Hari ini masih siang, belum malam.
Tapi clarra tersedu sedan, sangat ngiluuuuu
arrrrgggggggggghhhhhhhhh!!!!!!!!!!!
bangzatttttt !!!!! brengzex !!!!!
semua barang-barang terlempar. Kecuali pot bunga berisi lily putih..
kemudian dia tersungkur kelantai dengan nafas terengah-engah, mukanya pucat pasi, dengan sorot mata yang tajam pada sebuah bola basket dikamarnya, dia mengambil lalu melemparnya kencang pada cermin yang setiap hari dibuat mengaca atas wajah manisnya itu.
Pyyyyyyyyaaaaaaaaaaarrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrr
Astaghfirullahaladzim....
clarra tersadar, dia sedang emosi. Mengumpat dengan bahasa menjijikan seperti tadi.
Matanya mengeluarkan air bening deras...
kemudian bangkit kekamar mandi dan mengambil air wudzlu...
lalu sholat zhuhur dan terisak dalam doa!!
_________________________________***********__________________________________
“memang benar, jiwa cowok dengan jiwa cewek berbeda!” lirih Clarra yang nangkring di jendela kamarnya malam hari. Ada bulan di langit. Dan langitnya tampak bersih, indah! Tapi justru sangat kontras dengan hati Clarra.
Buat Clarra, bersahabat dengan cowok lebih nyaman dari pada bersahabat dengan perempuan!!
bukan sekarang saja Clarra menyadari akan hal itu, tapi sejak SMP Clarra trauma bersahabat dengan sosok yang bernama wanita. Mulutnya lebih berbahaya, hatinya lebih mengerikan daripada pria!
Clarra kan cewek.... aduuh gimana sieh??
itu dia masalahnya, Clarra itu tipe cewek yang selallu melakukan apapun untuk orang terdekatnya, termasuk sahabat!! dia bisa baik kalo orang lain baik sama dia, bahkan kebaikan Clarra bisa melebihi orang yang sudah baik itu! Begitupun sebaliknya, dia bisa jahat melebihi penjahat, kalo orang lain punya niat jahat dengan dia! Siapapun yang berurusan dengan dia, yang menyakitkan, jangan salah! Cengkeramannya itu berbisa !!
Clarra tak menyangka, hatinya akan lara seperti ini. Clarra menggigil mengingat semuanya! Dia gemeteran seperti tidak makan dalam 3hari.
Clarra memandang bulan. Bulan yang indah itu, bulan yang terang itu, dimata Clarra seolah menjadi hitam pekat, dengan dikerumuni burung hantu yang menyeramkan! Bulan itu tak lagi indah, Clarra muntah- muntah memandangi bulan itu terlalu lama,,,,
“ada bulan, kamu lihat gak? Coba deh liat. Maka,, pandangan kita akan bertemu disana. Karena saat ini aku sedang menatap bulan! Kamu juga harus melihatnya. Sekarang kamu diarah mana posisi?”
“aku diarah timur, aku tadi sudah melihat bulan kok!”
“kamu boong, bulannya g disebelah timur kok, berarti kamu gak sedang melihat bulan! Pandangan kamu g mau ya bertemu dengan aku?”
___________________________________************______________________________
Clarra menjatuhkan badan di kasur empuknya, tapi sekarang kasur itu mendadak terasa tak empuk lagi. Kasur yang biasanya dibuatnya berkhayal tentang keindahan imajinasi tentang seseorang...
tapi kasur itulah malam ini yang menjadikan tempat isaknya dalam khayalannya itu sendiri.
Pacar khayalannya telah merenggut bunga-bunga yang telah tumbuh dihatinya! Dia babat habis taman itu. Dia rusak sendiri bunga yang ia tebar benihnya!! sekarang yang tersisa, sayatan-sayatan kecil. Cabikan-cabikan halus sisa rasa mencabut tanaman itu. PERIH!!!
Clarra mebaca ulang surat kaleng yang beberapa hari lalu dia dapati terlempar lewat jendela kamarnya, ya.. itu dari pacar khayalannya.
…. Tentulah cerita itu tidak serta merta berakhir dengan kebahagiaan lelaki dapat merengkuh wanita yang dimpikan. Sungguh, akhir itu bukannya tak diharapkan. Karena cinta bagi lelaki itu berarti memiliki. Tapi ada yang lebih tinggi dari pada itu, sang lelaki itu ingin turut membantu susahnya. Bagaimanapun, lelaki itu bisa turut menitikan air mata ketika membaca kata demi kata dalam sayap-sayap berdarah. Kedukaannya, lelaki itu yakin bisa membawa wanita itu terbang, menembus segala rintangan yang selama ini tampak gelap, terus melintasi awan, dan memandang langit tak bertepi. Lelaki itu percaya bisa membawa kekasihnya terbang tinggi. Bukankan cint punya sepasang sayap yang siap membawa pasangan itu pergi kemanapun? Kapanpun? Maka lelaki itu melihat sayap cinta itu sekali lagi hingga dia mendapati..terbang dengan satu sayap tentu tak mungkin. Tak pernah dia melihat orang berlari hanya satu kaki. Tidak mungkin kita sampai di lautan sedangkan kaki kita masih di pantai. Tak bisalah kita mempertahankan satu hal dan mendapat yang lain. Akhirnya lelaki itu tak harus menuntut cinta dengan dua sayap, berlari dengan dua kaki, melepas yang lama dan mengambil yang baru. Cinta telah membimbing lelaki itu pada satu hal yang membuat dia harus meredam segala rindu mendengar suara . menatap paras, menyentuh ujung jarinya… atau sekedar mengagumi wanita yang dikasihinya bisa duduk didekatnya. Lelaki itu harus menekan segala rasa sehingga seperti tak ada apa-apa, menganggap semua fatamorgana.. atau mungkin harus dirupakan sebagai angan-angan ditengah musim kemarau panjang.kini menjadi tau bahwa cinta tak melulu membuatnya bahagia, tapi tersiksa….
dia meremas surat kaleng itu. Pikirannya telah kosong, dia telah membuang jauh harapan apapun tentang pacar khayalannya.
Clarra teringat sesuatu, dalam sebuah khayalan di mimpinya, seseorang pernah bilang.
“kamu, mau menghentikan kereta yang sudah terlanjur melaju kencang?”
“pernahkah kamu berlari dari rasa yang sudah terlanjur ada? Pernahkah kamu sembunyi dari labirin kerinduan?”
“kemudian kau sunyi, menjelma menjadi sepi. Membuyarkan lamunan yang kurajut dengan benang harapan dan tinta kerinduan”
“aku tak semudah yang kau kira, untuk menjatuhkan pilihanku. Aku sudah 5 tahun menjadi pelatih piano, tapi aku tak pernah sedikitpun punya hubungan dengan anak yanga sedang kursus padaku”
“aku bisa saja membantumu, menyelesaikan masalahmu, tapi aku kesulitan untuk melakukannya”
“lebih indah, serupa dengan matahari senja, atau embun pagi yang menetes di ujung dedaunan hijau”
“keinginanku melihatmu adalah mimpi bagiku, apakah kau memang mimpi untukku?”
“ah, kau hanya mempermainkanku, Clarra... setelah aku jatuh hati padamu.. kau akan meninggalkan dengan keadaan luka!!”
“Clarra, jangan lupa makan siang, dengerin lagunya naff>> bila nanti kau milikku..temani aku hingga tutup usiaku”
“..perasaan ingin mendengar suaramu, perasaan ingin melihatmu, perasaan tiba2 takut kehilangan dan mengkhawatirkanmu”
“..mestinya kamu memberiku semangat. Karena aku memang membutuhkannya darimu!!!!”
“banyak hal, yang membuatku senang dekat denganmu..”
“kau bukan saingannya, karena menempati pikiran berbeda, kau istimewa bagiku. Tak ada yang bisa menggantikanmu diatiku”
( kurang lebih begitu, karena sudah tak lagi Clarra simpan surat kaleng itu. Hanya saja Clarra mengingatnya)
Dan........
“aku selalu punya kesulitan untuk meyakinkanmu”
“toh aku tak peduli dengan mereka, disisi lain Kadang aku lelah meyakinkanmu!!!!!!!”
Clarra mencoba tersenyum, berat. Meski lumpuh sudah hatinya
______________________________**************______________________
Malam itu sudah pukul setengah 12. recordernya sedang mengalunkan musik lirih.
Clarra hendak mencoba menutup mata, terlelap. Tapi tak mampu! Terlalu sesak! Terlalu sakit! Tak pernah dia merasakan semacam ini...
Dia bangkit, ingin mematikan suara musik itu.
Tiba-tiba.... tangannya terhenti. Ia urungkan niat itu. Kemudian Clarra perlahan duduk di sofa kecil, dekat dengan recordernya. Ia membesarkan volume sedikit.
“Na...na...na.....na....bila kuberjumpa, kau buatku terpesona,,
Hati ku berkata seperti kau yang ku damba
Benak hati tak bisa menahan lagi
Meski ada yang memiliki
aku tak bisa melihat kau bersamanya
tapi tak seharusnya dengan dia kau bercinta
jika kau merasa apa yang tlah aku rasa
kau bilanglah saja kau tak lagi cinta dia
benak hati tak bisa menahan lagi pasti engkau akan kunanti
badan Clarra condong dimeja,telinganya dengan seksama mendengarkan lagu itu.
Tangannya memegang kaleng berisi surat. Otaknya berputar hebat flash back kebeberapa abad yang lalu. Mengingat saat itu dia dan pacar khayalannya telah terbang tinggi dinegeri awan bebas. Memandang langit yang tak bertepi dengan sayap-sayap mengepak. Lalu berjalan dari pantai, menuju lautan. Tanpa meninggalkan kaki dipantai
matanya masih sembab, sekarang..aku tak ada yang pedulikan lagi. Seseorang yang telah memiliki aku tlah memilih untuk berhenti peduli. Sekarang saat aku berharap semua pada kamboja..dia mengoyak hati, sedu Clarra dalam hati, dalam isak tangis kecilnya.
Kamboja mencabik-cabik hati setangkai lily. Sandaran hati pergi, biarkan aku berkelana seorang diri.
Memilih untuk tak dipilih..
dan akhirnya dipilih untuk tak bisa memilih....
__________________________________*******************_________________________
Clarra tertidur, diatas meja, kepala dan tangannya disandarkan. Ruangannya hening.tanpa isak tangis lagi seorang Clarra. Sepertiga malam menunjukan pukul setengah 3. Ia terbangun, sadar kalau dirinya tertidur diatas meja saat mendengarkan dentingan musik KOTAK. Astaga,,surat kaleng tadi tertindih kepala Clarra rupanya waktu tertidur, sekarang surat kaleng itu menjadi basah karena banjir air matanya yang deras!! deras!! huffth..
surat kaleng itu nyaris tidak bisa dibaca lagi, hampir setengah kertasnya lembek karena air mata dukanya. Clarra tak peduli lagi, ia biarkan kertas itu diatas mejanya. Tergeletak begitu saja, toh sudah tak berarti bukan?
Ooh, surat kaleng yang begitu berarti selama ini, mendadak tak berarti lagi buat Clarra. Kamboja telah menyuruh untuk tak meminta lagi Clarra mengkhayalkannya. Kamboja tak menginginkan Clarra untuk dekat dengannya lagi. Kamboja meminta bantuan makhluk lain, untuk membujuk Clarra tak berimajinasi tentangnya ..
Arrgghhh....
Andai kamboja tau susah sekali, mencuri waktu untuk bermain dengan khayalannya,mencoba mencari dinegeri awan dan mengajaknya menari-nari diangkasa sana..tapi sekarang kemboja dengan sekenanya mencoba lenyap dengan tiba-tiba tanpa lagi peduli hati Clarra penuh dengan bunga, tanpa melihat pengorbanan dari seorang Clarra, yang berusaha menjadikannya yang utama..
ibarat kata, orang sakit perut, mulas, macam orang pengen beol. Betapa nikmatnya nongkrong diatas jamban, dan mengejan. Setelah hampir keluar, hansip menggedor-gedor pintu untuk menyuruh keluar karena didalam ada BOM!! Gilla rasanya gimana tuh??
Enak-enaknya menikmati, berkhayal dan bermimpi dengan kamboja..
tiba-tiba dia sendiri yang memerintah Clarra untuk berhenti memikirkan dia, berhenti melamunkannya, dan seolah-olah Clarra harus mengusir dari pikirannya, yang jelas-jelas sudah banyak Clarra sulam semua Indahnya harapan tentangnya..
“TEGAAA”
beuuhh sudahlah,, kuharap ini adalah kebodohanku, yang benar-benar bodoh!!
Clarra mulai nglantur tak beraturan, itu tandanya dia sedang maraaah besar!
Kalo marahnya diam, buat dia itu wajar. Itulah dia, tapi kalau sudah bersuara, marahnya itu adalah setan!!
setan aja ampe tutup telinga,,,
wakakakkakka ( Mode On >>> mencoba untuk TERTAWA
!!! )
Tidak ada komentar:
Posting Komentar