Lingkaran
Tapi apakah jam mukim di dalam lingkaran?
Kalaupun tak
Apakah pernah jam sebentar singgah
Lalu sejenak diam di tengah, katanya
Aku, ketika itu, mestinya bilang “tidak!”
Lalu beranjak bangkit dan perlahan mulai bergegas
Meninggalkanya, membiarkan ia termangu
Atau melayang sewajah dengan daun
Ketika lepas dari tangkainya dan luruh
Serta dengan susah payah bkin ruang di sela
Larik
Detik
Tetapi, sungguh bukan karena tak tega,
Barangkali lebih lantran tolol,
Toh aku merengkuhnya dalam dekap,
Menjanjikannya lelap dalam peluk,
Sampai tiba-tiba ia berteriak, “Engkau”
Ternyata memang engkaulah jam itu!
Tipu daya itu!
Kelap dan kecewa ia menguap
Menyatu dengan udara kosong
Waktu!
Hai..
“engkaulah yang memanggilku?”
Tanya jam
Aku menggeleng
Aku terus merangkai bunga
Empat puluh tiga peri menari
Dua puluh satu di pundak kiri
21 di pundak kanan
Dan, satu paling jelita, di tengkuk
“engkau! Katakan padaku,
Memang engkau yang memanggilku”
Ratap jam
Sungguh,, tak pernah aku memanggilnya
…….
Tak pernah
Catatan,,
Jam mati
Di hati,,
Di hari,,
Di sepi,,
Sampai kini…
…
Sunyi, bukan?
Dan ketika jam perlahan
Membenam semua harapan
Keperpotongan garis tangan
Kita pun bernama hampa
Kosong!!
Tik!
Luruh
Tak terbasuh
Rubuh
Di jam lusuh
Lihat aku
…
Termangu
Dengan ragu layu
Setusuk Satu di kayu menggebu
MeRindu!!!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar