Kamis, 16 Juli 2009

pukul setengah 1 dini hari. Ternyata, aku terbangun dalam sentakan mimpiku..
Astagfirullah.. Ah..

YaAllah, ada apa ini dengan hatiku? Kenapa tiba2 begini sesaknya, seakan ingin meledak! Aku bingung harus bagaimana malam-malam begini terbangun. Aku menangis rupanya, saking sakitnya…

YaAllah berdosakah aku, masih menyimpan rasa rindu ini? Hinakah aku, masih banyak berharap tentangnya? Semua ucapannya yang pernah dia sampaikan, sekarang benar-benar terjadi padaku. Aku tersiksa oleh kerinduan yang tak pernah terjawab itu. Kerinduan sendiri, kerinduan tanpa terbalas. Aku sadar aku bukan sesiapa yang dapat di sanjung dengan segenap hati. Aku mengerti aku hanya gadis kecil yang belum mengerti apa-apa tentang isi dunia ini.
Termasuk cinta,, yah. Kini aku sadar, akan seuntai ucapannya.. cinta tak melulu membuat bahagia, tapi tesiksa..

Tak ada yang tau, bagaimana perjalanan kisah cintaku selama ini. Gadis melankolis yang tak ingin memperlihatkan kisah sebenarnya dalam tangis dan tawanya..

YaAllah, kenapa engkau masih mengijinkan aku untuk memelihara rasa ini? Meski aku tau, terlalu tinggi bila aku banyak bermimpi tentang hadirnya, yang kini sudah pergi.. entah akan bertemu lagi atau tidak di ujung cerita cinta kemarin sore…

Semua yang aku lihat ternyata ilusi, semua yang aku rasakan hanya kosong!

Seandainya aku bisa menukar bahagiaku, dengan kerinduan tak bertepi ini untuk dimengerti dia.. maka aku akan menukarnya, walau aku tau dia tak memiliki rindu itu! Aku akui aku masih mencintanya, tapi tak mungkin bila rasa itu akan menyatu bersamanya. Aku tau diri, siapa dia. Dia adalah sosok seorang yang banyak dikagumi, dia adalah sosok pria dimana orang-orang menginginkannya, menginginkan pribadinya, menginginkan kehadirannya dimanapun-kapanpun

Ah.. Tuhan.. apakah dengan begini, diam dan menekan segala yang ada, segala yang kurasa, akan menjamin rasa itu akan hilang tak berbekas? Apakah dapat menjamin aku tak akan lagi tepesona jika aku berjumpanya? Saat ini, aku hanya mampu menyimpan bayangannya saja, di ruang tersendiri, dimana orang-orang tak akan dapat menemukannya. Dan tak ada yang pernah melewati ruangan itu.

Dia tak pernah tau, bagaimana rasanya jadi aku. Meski bukan yang pertama, tapi aku berusaha menjadikannya yang utama. Dan ironisnya itu tak pernah di hargai. Semua kata yang dia ucap, hanya manis ditelinga, Bahwa aku yang terbaik untuknya. Secepat itu berubah, dia pergi begitu saja Padahal aku selalu mencoba ada untuk dia..
Sekarang, aku dan dia menjauh.. menjauh.. dan menjauhi satu titik yang sempat dia goreskan. Mungkin salahku melewatkan semua ini dengan tak memperlihatkan kesungguhanku,

Kini semua telah berlalu, dan menjadi terlambat, tapi aku akui pasti.. dia tetap yang terhebat!!! Di sini, diruang hatiku dan di ujung pandangan mataku,,, walaupun aku tak tau, bisakah terulang kembali…….

Tidak ada komentar:

menemukanmu dalam terlambat

Sudahlah Virgo Aku sudah keliru, Aku tak mau dugaanku menjadi salahpaham, menanggapi ucapanmu yg semestinya hanyalah ilusi untuk ku....