suara hatiku sunyi, tak berani menguak
hanya tertahan di lorong kerongkong
aku bernafas tersengal menjadikan suara hatiku berpendar di ujung guratan bibir.
suara hatiku bersorak tak ingin meledak, walau semua telah bertumpu dilelah riuhnya jiwa
aku masih menunggu kau berbicara hingga suara hatiku takkan lagi ada yang tertahan.
malam ini temaram menjelma dingin di tepian trotoar jalan. aku terus bertapak, begitu padat oleh sorak para anak muda yang bergelut dengan dunia maya.
sesaat aku jenuh menikmati pandangan kosong silih berganti tiada arti.
hariku masih panjang, letih itu semakin merasuk di otak, di hati, di jiwa..
sepenggal kisah kasih tak berujung ku coba singkirkan. walau lebih terkesan ku asingkan. tapi sejauh lelah kubawa beban, sejauh itu, asa yang terasa kembali menyuarakan dengan gamang!
aku membalikkan badan, berusaha berlari, sembari ku tutup telingaku, sembari kupejamkan mata ku. mencoba agar tak mendengar suara hati yang semestinya hendak kudengar. dan mencoba agar tak dapat lagi melihat warna pelangi yang sesungguhnya masih ingin ku lihat.
suara-suara yang pernah bergetar, kini masih terngiang dalam teriakan sanubariku.
adakah semua palsu? mungkin semu!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar