Sayap-Sayap Berdarah
mengenal arti kecil sesosok Penyair adalah orang yang tidak bahagia,karena betapa pun tinggi jiwa mereka,mereka tetap diselubungi airmata.dan mengemukakan sebuah puisi sendu dalam alunan bunga bakung.Ia adalah lagu yang muncul daripada luka yang berdarah atau mulut yang tersenyum.
Senin, 21 September 2015
menemukanmu dalam terlambat
Selasa, 30 April 2013
Tangis malamku
Alhamdulillah, usai sholat lail terasa sejuk.
Walau aku tidak tahajud kendati aku belum terlelap sekalipun sesaat. Mataku tak kunjung terpejam barangkali secangkir kopi kutenggak malam tadi.
Duhai allah, adakah kau masih berdiri disini untuk hatiku yang pernah melalaikanMu?
Ketika hatiku gelisah, teringat bahwa aku adalah makhluk begitu kerdil penuh nista dan dosa. Sholatku belum khusyuk kukerjakan, doaku belum maksimal kupanjatkan, dzikirku belum sempurna kulafadzkan, taubatku belum nasuha kulakukan. Tingkah, lisan dan hatiku masih belum kujaga dengan baik.
Maka masihkah kau sudi memberiku jalan kehadiratMu ya Rabb,
Tetaplah tinggal di hatiku, ya Allah..
Percikan kilau cahaya suciMu agar aku tak buta dalam rahmatMu, semerbakkan aromaMu agar aku dapat membayangkan betapa wanginya surgaMu, dan ijinkan aku mampu mengerti untuk membaca petunjukMu agar aku tak pernah tersesat dari jalan menuju setapak barisan bersama RasulMu
Aku mengemis cintaMu
Duhai, Allah..ku
Kamis, 28 Juni 2012
oh, Tuhan
akankah dipelukmu terasa lebih tenang dan damai, dibanding kenyamanan apapun di dunia ini?
aku tidak pernah merasa bangga dengan rasa sakitku, aku juga tidak pernah ingin mengumbar serta menceritakan secara detail tetnang luka hati ataupun tubuhku,
semata untuk mendapat belas kasih dari orang lain. jika ada sebuah perlombaan tentang kepintaran seseorang yang mampu menyembunyikan rasa sakitnya secara sempurna, maka itu adalaha aku.
tuhanku yang bijak, aku adalah ciptaanMu, aku adalah product yang engkau punya. jika aku akan engkau tarik, silahkan. jika engkau akan memusnahkan aku, silahkan, jika engkau akan menjadikanku lebih baik, itu juga hakMu. namun, satu hal yang selalu aku tahu, bahwa engkau adalah bijaksana, jadi engkau akan tau mana yang terbaik untukku. jika luka dan kepedihan adalah jalan terbaik untukku, aku ikhlas dengan segala yang kau tetapkan, karena sesungguhnya aku hanya manusia biasa yang tidak pernah mengerti rencanaMu untukku apa..
maafkan aku, jika aku selalu merintih kepadaMu. sebab aku tak tahu lagi, di sini, aku akan bercerita pada siapa? aku akan mengeluh dengan siapa? ? selain engkau ya Allah... kau yang pantas untuk selalu menjadi tempat curahan airmataku, disela doaku, disela isakku.
apa aku salah kalau aku berharap bahagia? apa aku salah, kalau aku harus setia pada satu pria? apa aku salah kalau aku ingin dianggap ada? apa aku salah kalau aku ingin mendapatkan cinta yang sempurna? apa aku salah ingin merasa yakin bahwa cintanya hanya untukku? apa aku salah berharap kasih sayangnya hanya untukku? apa aku salah kalau hatinya sudah tak mampu lagi menginginkan orang lain dan cuma aku yang dia ingat. salah aku juga kalau aku ingin pikirannya tak bisa mencerna lagi tentang perempuan selain aku? apa aku juga slah kalau mengharapkan cintanya sebesar cintaku? salah aku jugakah kalau ingin dia menyayangiku lebih besar dari kasih sayangku terhadap dia?
jika semuanya memang salah aku untuk berharap dan meninginkan dia menjadi seperti itu, maka cabut saja rasa cintaku ini yang dalam untuk dia. bukankah itu semua juga pemberianMu, Tuhan? bukankah ini semua adalah anugerahMu, Tuhan? sebab aku tak pernah mampu bisa menyayangi seseorang sebesar ini, apabila bukan engkau yang mengirimkannya di hatiku
..
saat aku menyusuri malam, sealu kutadahkan doa untuknya, agar segala keberkahan melimpahinya, agar segala kebaikan menyertainya. setulus doaku, setulus cintaku, berharap suatu saat dia sadar...
dulu, aku tak pernah bisa menjadi selembut dan sesabar ini, tapi Tuhan telah merubahku menjadi lebih penyayang. Tuhan membuat perubahan besar untukku. Tuhan dengan mudahnya membuat aku menjadi seperti ini. maka akupun yakin tidak cukup sulit untuk Tuhan merubah dia menjadi tidak berubah lebih baik dari pada inii.
memilihmu karena allah
Bila cintaku memilihmu
Aku tau itu bukan pilihanku
Tapi pilihan-Nya
Bila cintaku memilihmu
Itu bukan karena cintaku padamu
Tapi karena Dia yang mencintai kita
Bila cintaku memilihmu
Biarkan waktu yang menjawab
Siapakah dirimu
Bila cintaku memilihmu
Aku yakin cinta-Nya telah memilihmu untuk menjadi teman bagiku menyempurnakan setengah agama ini....
Bila cintaku memilihmu
Izinkan ku habiskan sisa usiaku untuk ikut bersamamu
Ijinkan aku mencium telapak kakimu dg air mata
Pengabdianku
Jika aku telah halal bagimu,,aku ingin menjadi budak orang shaleh
Yg takut hanya kepada allah
Karena tiada jauh brbada
Dg layaknya dimuliakan di istana raja
Sesungguhnya aku telah diciptakan
Dari tulang rusukmu…….
Senin, 26 Maret 2012
orang belum tepat dahulu sebelum orang terbaik
Jika Tuhan telah menggariskan sebait jiwa bersyahdu dengan jiwa lain, maka bukan sebuah kesalahan walau perjalanannya begitu berliku.
Tuhan menetapkan kita bukan kepada orang yang kita inginkan, melainkan orang yang kita butuhkan, meski kita takkan pernah tau dari segi mana kita membutuhkannya. Tapi kita harus yakin bahwa tuhan telah lebih tau siapa kita, maka tuhan takkan salah memilihkan kepada siapa kita akan bersanding.
Tuhan selalu mendatangkan orang yang tidak tepat terlebih dahulu kepada kita sebelum pada akhirnya dipertemukan kepada orang yang terbaik untuk kita. Hanya terkadang, kita salah dalam menanggapi hingga pada akhirnya kita akan berpikir bahwa cinta kita telah habis terkuras pada dalamnya rasa terhadap orang yang belum tepat.
Dari sini, mestinya kita harus mulai sadar, waktu kita akan terasa terbuang jika kita mendalami cinta yang belum semestinya tentu menjadi orang terbaik dari pilihan tuhan. Sebab dari mereka-mereka yang belum tepatlah kita harus belajar mengasah pribadi menjadi lebih baik dulu utntuk pada akhirnya akanlah didatangkan orang terbaik buat kita. Namun kita takkan pernah tau apakah orang yang sedang bersama kita adalah orang terbaik atau orang yang belum tepat untuk kita?
Biar menjadi urusan tuhan memilihkan, tugas kita adalah siapapun mereka, berikan cinta sekadarnya, cinta yang tidak lebih besar dari cinta kita terhadap tuhan kita sendiri. Cintailah mereka karena allah maka kita akan terobati dari luka hati. Karena allah tak pernah ingkar janji apalagi menghianati…
Senin, 06 Februari 2012
pilihanku
Selasa, 01 November 2011
aku pernah..
aku pernah mengalami jatuh tersungkur berdiri sendiri dan malam pagiku sepi
aku pernah mendapati diriku terkungkung di pojok lorong yang pekat dan menjadi bunga yang terbuang
aku juga pernah saat tersadar menemukan diriku sedang mengemasi kepingan-kepingan hati yang remuk di sepanjang jalan hidupku kedepan.
hingga kemudian sesosok anak manusia hadir disaat aku terluka.
dia menahan tanganku untuk mencabik-cabik tubuhku sendiri, dia menahan bibirku untuk mengumpat hidupku, dia merangkai puzzle hatiku yang porakporanda.
aku sama sekali tidak menginginkannya
saat itu aku merasa bahwa kesendirianku jauh lebih baik daripada bersamanya.
hingga suatu saat dia membenahi sayapku yang patah, dan mengusap airmataku yang berdarah.
akal sehatku menyadar, rupanya seseorang yang tak aku harapkan bukan menjadi harapan yang sia-sia. dialah yang bisa membuat aku bahagia sekarang.
dia membuatku belajar bahwa cinta itu bukan menyukai apa yang lebih, tapi menutupi kekurangan dengan kelebihan kita. sebab cinta lembut yang penuh kesabaran melahirkan kasih sayang yang dalam
Rabu, 12 Oktober 2011
wedding- 19 juni 2011
perjalanan panjang melintasi kisah dan masa masing-masing antara kau dan aku...
kala aku bersua denganmu, bukan itu waktu yang ditentukan. Tuhan berbijak, ketika itu kau dan aku belajar meniti hidup
dalam ruang dan waktu yang berbeda, dengan kisah dan cerita yang tak sama..
tahun menjadi tak berarti, jam melambat menghentakkan menitan di sudut detik yang mulai meruntuh, kau dan aku
berjumpa kembali di tengah alunan luka dan tertatih yang tak ayal menggilas perih.
disudut senja bergulir menuju peraduan temaram, dalam doa dan harap, melahirkan tetesan airmata yang kubingkai diatas
sajadah panjang, dan ku ikat dengan benang sisa butiran tasbih. Kau adalah jawaban dari segala raguku.
Masih dibawah warna jingga senja, keyakinanmu mengalahkan keinginanku.
beringsut dikeheningan malam, sesaat kita terhenti serentak memadukan langkah yang tak lagi sama, sebesit kata menjadi
luka, seberkas laku menusuk pilu, dan sebongkah gerak menghimpit rasa sesak.
Terhuyung dipelataran dan rasa membuncah, laksana Bunga teratai yang mekar semerbak ditengah Telaga Biru. aku
merangkak untuk memeluk cinta yang bertadah payung ikrar suci, meski setiap dekap memancing sembilumu menari
dilabirin hati yang siap untuk kau singgahi selama mungkin......
Restu Tuhan berbisik melewati angin semilir di sekelebat hitamnya malam, sesekali kumerebah lelah di hamparan kolong
langit menengadah petunjuk dengan ratapan sendu, sesegera aku bangkit bersiap melawan hari esok dengan penuh kerumitan lagi. hingga pada akhirnya..
Ahad, 19 Juni 2011~~ 07:00 jemarimu mengikat erat pada jemari sang Na'ib, suaramu lantang dan keras. garis mukamu tegas. kau meminangku. . . ..
inilah aku, gadis kecil sudah hak untukmu, inilah aku, gadis mungil yang beranjak dewasa mengarungi bahtera bersamamu, detik detik sakral itu usai, kau dan aku kini menjadi KITA.....
selamanya KITA...
tak akan ada yang berhak memisahkan KITA, kecuali Sang Tuhan memisahkan KITA dengan hembusan nafas yang terakhir.hingga habis masa uzurku, cinta dan pengabdianku selalu tertuju padamu. bahtera KITA adalah ladang ibadah, semata sarana berangkat bersama menuju Jannah...
~ perjuangan Nay bertahan dari segala goda menuju ikrar suci, melindungi niat ibdah dan melindungi suami dengan Laku dan Doa~
Rabu, 28 September 2011
" Puisi rindu untuk suamiku "
Tiba-tiba aku tak kuasa ingin segera hariku berlalu. menemui akhir bulan September...
Lagu-lagu sendu terus mendayu, menggelegarkan di penjuru cakrawal
melodi rindu bergema dalam nyanyian sunyi didalam jiwaku.
satu hari berlalu,
waktu mati di ujung malamku yang hening
aku terus menghitung sisa masa yang akan begitu berat kulalui
aku tak mampu siangku habis dalam sepi, bergantung pada sore,
lalu ketika malam mulai menyambut,
aku tak menemukanmu disampingku...
hanya diam dan anganku yang mencoba menepis rindu...
rindu yang tertahan di ujung malam,
rindu yang tertekan di dasar kalbu,
rindu yang menggelembung di sudut ekor mata, dan..
rindu yang membuncah setiap detiknya
cintaku terlalu dalam, sedalam tetes airmataku yang meluap tumpah hingga merasuk kedasar hati
selamanya, tak pernah ada yang kurindukan, selain kerinduan yang hebat memaku rapat namamu...
NY. Rizki K
Kamis, 08 September 2011
kehilangan yang belum kumiliki
belum cukup rasa kebungahan telah membuncah di dada..
membayangkan perut membuncit tampak seksi dimata suami, memperkirakan tambah disayang dia. lalu mengelus-elus perut yang membundar dengan manja, menciumi dan membacakan ayat-ayat alquran..
dan tak terlewatkan, terus memeluk, menjaga dari segala aktifitas berlebihan sang bundanya.
usianya belum cukup lama, entah masuk keberapa minggu, sebab saat itu.. rencana untuk memeriksakan bagaimana perkembangannya, telah gagal, berubah menjadi tindakan pemeriksaan keberadaan makhluk segumpal darah itu apakah masih berlanjut untuk hidup atau tidak . .
pagi itu, aku takut, kalau-kalau ada darah segar mengalir. Oh, jangan..
tergopoh, memasuki ruanganku. kakanda berebah terlentang, kudekapnya sesergap kutu loncat. dia terkejut. dan ternyata ketakutanku menjadi ketakutannya. sesaat dia memekik, dan meyakinkan dengan apa yang dia lihat.
"benar, Mi! darah.."
aku terbawa rasa kagetnya, saat kubuktikan sendiri, benar..
darah.
aku lunglai, kakiku melemas, jatuh tepat di dadanya sesaat dia menutup kedua matanya dengan kedua telapak tangannya, menganggap semua yang terjadi masih dipungkiri, dan ternyata memang kecewa!
dia membelaiku, memebenamkan rautku dengan sentuhan lembut dikepalaku, mengecupiku yang tengah tenggelam dalam isakkan kepedihan, sepedih rasa patah hati !!
keesokkannya, kami memeriksakan keahli yang sudah mengerti, Rumah Sakit Bersalin tentunya.
"..ada kehamilan, tapi hamilnya adalah hamil kosong"
apa maksudnya? tanyaku, berharap tak sekedar dokter dan suster yang menjawab dengan detail. namun ingin rasanya dunia menjawab dengan gamblang.
"..Blighted Ovum (BO) atau hamil kosong ini adalah kehamilan yang cuma kantong dan plasentanya saja yang berkembang, namun janinnya tidak turut serta. sehingga ukuran kantong dan janinnya tidak menyamai"
kenapa bisa begitu? apa sebabnya? berbahayakah? tapi akukan benar merasa ada makhluk baru diperutku, bagaimana ini bisa kosong? siapa yang mengambilnya? siapa yang memakannya? apakah masih bisa dipertahankan? atau apakah jikalau tak berhasil diselamatkan, kelak kehamilan berikutnya akan mengalami hal serupa?
saat kami pulang saling membisu, perjalanan seperti semakin jauh, tak satupun diantara kami berbicara. mungkin dia sedang bermain dengan pikirannya sendiri, sebab akupun sedang meraung dengan isi hatiku sendiri. sampai pada akhirnya dimenit kesekian...
"sabar, ya Mi. ikhlaskan, ini belum rejeki kita.."
suamiku menghiburku, menenangkanku, tapi entah, kalimatnya justru semakin membuatku melahirkan butiran-butiran kristal yang memecah di telaga airmata. sesak.
aku melempar tubuhku yang sudah dinyatakan 'tidak hamil' (hanya seperti, hanya terkesan begitu, bagaimana tidak sedangkan hamilku adalah kosong!)
aku menjadi tidak perduli, aku seperti merasa sia-sia.
usai sholat, suamiku menyentuhku. membujukku agar aku bersedia duduk berhadapan untuk saling menguatkan, mengusap arimataku, dan memberikanku ketenangan.
peluknya menguatkanku,
ucapannya menyemangatiku,
belainya menghiburku..
aku berusaha melupakan, namun lebih sering kudapati diriku tenggelam dalam lamunan. apakah aku masih belum pantas untuk menjadi Ibu?
apa aku masih belum layak diberi amanat?
apa aku belum becus untuk merawat malaikat kecil itu untukku?
apakah suamiku kecewa?
apa dia akan mencabut ucapannya, bahwa dia pernah berkata 'semakin sayang' kepadaku, lantaran ternyata aku belum bisa sempurna??
apakah nantinya suamiku akan membenciku?
adakah dia akan berpaling dan tidak menyayangiku, lalu pergi kepada perempuan lain yang lebih bisa memberikannya malaikat kecil?
apakah yang di dalam benaknya adalah aku ini perempuan yang tidak dapat membahagiakannya?
Tuhan.. betapa hancurnya aku..
beberapa minggu berlalu, dalam pengobatan jalan ini tak membuahkan hasil hanya siksa belaka. siksa oleh kandungan yang tak ada. sia-sia. terputuskanlah untuk aku menjalani operasi kuret segera. demi allah, aku tak paham bagaimana rasanya operasi, bahkan obat biusnya tak pernah kurasakan sperempat dosesnya sekalipun. aku resah dengan semuanya. hanya Allah yang kupunya untuk bisa menjagaku dan melindungiku. aku harus berani dan kuat, demi suamiku yg telah membiayaiku dan meminta aku untuk segera sehat, demi calon anakku kelak yang akan merasa sehat berada di kantong yang sudah bersih dan terhindar dari infeksi. jika tidak mengingat untuk itu, mengingat karena suamiku, rasanya aku ingin membatalkan acara dokter mengkuret-kuret perutku, ingin rasanya aku bangkit dari pembaringan itu dan melepas semua alat-alat medis lalu lari dan tak berharap kembali.
pengalaman itu, pertama kalinya aku dapatkan, banyak cerita yang tak sanggup kubahas.
hingga pada akhirnya, aku telah dinyatakan kembali bersih, sehat dan negatif...............
mungkin Allah punya rencana lain dibalik ini, Dia mengerti bagaimana memberikan waktu yang tepat untuk aku berbahagia dengan keluarga kecilku ini. dan saat ini, aku dan suamiku, masih cukup menikmati masa-masa indah pacran yang sudha halal ini dulu, kelak Allah akan memberikan kebahagiaan lebih dari sekedar ini..
menemukanmu dalam terlambat
Sudahlah Virgo Aku sudah keliru, Aku tak mau dugaanku menjadi salahpaham, menanggapi ucapanmu yg semestinya hanyalah ilusi untuk ku....
-
Setelah sekian banyak ngeposting artikel-artikel psikologi , saya hampir kelupaan menuliskan apa itu psikologi, ilmu apa sih psikologi? Ap...
-
Bila cintaku memilihmu Aku tau itu bukan pilihanku Tapi pilihan-Nya Bila cintaku memilihmu Itu bukan karena cintaku padamu Tapi karen...