Senin, 31 Agustus 2009

waktu bertanya?

Lingkaran

Tapi apakah jam mukim di dalam lingkaran?

Kalaupun tak

Apakah pernah jam sebentar singgah

Lalu sejenak diam di tengah, katanya

Aku, ketika itu, mestinya bilang “tidak!”

Lalu beranjak bangkit dan perlahan mulai bergegas

Meninggalkanya, membiarkan ia termangu

Atau melayang sewajah dengan daun

Ketika lepas dari tangkainya dan luruh

Serta dengan susah payah bkin ruang di sela

Larik

Detik

Tetapi, sungguh bukan karena tak tega,

Barangkali lebih lantran tolol,

Toh aku merengkuhnya dalam dekap,

Menjanjikannya lelap dalam peluk,

Sampai tiba-tiba ia berteriak, “Engkau”

Ternyata memang engkaulah jam itu!

Tipu daya itu!

Kelap dan kecewa ia menguap

Menyatu dengan udara kosong

Waktu!

Hai..

“engkaulah yang memanggilku?”

Tanya jam

Aku menggeleng

Aku terus merangkai bunga

Empat puluh tiga peri menari

Dua puluh satu di pundak kiri

21 di pundak kanan

Dan, satu paling jelita, di tengkuk

“engkau! Katakan padaku,

Memang engkau yang memanggilku”

Ratap jam

Sungguh,, tak pernah aku memanggilnya

…….

Tak pernah

Catatan,,

Jam mati

Di hati,,

Di hari,,

Di sepi,,

Sampai kini…

Sunyi, bukan?

Dan ketika jam perlahan

Membenam semua harapan

Keperpotongan garis tangan

Kita pun bernama hampa

Kosong!!

Tik!

Luruh

Tak terbasuh

Rubuh

Di jam lusuh

Lihat aku

Termangu

Dengan ragu layu

Setusuk Satu di kayu menggebu

MeRindu!!!

Tidak ada komentar:

menemukanmu dalam terlambat

Sudahlah Virgo Aku sudah keliru, Aku tak mau dugaanku menjadi salahpaham, menanggapi ucapanmu yg semestinya hanyalah ilusi untuk ku....