Menyibak tirai dari seuntai ilusi
Berisi prahara terpendam pada kisah klasik
Gemuruh hati kian meronta
Kian berteriak dalam diam telaga jiwa sunyi
Ini taman langit,
Memberi asa membuang nestapa
Bukan ilusi tak berarti
Menyendiri dalam ramai--- dan..
Berteriak berjingkrak dalam sepi,
Hanya bertahta pada romansa bulan purnama
Membiarkan bergulir dengan waktu
Lalu bisu…..
Terendam masih mekungkungkan sukma
Di persada jiwa menyelubung kidung bernada ngilu
Lalu bergerak….
Penat ingin melihat, bosan dengan diam
Ketidaksadaran mengubah setapak di jejak malam kelam
Dan beringsut pada tepian pantai..
Masih berdiri mencari makna cinta—
Tak berarti, ditengah bayang-bayang misteri!!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar