Senin, 21 September 2015

menemukanmu dalam terlambat


Sudahlah Virgo
Aku sudah keliru,
Aku tak mau dugaanku menjadi salahpaham, menanggapi ucapanmu yg semestinya hanyalah ilusi untuk ku.
Kau tidak pernah megnerti, karena kau tidak pernah merasakan apa yang pernah aku rasakan.
Kau tentu hanya menganggap aku patut mendapat bualanmu toh kau tak pernah mempunyai hati padaku.
14 tahun yang lalu, entah kau sadar apa tidak, kita dekat dalam zona pertemanan menurut kacamatamu.

 Kaupun tidak pernah bisa mendengarkan detak jantungku saat kita berdekatan. Karena kau tak pernah memahamiku. Terkadang aku sedikit melakukan pengorbanan untuk kebutuhanmu dulu, namun kau tak pernah tau itu, karena aku melakukan dengan diam, walau kau membalasnya dengan pertunjukanmu bersama wanita lain di hadapanku, tak peduli itu perihku. Kau membuatku tertawa seperti gadis yang tak pernah merasa kesepian, meskipun aku bersama mereka. Entah, aku slalu merasa sepi.
Dan tawamu menyulapku untuk terus tersenyum. Waktu tidak pernah memberitahukan apa yang akan terjadi, hingga aku pergi.

Tentunya membawa setitik ganjalan yang aku tidak pernah tau tentang rasa apa.
Aku pergi tak meninggalkan sepatah kata walau sekedar tentang rasa
Saat kita jauh aku selalu merasa masih ada yang belum terselesaikan, meski kau tak pernah beranggapam bahwa diantara kita tidak ada yang belum terselesaikan karena memulainya saja tidak. ya, kau berpikir begitu sedang aku merasa belum selesai, semua karena perbedaan rasa di hati kita masing-masing.
14 tahun yang lalu masih kubawa hingga kini, kau tidak tau bagaimana aku mencoba mencari jejakmu, tapi aku selalu gagal, hingga pada akhirnya aku menemukan akun dengan nama yang sama, kupikir diirmu.

Sejak 2008 silam pertama kalinya menemukan teman-teman tapi tidak dirimu hingga aku menemukan Virgo yang salah, karena bukan dirimu.
Aku lelah dengan pencarianku, kuakhiri dengan membuang bayangmu. Tapi, apa yang sudah pernah kuingat dan apa yang sudah pernah terukir meninggalkan kenangan yang tak bisa terhapus waktu begitu saja.
Aku membawa beban di 14 tahun yang lalu, kukemas dengan kebisuan.
Lalu masih pantaskah kau memberikan bualan yang tak berarti untuk mengartikan kisahku dengan cinta monyet dulu??

Aku merasa tidak percaya kau bisa memberikan ungkapan yang membuatku bungah, karena aku tak pernah tau sejak dulu apakah rasa itu ada padamu.
Aku tak percaya kau mulai menyukaiku sejak aku meluangkan waktuku untuk panjang lebar menjelaskan ini semua.
Aku tak percaya kau memiliki rasa yang ada, karena cinta tak bisa tumbuh dalam hitungan jam kecuali semua hanya ilusi.

Tapi 14 tahun yang lalu bukanlah waktu yang singkat untuk melebur cinta monyet yang para pecintanya sudah dewasa. Perlu kau tau, sadar atau tidak detik-detik ku ini menjadi berwarna karenamu, meski aku tau warnamu adalah semu.

Ya, aku menemukanmu dalam keadaan yang sudah sangat amat terlambat. Tidak mungkin aku ada diantara kalian, tidak mungkin pula, aku menghadirkanmu dalam hidupku kini.
Dan kau bisa hitung sudah berepa ribu malam keterlambatan itu menyertaiku.
Sekalipun aku mempercayai rasamu kini, semua sudah tak berarti. Aku mengerti takdir tak pernah berpihak padaku, setidaknya aku punya kisah indah yang dalam keheningan tak terkuak, dan meski kau hidup dengan seribu wanitamu, kau masih sama dalam kuberi  arti di sepanjang perjalanan hidupku kedepan, walau aku tak pernah sempat merasa memilikimu..

Selasa, 30 April 2013

Tangis malamku


Alhamdulillah, usai sholat lail terasa sejuk.

Walau aku tidak tahajud kendati aku belum terlelap sekalipun sesaat. Mataku tak kunjung terpejam barangkali secangkir kopi kutenggak malam tadi.

 

Duhai allah, adakah kau masih berdiri disini untuk hatiku yang pernah melalaikanMu?

Ketika hatiku gelisah, teringat bahwa aku adalah makhluk  begitu kerdil penuh nista dan dosa. Sholatku belum khusyuk kukerjakan, doaku belum maksimal kupanjatkan, dzikirku belum sempurna kulafadzkan, taubatku belum nasuha kulakukan. Tingkah, lisan dan hatiku masih belum kujaga dengan baik.

 

Maka masihkah kau sudi memberiku jalan kehadiratMu ya Rabb,

 

Tetaplah tinggal di hatiku, ya Allah..

Percikan kilau cahaya suciMu agar aku tak buta dalam rahmatMu, semerbakkan aromaMu agar aku dapat membayangkan betapa wanginya surgaMu, dan ijinkan aku mampu mengerti untuk membaca petunjukMu agar aku tak pernah tersesat dari jalan menuju setapak barisan bersama RasulMu

 

Aku mengemis cintaMu

Duhai, Allah..ku

Kamis, 28 Juni 2012

oh, Tuhan

jika Tuhan telah memutuskan untuk aku berada disisiNya, berarti aku harus siap! tapi Tuhan.. bagaimana dengan dia? aku belum mau membiarkan dia menjadi duda muda tanpa kutinggalkan apa-apa untuk dia. siapa yang akan mengurusinya nanti, Tuhan? siapa yang akan memperhatikannya nanti, Tuhan? siapa yang akan melayani dia nantinya, Tuhan.. jika aku secepat ini akan kau panggil?

akankah dipelukmu terasa lebih tenang dan damai, dibanding kenyamanan apapun di dunia ini?
aku tidak pernah merasa bangga dengan rasa sakitku, aku juga tidak pernah ingin mengumbar serta menceritakan secara detail tetnang luka hati ataupun tubuhku,
semata untuk mendapat belas kasih dari orang lain. jika ada sebuah perlombaan tentang kepintaran seseorang yang mampu menyembunyikan rasa sakitnya secara sempurna, maka itu adalaha aku.

tuhanku yang bijak, aku adalah ciptaanMu, aku adalah product yang engkau punya. jika aku akan engkau tarik, silahkan. jika engkau akan memusnahkan aku, silahkan, jika engkau akan menjadikanku lebih baik, itu juga hakMu. namun, satu hal yang selalu aku tahu, bahwa engkau adalah bijaksana, jadi engkau akan tau mana yang terbaik untukku. jika luka dan kepedihan adalah jalan terbaik untukku, aku ikhlas dengan segala yang kau tetapkan, karena sesungguhnya aku hanya manusia biasa yang tidak pernah mengerti rencanaMu untukku apa..

maafkan aku, jika aku selalu merintih kepadaMu. sebab aku tak tahu lagi, di sini, aku akan bercerita pada siapa? aku akan mengeluh dengan siapa? ? selain engkau ya Allah... kau yang pantas untuk selalu menjadi tempat curahan airmataku, disela doaku, disela isakku.

apa aku salah kalau aku berharap bahagia? apa aku salah, kalau aku harus setia pada satu pria? apa aku salah kalau aku ingin dianggap ada? apa aku salah kalau aku ingin mendapatkan cinta yang sempurna? apa aku salah ingin merasa yakin bahwa cintanya hanya untukku? apa aku salah berharap kasih sayangnya hanya untukku? apa aku salah kalau hatinya sudah tak mampu lagi menginginkan orang lain dan cuma aku yang dia ingat. salah aku juga kalau aku ingin pikirannya tak bisa mencerna lagi tentang perempuan selain aku? apa aku juga slah kalau mengharapkan cintanya sebesar cintaku? salah aku jugakah kalau ingin dia menyayangiku lebih besar dari kasih sayangku terhadap dia?
jika semuanya memang salah aku untuk berharap dan meninginkan dia menjadi seperti itu, maka cabut saja rasa cintaku ini yang dalam untuk dia. bukankah itu semua juga pemberianMu, Tuhan? bukankah ini semua adalah anugerahMu, Tuhan? sebab aku tak pernah mampu bisa menyayangi seseorang sebesar ini, apabila bukan engkau yang mengirimkannya di hatiku
..

saat aku menyusuri malam, sealu kutadahkan doa untuknya, agar segala keberkahan melimpahinya, agar segala kebaikan menyertainya. setulus doaku, setulus cintaku, berharap suatu saat dia sadar...


dulu, aku tak pernah bisa menjadi selembut dan sesabar ini, tapi Tuhan telah merubahku menjadi lebih penyayang. Tuhan membuat perubahan besar untukku. Tuhan dengan mudahnya membuat aku menjadi seperti ini. maka akupun yakin tidak cukup sulit untuk Tuhan merubah dia menjadi tidak berubah lebih baik dari pada inii.


memilihmu karena allah


Bila cintaku memilihmu
Aku tau itu bukan pilihanku
Tapi pilihan-Nya

Bila cintaku memilihmu
Itu bukan karena cintaku padamu
Tapi karena Dia yang mencintai kita

Bila cintaku memilihmu
Biarkan waktu yang menjawab
Siapakah dirimu

Bila cintaku memilihmu
Aku yakin cinta-Nya telah memilihmu untuk menjadi teman bagiku menyempurnakan setengah agama ini....

Bila cintaku memilihmu
Izinkan ku habiskan sisa usiaku untuk ikut bersamamu

Ijinkan aku mencium telapak kakimu dg air mata
Pengabdianku
Jika aku telah halal bagimu,,aku ingin menjadi budak orang shaleh
Yg takut hanya kepada allah
Karena tiada jauh brbada
Dg layaknya dimuliakan di istana raja

Sesungguhnya aku telah diciptakan
Dari tulang rusukmu…….

Senin, 26 Maret 2012

orang belum tepat dahulu sebelum orang terbaik

Jika Tuhan telah menggariskan sebait jiwa bersyahdu dengan jiwa lain, maka bukan sebuah kesalahan walau perjalanannya begitu berliku.

 

Tuhan menetapkan kita bukan kepada orang yang kita inginkan, melainkan orang yang kita butuhkan, meski kita takkan pernah tau dari segi mana kita membutuhkannya. Tapi kita harus yakin bahwa tuhan telah lebih tau siapa kita, maka tuhan takkan salah memilihkan kepada siapa kita akan bersanding.

Tuhan selalu mendatangkan orang yang tidak tepat terlebih dahulu kepada kita sebelum pada akhirnya dipertemukan kepada orang yang terbaik untuk kita. Hanya terkadang, kita salah dalam menanggapi hingga pada akhirnya kita akan berpikir bahwa cinta kita telah habis terkuras pada dalamnya rasa terhadap orang yang belum tepat.

 

Dari sini, mestinya kita harus mulai sadar, waktu kita akan terasa terbuang jika kita mendalami cinta yang belum semestinya tentu menjadi orang terbaik dari pilihan tuhan. Sebab dari mereka-mereka yang belum tepatlah kita harus belajar mengasah pribadi menjadi lebih baik dulu utntuk pada akhirnya akanlah didatangkan orang terbaik buat kita. Namun kita takkan pernah tau apakah orang yang  sedang bersama kita adalah orang terbaik atau orang yang belum tepat untuk kita?

 

Biar menjadi urusan tuhan memilihkan, tugas kita adalah siapapun mereka, berikan cinta sekadarnya, cinta yang tidak lebih besar dari cinta kita terhadap tuhan kita sendiri. Cintailah mereka karena allah maka kita akan terobati dari luka hati. Karena allah tak pernah ingkar janji apalagi menghianati…

Senin, 06 Februari 2012

pilihanku

Dan akhirnya tiba suatu masa titik jemu menjadi biasa
Berdiri tegak menatap hamparan langit luas sekaligus menantang awan yang mendung
Membuatku memilih jalan panjang yang berliku bersamamu

Banyak orang menghabiskan waktu menjadi para pecinta pria di meja pertaruhan.
Banyak orang yang menghabiskan waktu digemerlap malam dengan penuh suka cita
Tapi aku ingin habis waktuku disisimu, sayangku.
 
Bicara tentang sayap-sayap berdarahku yang masih terlewati untuk kau mengerti.
Atau tentang perjalanan hidupmu yang kau geluti dengan tetesan-tetesan peluh.
Di luar sana, beribu orang mati bunuh diri karena patah hati.
Ada banyak anak-anak afrika mati terkapar karena lapar.
Tapi aku ingin mati disampingmu, cintaku.

Mengakhiri hembusan nafas dengan kelelahan yang berkepanjangan ini setelah kita bosan hidup dan selalu bertanya tentang tujuan dan hakikat manusia hidup yang tak satu iblis kerdilpun tau.
Sayangku, adakah kau masih membelaiku semesra malam itu? Ketika kau sentuh, ku mendekat, kau dekap lebih mesra, lebih dekat!
Apakah kau masih menggenggam tanganku sekarang, seerat tempo lalu? Dimana hangatnya mampu meleburku dari lautan emosi.
Sesungguhnya kita berbeda dalam semua, kecuali dalam cinta dan rasa.
Hingga lingkaran jam tak habis bersama waktu, hingga kulit kita berkeriput dan helai demi helai putih mewarnai rambut.
Kita masih sama dalam cinta dan rasa…

Selasa, 01 November 2011

aku pernah..


aku pernah merasakan hari-hariku gelap, langkahku berat.
aku pernah mengalami jatuh tersungkur berdiri sendiri dan malam pagiku sepi
aku pernah mendapati diriku terkungkung di pojok lorong yang pekat dan menjadi bunga yang terbuang
aku juga pernah saat tersadar menemukan diriku sedang mengemasi kepingan-kepingan hati yang remuk di sepanjang jalan hidupku kedepan.
Berharap pada sia-sia...

hingga kemudian sesosok anak manusia hadir disaat aku terluka.
dia menahan tanganku untuk mencabik-cabik tubuhku sendiri, dia menahan bibirku untuk mengumpat hidupku, dia merangkai puzzle hatiku yang porakporanda.
aku sama sekali tidak menginginkannya
saat itu aku merasa bahwa kesendirianku jauh lebih baik daripada bersamanya.

hingga suatu saat dia membenahi sayapku yang patah, dan mengusap airmataku yang berdarah.
akal sehatku menyadar, rupanya seseorang yang tak aku harapkan bukan menjadi harapan yang sia-sia. dialah yang bisa membuat aku bahagia sekarang.
dia membuatku belajar bahwa cinta itu bukan menyukai apa yang lebih, tapi menutupi kekurangan dengan kelebihan kita. sebab cinta lembut yang penuh kesabaran melahirkan kasih sayang yang dalam
bagaimanapun aku tak pernah tau jawabnya, sejak kapan aku jatuh cinta kepadanya, malampun tak pernah mampu berbisik, dia sekedar mengucap lirih, bahwa dari aku terdiam diatas kabin ini, bersama doa, sejak itulah cinta terlarut tipis dan berangsur ke dalam kalbu

Rabu, 12 Oktober 2011

wedding- 19 juni 2011

..waktu tak pernah mengusik keputusan besar dari sang maha kuasa,
perjalanan panjang melintasi kisah dan masa masing-masing antara kau dan aku...
kala aku bersua denganmu, bukan itu waktu yang ditentukan. Tuhan berbijak, ketika itu kau dan aku belajar meniti hidup

dalam ruang dan waktu yang berbeda, dengan kisah dan cerita yang tak sama..

tahun menjadi tak berarti, jam melambat menghentakkan menitan di sudut detik yang mulai meruntuh, kau dan aku

berjumpa kembali di tengah alunan luka dan tertatih yang tak ayal menggilas perih.

disudut senja bergulir menuju peraduan temaram, dalam doa dan harap, melahirkan tetesan airmata yang kubingkai diatas

sajadah panjang, dan ku ikat dengan benang sisa butiran tasbih. Kau adalah jawaban dari segala raguku.
Masih dibawah warna jingga senja, keyakinanmu mengalahkan keinginanku.

beringsut dikeheningan malam, sesaat kita terhenti serentak memadukan langkah yang tak lagi sama, sebesit kata menjadi

luka, seberkas laku menusuk pilu, dan sebongkah gerak menghimpit rasa sesak.
Terhuyung dipelataran dan rasa membuncah, laksana Bunga teratai yang mekar semerbak ditengah Telaga Biru. aku

merangkak untuk memeluk cinta yang bertadah payung ikrar suci, meski setiap dekap memancing sembilumu menari

dilabirin hati yang siap untuk kau singgahi selama mungkin......

Restu Tuhan berbisik melewati angin semilir di sekelebat hitamnya malam, sesekali kumerebah lelah di hamparan kolong

langit menengadah petunjuk dengan ratapan sendu, sesegera aku bangkit bersiap melawan hari esok dengan penuh kerumitan lagi. hingga pada akhirnya..
Ahad, 19 Juni 2011~~ 07:00 jemarimu mengikat erat pada jemari sang Na'ib, suaramu lantang dan keras. garis mukamu tegas. kau meminangku. . . ..

inilah aku, gadis kecil sudah hak untukmu, inilah aku, gadis mungil yang beranjak dewasa mengarungi bahtera bersamamu, detik detik sakral itu usai, kau dan aku kini menjadi KITA.....
selamanya KITA...
tak akan ada yang berhak memisahkan KITA, kecuali Sang Tuhan memisahkan KITA dengan hembusan nafas yang terakhir.hingga habis masa uzurku, cinta dan pengabdianku selalu tertuju padamu. bahtera KITA adalah ladang ibadah, semata sarana berangkat bersama menuju Jannah...




~ perjuangan Nay bertahan dari segala goda menuju ikrar suci, melindungi niat ibdah dan melindungi suami dengan Laku dan Doa~

Rabu, 28 September 2011

" Puisi rindu untuk suamiku "

Tiba-tiba aku tak kuasa ingin segera hariku berlalu. menemui akhir bulan September...


Lagu-lagu sendu terus mendayu, menggelegarkan di penjuru cakrawal
melodi rindu bergema dalam nyanyian sunyi didalam jiwaku.

satu hari berlalu,
waktu mati di ujung malamku yang hening
aku terus menghitung sisa masa yang akan begitu berat kulalui
aku tak mampu siangku habis dalam sepi, bergantung pada sore,
lalu ketika malam mulai menyambut,
aku tak menemukanmu disampingku...


hanya diam dan anganku yang mencoba menepis rindu...
rindu yang tertahan di ujung malam,
rindu yang tertekan di dasar kalbu,
rindu yang menggelembung di sudut ekor mata, dan..
rindu yang membuncah setiap detiknya


cintaku terlalu dalam, sedalam tetes airmataku yang meluap tumpah hingga merasuk kedasar hati
selamanya, tak pernah ada yang kurindukan, selain kerinduan yang hebat memaku rapat namamu...

NY. Rizki K

Kamis, 08 September 2011

kehilangan yang belum kumiliki

belum cukup rasa kebungahan telah membuncah di dada..
membayangkan perut membuncit tampak seksi dimata suami, memperkirakan tambah disayang dia. lalu mengelus-elus perut yang membundar dengan manja, menciumi dan membacakan ayat-ayat alquran..
dan tak terlewatkan, terus memeluk, menjaga dari segala aktifitas berlebihan sang bundanya.

usianya belum cukup lama, entah masuk keberapa minggu, sebab saat itu.. rencana untuk memeriksakan bagaimana perkembangannya, telah gagal, berubah menjadi tindakan pemeriksaan keberadaan makhluk segumpal darah itu apakah masih berlanjut untuk hidup atau tidak . .

pagi itu, aku takut, kalau-kalau ada darah segar mengalir. Oh, jangan..

tergopoh, memasuki ruanganku. kakanda berebah terlentang, kudekapnya sesergap kutu loncat. dia terkejut. dan ternyata ketakutanku menjadi ketakutannya. sesaat dia memekik, dan meyakinkan dengan apa yang dia lihat.

"benar, Mi! darah.."

aku terbawa rasa kagetnya, saat kubuktikan sendiri, benar..
darah.
aku lunglai, kakiku melemas, jatuh tepat di dadanya sesaat dia menutup kedua matanya dengan kedua telapak tangannya, menganggap semua yang terjadi masih dipungkiri, dan ternyata memang kecewa!

dia membelaiku, memebenamkan rautku dengan sentuhan lembut dikepalaku, mengecupiku yang tengah tenggelam dalam isakkan kepedihan, sepedih rasa patah hati !!
keesokkannya, kami memeriksakan keahli yang sudah mengerti, Rumah Sakit Bersalin tentunya.

"..ada kehamilan, tapi hamilnya adalah hamil kosong"
apa maksudnya? tanyaku, berharap tak sekedar dokter dan suster yang menjawab dengan detail. namun ingin rasanya dunia menjawab dengan gamblang.

"..Blighted Ovum (BO) atau hamil kosong ini adalah kehamilan yang cuma kantong dan plasentanya saja yang berkembang, namun janinnya tidak turut serta. sehingga ukuran kantong dan janinnya tidak menyamai"

kenapa bisa begitu? apa sebabnya? berbahayakah? tapi akukan benar merasa ada makhluk baru diperutku, bagaimana ini bisa kosong? siapa yang mengambilnya? siapa yang memakannya? apakah masih bisa dipertahankan? atau apakah jikalau tak berhasil diselamatkan, kelak kehamilan berikutnya akan mengalami hal serupa?

saat kami pulang saling membisu, perjalanan seperti semakin jauh, tak satupun diantara kami berbicara. mungkin dia sedang bermain dengan pikirannya sendiri, sebab akupun sedang meraung dengan isi hatiku sendiri. sampai pada akhirnya dimenit kesekian...
"sabar, ya Mi. ikhlaskan, ini belum rejeki kita.."

suamiku menghiburku, menenangkanku, tapi entah, kalimatnya justru semakin membuatku melahirkan butiran-butiran kristal yang memecah di telaga airmata. sesak.

aku melempar tubuhku yang sudah dinyatakan 'tidak hamil' (hanya seperti, hanya terkesan begitu, bagaimana tidak sedangkan hamilku adalah kosong!)
aku menjadi tidak perduli, aku seperti merasa sia-sia.
usai sholat, suamiku menyentuhku. membujukku agar aku bersedia duduk berhadapan untuk saling menguatkan, mengusap arimataku, dan memberikanku ketenangan.

peluknya menguatkanku,
ucapannya menyemangatiku,
belainya menghiburku..

aku berusaha melupakan, namun lebih sering kudapati diriku tenggelam dalam lamunan. apakah aku masih belum pantas untuk menjadi Ibu?
apa aku masih belum layak diberi amanat?
apa aku belum becus untuk merawat malaikat kecil itu untukku?
apakah suamiku kecewa?
apa dia akan mencabut ucapannya, bahwa dia pernah berkata 'semakin sayang' kepadaku, lantaran ternyata aku belum bisa sempurna??
apakah nantinya suamiku akan membenciku?
adakah dia akan berpaling dan tidak menyayangiku, lalu pergi kepada perempuan lain yang lebih bisa memberikannya malaikat kecil?
apakah yang di dalam benaknya adalah aku ini perempuan yang tidak dapat membahagiakannya?

Tuhan.. betapa hancurnya aku..

beberapa minggu berlalu, dalam pengobatan jalan ini tak membuahkan hasil hanya siksa belaka. siksa oleh kandungan yang tak ada. sia-sia. terputuskanlah untuk aku menjalani operasi kuret segera. demi allah, aku tak paham bagaimana rasanya operasi, bahkan obat biusnya tak pernah kurasakan sperempat dosesnya sekalipun. aku resah dengan semuanya. hanya Allah yang kupunya untuk bisa menjagaku dan melindungiku. aku harus berani dan kuat, demi suamiku yg telah membiayaiku dan meminta aku untuk segera sehat, demi calon anakku kelak yang akan merasa sehat berada di kantong yang sudah bersih dan terhindar dari infeksi. jika tidak mengingat untuk itu, mengingat karena suamiku, rasanya aku ingin membatalkan acara dokter mengkuret-kuret perutku, ingin rasanya aku bangkit dari pembaringan itu dan melepas semua alat-alat medis lalu lari dan tak berharap kembali.

pengalaman itu, pertama kalinya aku dapatkan, banyak cerita yang tak sanggup kubahas.
hingga pada akhirnya, aku telah dinyatakan kembali bersih, sehat dan negatif...............

mungkin Allah punya rencana lain dibalik ini, Dia mengerti bagaimana memberikan waktu yang tepat untuk aku berbahagia dengan keluarga kecilku ini. dan saat ini, aku dan suamiku, masih cukup menikmati masa-masa indah pacran yang sudha halal ini dulu, kelak Allah akan memberikan kebahagiaan lebih dari sekedar ini..

menemukanmu dalam terlambat

Sudahlah Virgo Aku sudah keliru, Aku tak mau dugaanku menjadi salahpaham, menanggapi ucapanmu yg semestinya hanyalah ilusi untuk ku....