sEmua yang telah meledak aku ucap, pengend rasanya aku kembali menarik kalimat tanpa sedikit mengumpat
__________***********************_______________
jiwaku menari di atas kesepian abadi
memudar ucapku luruh bersama hilangnya mimpi2
seperti berjelaga warna air mataku..
rona pipiku, memucat dalam indahnya luka yang tertuang
di cawan berduri, berlapis emas berlian..
jiwaku menari di atas pelangi buram,
memudar mimpiku menyelami indahnya hatimu
seperti beku warna cintamu..
tak memberikan arti apapun, kecuali, tiada secuil asa..
jiwaku berteriak, sembari menatap cakrawala gelap
hingga akhirnya berhenti berharap..
mengusaikan rasa yang menyelinap dengan perlahan,
agar jiwaku...
tiada di temui termangu di sudut guratan jiwa yang tak mau di daki.....
__________***********************_______________
jiwaku menari di atas kesepian abadi
memudar ucapku luruh bersama hilangnya mimpi2
seperti berjelaga warna air mataku..
rona pipiku, memucat dalam indahnya luka yang tertuang
di cawan berduri, berlapis emas berlian..
jiwaku menari di atas pelangi buram,
memudar mimpiku menyelami indahnya hatimu
seperti beku warna cintamu..
tak memberikan arti apapun, kecuali, tiada secuil asa..
jiwaku berteriak, sembari menatap cakrawala gelap
hingga akhirnya berhenti berharap..
mengusaikan rasa yang menyelinap dengan perlahan,
agar jiwaku...
tiada di temui termangu di sudut guratan jiwa yang tak mau di daki.....
Tidak ada komentar:
Posting Komentar