aku tatap kedepan paling ujung perempatan koridor panjang, begitu lengang, sisi kaki ku menjulur adalah taman rerumputan bersih, berwarna hijau berhias kembang-kembangan seri. Dari arah kanan ruangan ct scan itu ada 2 perawat berjalan beriringan.
mereka putih bersih dan berseri serupa berserinya kembang di taman. perawat berjilbab putih itu berjalan lurus melewatiku meninggalkan seulas senyum. aku merasa bosan terdiam hening di sisi taman koridor yang senyap ini. kakiku melangkah mulai meninggalkan pijakan tanah yang berumput itu. ketika aku berbelok kesamping pertigaan koridor, aku setengah terpelanting kejut tatkala menatap ruangan itu riuh.
UGD!! laki-laki paruh baya berkulit kuning mengenakan jubah putih bersih, tergelantung stetoskop yang lumayan membuat aku menyimpulkan bahwa dia adalah seorang dokter muda yang jenius, di ikuti 1 perawat membawakan peralatan yang entah apa itu bahasa kedokterannya, memasuki dengan segera kearah UGD.
aku amati silih berganti gerak anak manusia yang penuh dg kepanikan. huh, membosankan. tidak ada reaksi apapun dari sekedar satupun orang yang memiliki kegaduhan tersebut. tinggalkan saja! pekik ku..
ku ikuti suara angin bersemilir di soreku yang sunyi ini. sore yang ku lihat adalah senja menggelantung di kolong langit jingga. senja yang indah!
trataap.. mereka? aku seperti mengenal mereka! Asyf, pria itu calon teman hidupku. ouh, ingat aku. aku sempat bertengkar besar hanya karena hal kecil. senyumku mengembang, kupikir pasti dia mencari ku. benar-benar perrhatian dg ku ternyata, keberadaanku masih saja dia tau. ah, Asyf.. dari mana kau tau aku ada di sini? Asyf tak melihatku. dia terburu-buru sekali tampaknya. dan aku masih sama seperti dulu, masih sering berpura-pura tak melihat seseorang yang mncintainya tengah sibuk mencari batang hidungnya, apalagi setelah berkelit semalam. aku merunduk, berjalan perlahan.
Ayla..!! deeg! suara itu menyentak aku. teriakan bernada miris berbaur isakan yang tertahan. ku lihat arah suara itu. Bunda, Ayah, Kakak!!! aku berlari kearah mereka. mereka terlanjur berbelok. sama langkahnya dengan Asyfku..ku ikuti mereka. ternyata, langkah mereka terhenti di ruangan yang sedari tadi membuatku bosan menilik kepanikan-kepanikan orang-orang disana, orang-orang yang bebaju putih, lebih tepat seperti jas.
Asyf meronta. aku mencoba mendekatinya, dia tak pedulikanku.Bunda..Bunda.. Asyf masih marah bunda, lirihku mencoba mendekati sisi bunda yang terhuyung di pundak kakak.
Ayla..!! Ayla..!
Bunda..! isakku hendak merangkul Bunda. namun tubuh bunda terburu ditarik Ayah, sabar Bunda.. tak perlu sedu sadan, kita harus iklas, biar bagaimanapun.
tapi, Ayla anak kita..seperti masih di sini.
arrgh bunda,
Ayla memang di sini. teriakku!!
Ayah!! mengertilah!!teriakku tak menghasilkan apa-apa kecuali dokter yang ku lihat tadi keluar bersamaan perawat-perawatnya menggeledek seseorang tertutup kain putih. Adeeekk!! Kakak menghentikan langkah para perawat. Kakak memanggil sebutan adek?? itu adalah sebutan kesayanganku dikeluargaku. apa maksudnya??
dwaarrr!!! tubuhku seketika kaku, saat kakak membuka selimut, menampakkan seberkas wajah seorang gadis berdarah nanar, bak tercabik-cabik. hatiku ikut tercabik. itu adalah aku!! sosokku, tubuhku. lalu siapa yang berdiri ini? aku mengamati seluruh AKU yang sedang berdiri dg lidah yg kelu.
mereka pergi perlahan masih dengan isak, tangis, kesedihan,
aku terpaku menatap mereka pergi mengiringi sosok Aku yang terbujur kaku tanpa gerak tergeletak di atas bed beroda dan tak hiraukan AKU yang masih berdiri sendiri.
kakiku melemas, aku tersungkur mengingat letih di saat aku berada di taman tadi, 2 perawat itu tersenyum, rupanya bukan padaku. tapi kepada anak kecil disebelahku. hanya anak kecil itu yang dapat menghiburku di segenap orang-orang yang ada.
aaahh, aku ini adalah AKU yang tadi.. ternyata aku telah mati..!!!
kecelakaan itu, aku ingat. kecelakaan itu telah merenggut nyawaku satu-satunya. saat aku berlari meninggalkan caci maki pada asyf, hasrat terakhirku adalah ingin bertemu keluargaku,
kurasakan ada hawa dingin menerpa tengkuk belakang, usai ku tatap mereka pergi, berbelok, hingga tak terlihat lagi, aku merasa terbang perlahan. perlahan. punggungku mulai bersayap putih, bercahaya. bahkan lebih putih dari jubah perawat tadi. sayup kudengar irama memanggilku lembut. arah terbangku mengikutinya.
masih terus terbang perlahan dan kemudian kulambaikan tanganku pada mereka......
selamat tinggal semua
Ooh kalian,,kutunggu kalian di sana, di surga...
lirih batinku !!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar