanmu yg semestinya hanyalah ilusi untuk ku....