pagi ini beda dengan pagi2 biasanya, kalau biasanya aku duduk di depan komputer sembari kerja dan ngisi-ngisi blog atau sekedar main fb.
sekarang aku sedang terkapar di bed serba putih, yang sedikit ternoda bercak darah karena semalam aku kesakitan tertusukan suntikan pengambilan darah dari suster, aku gerak dan akhirnya darahku muncrat.
kepalaku terasa pening sekali, darahku rendah, tapi aku masih mampu buat mengetik-ngetik di tampilan blogku yang lebih pantas ku sebut layaknya diary :D
huuhhff jarum sialan itu sudah terlepas satu, kata dokter aku sudah boleh duduk tapi belum boleh berjalan, huuh memang yang bermasalah kakiku??
laptopku masih full baterainya, jadi lumayan kalau sekedar buat ketik-ketik tak penting di sini.
YaAllah, terimakasih engkau masih memberi aku kesempatan untuk menikmati indahnya pahit dunia, untuk merasakan getirnya wangi kasturi cinta.
di dalam ruangan ini, ruangan yang mengantarkan aku dimana mau tak mau harus berjuang sendirian untuk sekedar menjaga seulas senyum untuk semuanya..
senyum palsukah ini??
aku ingat, semalam aku berbicara tak sopan dengan orang terpenting buat hidupku. Aku sekarang menjadi bingar, tak tau harus berucap maav dari mana. Aku hanya mencoba berbicara dengan kalimat terjujur tanpa kemunafikan. Oh tuhan,,
Maavkan atas kelancanganku, tapi bukankah rasa yang ku alami ini adalah sebuah anugrah dariMu? lalu dengan cara bagaimana lagi aku harus bisa mensyukurinya, kalau aku hanya merasakan seorang diri?!
baru kali ini aku merasa gila karena makhluk tuhan, demi tuhan.. seorang gadis kecil seperti aku hanya bisa melihat kegilaan para lelaki dari model apapun bersimpuh untuk sekedar meminta ijin menjadi pujaannya, tanpa aku pedulikannya!!!
kini, aku seperti mereka-mereka. sama. Oh, begini ya rasanya 'tergila'
hahahhahahha ( test ketawa )
harusnya aku tak cuma nginep di RSU nih, tapi juga di RSJ :P
sejak aku kenal dia, semua hatiku berantakan kecuali daya khayalku tentang dia. Aku sudah belajar untuk menghindari, tapi semakin dihindari semakin aku tak bisa menaha gejolak itu. mungkin kedengarannya busyit buat aku. hehe, cewek dingin yang jutek, jadi lunak juga akhirnya..
suster pernah bilang, aku menyebut namanya saat pulih dari sadar. dari mana suster itu mengetahuinya kalau memang tidak dari mulutku? suster-suster itu menggodaku, mungkin sekaligus mencoba menghiburku. tapi sungguh aku tak mengerti sekali, ijinkan aku untuk menjadi seseorang yang memujanya dan berdiri diantara sederetan panjang orang-orang yang menunggunya. andai bukan kemenangan yang aku dapat, tak apa. karena mengingatnya pun telah menjadi sebuah keindahan yang tak pernah aku rasakan sebelumnya. beri aku arti di sela celah hatinya yang menganga, ya Allah..
Aku pengen cepet pulang nih, dokterrr aku udah sembuh kok! aku dengerin semua saran mu degh,, tapi jangan tusuk aku sesering mungkin setiap hari dengan jarum-jarum jelek itu yah.. dokter tenang saja, aku punya semangat yang kuat untuk hidup! sekuat rasa rindu ini, yang hanya selamanya sekedar berani merindu saja.
kapanpun,,,,
mengenal arti kecil sesosok Penyair adalah orang yang tidak bahagia,karena betapa pun tinggi jiwa mereka,mereka tetap diselubungi airmata.dan mengemukakan sebuah puisi sendu dalam alunan bunga bakung.Ia adalah lagu yang muncul daripada luka yang berdarah atau mulut yang tersenyum.
Minggu, 26 Juli 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
menemukanmu dalam terlambat
Sudahlah Virgo Aku sudah keliru, Aku tak mau dugaanku menjadi salahpaham, menanggapi ucapanmu yg semestinya hanyalah ilusi untuk ku....
-
Setelah sekian banyak ngeposting artikel-artikel psikologi , saya hampir kelupaan menuliskan apa itu psikologi, ilmu apa sih psikologi? Ap...
-
Bila cintaku memilihmu Aku tau itu bukan pilihanku Tapi pilihan-Nya Bila cintaku memilihmu Itu bukan karena cintaku padamu Tapi karen...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar